http://www.suarapembaruan.com/News/2007/06/16/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
--------------------------------------------------------------------------------

Tingkat Trauma Konflik Warga Aceh Masih Tinggi
[BANDA ACEH] Dampak dari konflik berkepanjangan selama 29 tahun, membuat 
tingkat trauma konflik yang menimpa rakyat Aceh hingga saat ini masih tinggi. 
Penilaian itu disampaikan para peneliti dari International Organization for 
Migration (IOM) dan Harvard School yang dilakukan di 14 kabupaten/kota di Aceh. 

Demikian dikatakan Marianne Kearney, Post-Conflict Reintegration Information 
Officer IOM, dalam siaran pers yang dikirim ke SP, Jumat (15/6). 

Ia menyebutkan hasil evaluasi peneliti pada kebutuhan kesehatan jiwa 
orang-orang yang terkena dampak konflik selama 29 tahun antara pasukan 
Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di 14 daerah di Aceh. Penelitian 
melibatkan 1.972 responden dari 105 desa. Dalam penelitian itu ditemukan 35 
persen responden menduduki peringkat tinggi untuk gejala depresi, 10 pada 
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), dan 39 persen untuk gejala kecemasan. 
Sampel dipilih secara acak. 

Selain itu juga pengakuan para responden, 74 persen mereka mengaku telah 
menyaksikan peperangan, 28 persen mengaku mengalami pemukulan, dan 38 persen 
memiliki anggota keluarga atau teman yang tewas pada saat Aceh konflik. 
Penduduk sipil di Aceh Selatan dan sepanjang Pesisir Timur Aceh mengalami 
tingkat peristiwa traumatik lebih tinggi sebagai akibat memiliki tingkat gejala 
gangguan jiwa. [147] 


Last modified: 16/6/07

Kirim email ke