KOMPAS Sabtu, 05 Mei 2007 komite peralihan aceh Sofyan Dawood Mundur
Banda Aceh, Kompas - Sofyan Dawood mengundurkan diri dari posisinya sebagai Juru Bicara Komite Peralihan Aceh atau KPA, organisasi yang mewadahi mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka. Posisi Sofyan digantikan oleh Ibrahim bin Syamsuddin. Ibrahim kepada wartawan di Kantor KPA Banda Aceh, Jumat (4/5), mengatakan, penggantian tersebut merupakan hasil musyawarah yang dilakukan komite ini sebagai penyegaran di tubuh organisasi. "Ini merupakan kegiatan wajar dari sebuah organisasi, jadi siapa yang memang sudah kurang waktunya, ya, diganti dengan yang punya kesempatan," katanya. Menurut Ibrahim, dalam Rapat Umum KPA se-Aceh baru-baru ini, Sofyan Dawood menyatakan mundur dari jabatannya dengan alasan banyaknya pekerjaan lain yang harus diselesaikan dan minimnya waktu untuk menjalankan tugas di KPA. Selain pergantian juru bicara, Ibrahim juga menyatakan adanya kemungkinan beberapa pergantian lagi di tubuh KPA. "Tapi itu kemungkinan rencana, belum bisa saya kabarkan saat ini," kata Ibrahim. Sofyan mengatakan, kemunduran dirinya lebih karena masalah teknis, banyaknya tugas yang harus dijalankan. "Tapi, saya tetap membantu di KPA dan tentunya kami berharap semuanya berjalan dengan lancar," ungkapnya. Dia juga membantah kalau pengunduran dirinya karena banyaknya masalah di tubuh KPA akhir-akhir ini. Sebagaimana diberitakan, para mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka banyak yang diteror dengan peledakan granat. Rumah Sofyan Dawood sendiri, pekan lalu, dilempar granat oleh orang tak dikenal. Menyikapi maraknya aksi teror bom di beberapa daerah di Aceh, Ibrahim bin Syamsuddin menyatakan, KPA sudah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki pelaku teror bom tersebut. (AIK)
