Terhadap Sinetron (Bag. VII : Penetrasi Musuh-Musuh Islam)        
assalaamu’alaikum wr. wb.
   
  Karena ini menyangkut agama, maka ijinkanlah saya untuk benar-benar 
menunjukkan ketersinggungan saya.  Sebenarnya sudah sejak lama saya berpikir 
bahwa para pembuat sinetron di Indonesia ini kebanyakan berasal dari golongan 
orang-orang yang anti Islam atau tidak sudi melihat orang lain menjadi Muslim 
yang baik, maka mereka menggunakan media televisi sebagai alat propagandanya.
   
  Dulu, sinetron nyaris tidak pernah mengandung simbol-simbol keagamaan, 
termasuk Islam.  Seluruh tokoh digambarkan ‘sekuler’ dan kehidupan 
sehari-harinya tidak diwarnai dengan pengaruh agamanya.  Sekarang, trend sudah 
berubah, namun propagandanya masih tetap anti Islam.
   
  Sekarang, justru nyaris semua sinetron mempertunjukkan simbol-simbol Islam.  
Jika tokohnya terkejut, ia akan berkata “Astaghfirullaah!”.  Kadang-kadang 
tokoh tersebut juga digambarkan sedang menunaikan ibadah shalat, dan seringkali 
berdoa dalam keadaan menangis tersedu-sedu akibat penderitaan hidupnya.  
Tokoh-tokoh pria dalam cerita yang protagonis juga digambarkan rajin mengenakan 
baju koko dan sarung (meskipun sarung sejatinya adalah pakaian orang Asia 
Tenggara khususnya, dan tak ada hubungannya dengan Islam), lengkap dengan 
pecinya.  Tokoh ustadz atau kyai juga kerap kali muncul dalam cerita.
   
  Cukupkah?  Tentu tidak.  Kehadiran mereka juga dilengkapi dengan bumbu-bumbu 
lain yang justru kontradiktif dengan kesan islami yang hendak ditampilkan.  
Kehadiran ulama seringkali diidentikkan dengan hal-hal mistik, misalnya 
mengusir jin atau arwah penasaran (padahal Islam tidak mengenal konsep ‘arwah 
penasaran’).  Tokoh utama pun hanya terlihat khusyu’ dalam shalat, tapi ya 
hanya sampai di situlah keislamannya.  Selepas shalat, ia kembali mengobral 
aurat dengan pakaian yang ketat-ketat, bahkan ada juga tokoh protagonis yang 
sesekali pergi ke bar untuk mabuk.  Persis seperti ajaran sekuler.  Kata orang 
sunda : STMJ (Shalat Tuluy, Maksiat Jalan, yang artinya : ibadah ya ibadah, 
maksiat jalan terus).  
   
  Pribadi karakter yang digambarkan ‘islami’ di sinetron-sinetron memang 
memberikan nuansa teduh, namun diam-diam menyesatkan.  Apakah untuk menjadi 
Muslim yang baik harus selalu mengenakan baju koko?  Apakah peci harus selalu 
dikenakan?  Apakah sarung harus dipakai kemana-mana?  Jika kita harus selalu 
mengenakan sarung, maka insya Allah umat Islam akan jadi mangsa, karena jika 
diserang ia tidak akan mampu memberikan perlawanan.  Bagaimana mau berkelahi 
jika masih menggunakan sarung?  Saya pribadi tidak menyukai penggunaan sarung, 
karena berkesan sangat lengah.  Kalau Anda menganggap saya berlebihan, tanya 
saja pada umat Islam di Ambon yang dibantai habis di masjid-masjid.  Umat Islam 
harus siap setiap saat.
   
  Di balik sikapnya yang teduh, karakter-karakter ‘islami’ sebenarnya juga 
tidak menampilkan etos hidup seorang Muslim yang benar.  Memang seorang Muslim 
seharusnya tenang, tapi tidak lamban.  Sabar, tapi tidak pasif.  Ramah, tapi 
juga harus bisa bersikap tegas.  Menangis ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an 
dibacakan, tapi anti mengiba diri sendiri.  Lembut tapi kuat, keras tapi tidak 
kasar.  Keseimbangan semacam inilah yang tidak muncul pada karakter-karakter 
‘islami’ dalam kebanyakan sinetron.  Padahal keseimbangan adalah salah satu 
aspek penting dalam ajaran Islam.
   
  Saya mencurigai adanya konspirasi di belakang layar untuk mendidik umat Islam 
Indonesia menjadi umat yang terbelakang dan mudah dibodohi.  Musuh-musuh Islam 
kelihatannya telah mempenetrasi demikian jauh ke jantung dunia perfilman 
Indonesia, sehingga umat Islam malah tidak mengenal ajaran agamanya sendiri.  
Sungguh mengenaskan melihat betapa banyak Muslim dan Muslimah menelan 
bulat-bulat propaganda musuh-musuh Islam lewat sinetron.
   
  wassalaamu’alaikum wr. wb.
  
    Prev: Kritik Terhadap Sinetron (Bag. VI : Suara Hati)
Next: 01.06.06
  sumber: http://akmal.multiply.com/journal/item/261




       
---------------------------------

Alt i én. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.

Kirim email ke