FWD >>>
   
  Salam-
   
  Berikut Up-date Pendukung Petisi Moratorium Logging di Hutan Aceh,
  sampai dengan tanggal 14 Juni 2007.
   
  Bagi, Bapak/Ibu/Rekan- rekan sekalian yang belum memberikan dukungannya, kami 
tetap menantikan dukungan nyata Bapak/Ibu/Rekan- rekan sekalian.
   
  Sudahkan Anda Mencantumkan Nama Anda sebagai pendukung petisi ini,
  jika belum, silahkan kirimkan Nama, Lembaga, dan alamat atau bagi pendukung 
individu silahkan kirim Nama dan Alamat ke [EMAIL PROTECTED] com dan 
tisna.nando@ ffi.or.id
   
   
  Pendukung Petisi "Moratorium Logging" Hutan Aceh
   
    1)      Rasyid soaduon siregar - Koordinator Liputan Harian Medan Pos 
Wilayah NAD
  2)      Rismawati - Direktur Eksekutif Women's and Children Protection-WCP
  3)      Murizal Hamzah - Redaktur Senior Majalah Aceh Magazine, Banda Aceh
  4)      Robi agustiar - Environmental Parliament Watch(EPW) simpul jawa barat
  5)      Itan - Direktur Mitra LH Kalteng
  6)      Mhd. Arifsyah Nasution - Aceh Solidarity Forum (ASF/FoSA-NGO) , Banda 
Aceh.
  7)      Choki Nainggolan - Jakarta, Indonesia
  8)      Sigit irmawan - Urban Development Field Facilitator care 
International Indonesia Tangerang
  9)      Ahmad zein ismail - Pringgolayan gg. amarta 02 cc depok sleman 
jogjakarta 55283
  10)  Iskandarsyah Bakri - Sustainable Development World Bank, Washington, DC. 
  11)  Cut Intan Meutia - Candidate of Masters of art Brattleboro, Vermont USA 
05302-0676
  12)  Al Amin - Jalan Bromo Gang Santun No 18 Medan Sumatera Utara    
  13)  W. Glenn Smith - ConflictRecovery. org Paris, France
  14)  Alvin Hidayat – Independent Consultant, Banda Aceh
  15)  Hendra Budian - Executive Director Aceh Judicial Monitoring Institute 
(AJMI), Banda Aceh
  16)  Siti Maisaroh - The Body Shop Indonesia, Jl. Prof dr. Satrio Blok A3 No. 
5 Bintaro - Tangerang
  17)  Adi Warsidi - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh.
  18)  syam asinar radjam - Comic writer, Jakarta
  19)  Kappala Indonesia - Jl. Parangtritis Gg. Demarkasi MG III/17B Timuran 
Yogyakarta
  20)  Bakhtiar Amin - Acheh Support Group, Wellington, New Zealand.
  21)  Raymond Kotambunan - IT Specialist, Landscape Architect, Social Worker.
  22)  Norman Jiwan – Bogor
  23)  DR. WILLY R. WIRANTAPRAWIRA - Executive Director ASEAN Institute for the 
Promotion of Scientific, Economic and Technical Co-Operation with ASEAN 
Countries (non-profit NGO)
  24)  Ade Fadli - Borneo Ecology and Biodiversity Conservation Institute 
(BEBSiC) Kaltim.
  25)  Teuku Kemal Fasya - Ketua Komunitas Peradaban Aceh (KPA), Lhok Seumawe
  26)  Firman Yusi - Direktur eksekutif positif kalimantan, Tabalong, 
Kalimantan Selatan
  27)  Redaksi BeritaHabitat. NET - Portal lingkungan hidup dari, oleh dan 
untuk warga
  28)  Muhammad Qusyairy - AIPRD - LOGICA - CHAMP Program
  29)  A.M. Ibrahim - Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia, Makassar 90245
  30)  Gita SN - Freelancer journalist & IELTS clerical marker, Tangerang
  31)  Ukke R. Kosasih - The Body SHop Indonesia
  32)  Eri Trinurini Adhi - Baranangsiang Indah Blok G VI, Bogor
  33)  Taufik Al Mubarak - Pemimpin Redaksi Tabloid SUWA, Peunayong Banda Aceh
  34)  Dolly Reza Pahlevi - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan
  35)  Tabrani Yunis - Center for Community Development and Education (CCDE), 
Banda Aceh. 
  36)  Handoko - Puri Bintaro PB 33/56, Tangerang
  37)  Wardah - Welt HungerHilfe e.V German Agro Action, Banda Aceh Regional 
Office 
  38)  Sofyan - Disaster Risk Management Manager, WALHI - Indonesia Forum for 
Environment
  39)  Abdulmanaf – Malem Dagang, Sigli-NAD.
  40)  Intan D. Keumala - Prog.Dukungan Psikososial (PSP) PMI Daerah NAD
  41)  Saifuddin Idris – LPL-Ha Lhokseumawe
  42)  Syarief Ariefa'id Al-Florez - Bale Daya Perumahan/Housing Resource 
Center, Jogjakarta
  43)  Ayik sadat - Site manager 4 Meulaboh, Ibu Foundation 
  44)  Totok S. Wiryasaputra - KOMPAK Indonesia, Yogyakarta
  45) Jufriadi - Direktur Eksekutif PUSPA, Aceh Tengah
   
