KOMPAS Rabu, 02 Mei 2007
rehabilitasi aceh Warga Rusak Gudang Bahan Bangunan Banda Aceh, Kompas - Puluhan korban tsunami di Desa Baed, Kecamatan Syiah Kuala, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (1/5), merusak dua gudang bahan bangunan milik kontraktor rekanan Bank Pembangunan Asia atau ADB. Perusakan dilakukan sebagai buntut kekecewaan warga atas lambannya pembangunan rumah bantuan untuk mereka. Azhari (25), warga Desa Baed, mengatakan, lebih dari dua tahun setelah tsunami masih ada 47 warga di Dusun Tgk Chik, Desa Baed, yang belum mendapat rumah bantuan. "Padahal, banyak pendatang yang membeli tanah di desa ini sudah dapat rumah bantuan. Warga asli sini malah belum dibangunkan rumah," katanya. M Rizal (20), misalnya, selama dua tahun ini bersama dua adik perempuannya harus tidur berpindah-pindah di rumah saudara-saudaranya. "Kami sudah muak dengan janji-janji. Karena tidak ada kejelasan pembangunan rumah, hari ini kami sepakat menghancurkan gudang milik kontraktornya, ADB," kata Rizal, yang kehilangan kedua orangtua saat tsunami. Perusakan mulai dilakukan sekitar pukul 09.00 dengan merubuhkan dua bangunan gudang berisi bahan bangunan. Semula, mereka juga akan merusak sejumlah rumah bantuan lain yang tengah dibangun oleh ADB di kawasan itu. Namun, aksi itu akhirnya selesai pukul 10.30, setelah mereka diajak bicara oleh kepala desa dan aparat kecamatan setempat. Kepada warga, perwakilan dari kontraktor bernama Khudri menjelaskan, pembangunan akan dimulai mulai hari itu juga. Meski sempat marah-marah, akhirnya warga bisa menerima penjelasan dari pihak kontraktor. Salah paham Menurut Kepala Desa Baed, M Isa, kemarahan warga ini bersumber dari kesalahpahaman. "Pembangunan memang dijadwalkan hari ini. Saya juga sudah menyampaikan informasi ini ke warga, tetapi entah bagaimana informasi ini tidak sampai, sehingga warga mengira kontraktor ingkar janji," katanya. Terkait dengan banyaknya pendatang yang mendapat rumah bantuan lebih cepat, Isa mengatakan, sistem pemberian bantuan rumah di desanya dilakukan per kawasan, tidak per orang. "Kalau memang pendatang itu korban tsunami, dan kawasannya mendapat jatah pembangunan rumah dulu, ya, pasti akan dibangun dulu," kata dia. (aik)