  ============ ========= ========= ========
   
  PETISI
   
  ”Hutan Lestari, Rakyat Aceh Sejahtera"
  Dukung Moratorium Hutan Aceh Sekarang
    
   
  Pada Hari Rabu, 6 Juni 2007. Kepala Pemerintahan Aceh telah memberlakukan 
”Moratorium Logging” atau penghentian sementara penebangan hutan dalam Wilayah 
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, untuk menyusun kembali strategi Pengelolaan 
Hutan Aceh Melalui Re-design (Penataan Ulang), Reforestrasi (Penanaman Kembali 
Hutan), dan Reduksi deforestrasi (Menekan Laju Kerusakan Hutan) untuk 
mewujudkan ”Hutan Lestari, Rakyat Aceh Sejahtera.”
   
  Pemberlakuan Moratorium Logging tersebut patut didukung oleh semua pihak dan 
publik secara luas agar tujuan akhir Moratorium Logging dapat terwujud yaitu; 
Hutan Lestari, Rakyat Aceh Sejahtera. Lebih Jauh, Moratorium Logging dalam 
konteks pengelolaan hutan bertujuan untuk menyelamatkan Hutan Aceh yang 
membentang dari Pantai Samudra Hindia hingga Selat Malaka yang sebagian besar 
komposisinya terdapat di dalam kawasan Taman Nasional Leuser di bagian selatan 
dan hutan Ulu Masen yang memenuhi daratan Aceh bagian utara dengan luas total 
3.549.813,00 ha (SK Menteri Kehutanan RI No 170/kpts-II/ 2000, tanggal 29 Juni 
2000).   
   
  Kawasan hutan Aceh tersebut memiliki kekayaan keaneka-ragaman hayati yang 
sangat penting di dunia selain memiliki fungsi-fungsi ekologis yang sangat 
bermanfaat terutama bagi masyarakat disekitarnya. Fungsi ekologis yang paling 
penting adalah penyedia sumber air  sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia 
di muka bumi ini. Hutan juga merupakan salah satu pilar penjaga bencana alam 
banjir dan longsor yang sering terjadi akhir-akhir ini. Dan yang tak kalah 
pentingnya hutan juga menjadi sumber ilmu pengetahuan dan sumber inspirasi bagi 
pekerja seni dan budaya Aceh.
   
  Hutan Aceh dengan segala kekayaan isinya saat ini sedang terancam dengan 
maraknya pembalakan liar, dan pembukaan lahan untuk perkebunan, Aceh pantas 
berbangga karena pemerintah Provinsi NAD serius menjaga hutannya yang bukan 
hanya untuk sumber kayu semata dengan mencanangkan “Moratorium Logging” pada 6 
Juni 2007. Langkah kongkrit tersebut patut didukung oleh semua lapisan 
masyarakat, karena menyelamatkan hutan berarti menyelamatkan hidup.
   
  Untuk itu, Fauna & Flora International – Aceh Programme mengajak 
Bapak/Ibu/Rekan- Rekan Sekalian untuk mendukung Moratorium Logging Hutan Aceh 
melalui penandatangan PETISI “Hutan Lestari, Rakyat Aceh Sejahtera." Dukung 
Moratorium Hutan Aceh Sekarang.
   
   
  Banda Aceh, Juni 2007  
  Hormat Kami
   
  Fauna & Flora International – Aceh Programme

   
   

   
   
  "Deungon Tajaga Uteun, Ta Peulindong Ie"
"Save Our Ulu Masen Forest"
============ ========= ========= ==
Dewa Gumay - Information Coordinator
Fauna & Flora International Aceh Progamme
   
  Jl. Arifin Ahmad III No. 3, Ie Masen, 
Kayee Adang, Banda Aceh. 23239, 
Mobile. +62 812 6931990
E-mail. [EMAIL PROTECTED] com
Situs. http://www.ffi. or.id
Weblog. http://dewagumay. wordpress. com










http://aceh.net

For corruption to prosper, there have to be both those with the means and 
inclination to corrupt and those who are corruptible; bribes require an 
understanding between those prepared to pay and those prepared to accept them. 
Corruption and bribery increases the cost of doing business. It has a negative 
impact on investment capital in flows, restricts growth, creates mistrust and 
eats into the fabric of society.
       
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection. 

Kirim email ke