Hana "damée" meunjoe hana keadilan.
Adakna pih njangka teurimong upah jup seruné kalé tjap Helsinki.
Meudamé deungon RI lheuh djipab Bangsa dan syedara teuh njan sabôh penghinaan
keu korban DOM dll.
Kawoe u Atjéh disidéh kapegah damé hana soe bantah sabab na Asé KPA dan
Polisi Jawa
njang peubeuna.
Saleum hana tém damé dari Sweden.
Tarmizi Abdulghani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saleum Damee
Na yang bantu kirem daftar gaji Ureung nyang keurija bak BRR nibak melis
IACSF,cuma ulon hana meuphoem peukeuh beutoi atawa salah lis gajinyan,yang
pasti kalheuh lon ceek ( kaleun ) hana Nan ulon ( Tarmizi Age ) di sinan,jadi
Informasi yang geusampoe lee [EMAIL PROTECTED] hingga an uroenyoe manteng hana
teupat,sebab hanseep lom ngen bukti nyang trang dan Mudahan Informasi nyang ka
geutuleh uleeh [EMAIL PROTECTED] buken hai nyang beutoi,sebab ulon hana
meuhubong peukara keurija ngen BRR peu lom pajoeh gaji di sinan,
Saleum Damee keu syedara bandum dari Denmark
putra putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
bak peu file jih lon meujak download lon meukalon, hana peu droen nyang
download bak lon mantong jih peugah file jih
jaroe hanagaki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tji djak meurumpok T.
Kamaruzzaman bak BRR dan tji lakei daftar gadji njang djiteken lek djih untuk
gadji buleun Januari 2007.
Meunjoe beutoi droe keuh hana kateurimong atawa kapadjoh peng njan, beurarti
peng njan kadjipadjoh lek T. Kamaruzzaman ngon kuntoro (bapak keutua djih).
Pakriban T. Kamaruzzaman beurani djiteken atra njan meunjoe droe keuh beutoi
hana kapadjoh peng njan? Njan pajah kapeuteupat ngon si T. Kamaruzzaman njan.
File njang na bak lon lam beuntok PDF leubeh kureung dalam 28 halaman, trep
that bak lon download untok lon kirem keudroe keuh.
Tarmizi Abdulghani <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Saleum Damee
Terimengeunaseeh atuehi informasi teubaroe dari [EMAIL PROTECTED] Meunyoe
jeut Tulong neu kirem daftar Gajinyan keu ulon,sebab gajinyan hana ulon
teurimeng,mungken na ureng laen yang pakek nan ulon untuk cokgajinyan,taharap
Atjeh beumakmur,aman dan Damee
Saleum that Meucheen keu Syedara Bandum
jaroe hanagaki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
DI MANA-MANA ADA, TAPI NJANG DI ACEH MANTONG GALAK DJEUT KEU LAMIET DJAWA.
EK BANGAI TROK U GUE, SABE DJEUT KEU LAMIET DJAWA.
TARMIZI AGE TEUMASOK SJIT AWAK PADJOH GADJI PENG SAMADIAH BAK BRR. DAFTAR
GADJI DJIH NA BAK LON.
12 Jul 07 23:04 WIB
1.300 Orang Paraguay 'Bangsa' Aceh WASPADA Online
Agaknya kegemaran 'bangsa' Aceh 'menaklukkan' dunia sepertinya bukan isapan
jempol. Di Paraguay, misalnya, anda bisa melihat langsung suku Aceh ini beranak
pinak di benua Amerika Latin itu. Tentu saja fakta ini mengejutkan. Soalnya,
selama ini tidak ada informasi tentang adanya komunitas 'bangsa' Aceh, tinggal
dan menetap berjarak ribuan mil dari tanoh Aceh. Publik hanya tahu komunitas
suku Aceh, berdiam di sejumlah negara bagian di Malaysia. Saking familiarnya,
ada sejumlah daerah yang diberi nama sama seperti di Aceh. Misalnya Kampung
Keudah dan lainnya. Kecuali itu, tidak sedikit orang Aceh yang lama sekali
menjadi warga negara Malaysia, menjadi pejabat tinggi pula di negeri jiran itu.
Hubungan suku Aceh dan Malaysia ibarat sebuah keluarga. Benar saja, saat
gempa dan tsunami melumat bumi Aceh, Pemerintah Malaysia, membuka "pintu" bagi
warga Aceh tinggal menetap di Malaysia, walau hanya dengan "cap jempol", tanpa
mengantongi identitas yang lazim. Selain
Malaysia, komunitas 'bangsa' Aceh banyak menetap dan menjadi warga negara
Swedia. Di negeri ini, T. Hasan Di Tiro, tokoh yang paling dicari semasa rezim
represif berkuasa, mengibarkan perlawanan hampir 30 tahun dengan Pemerintah
Indonesia. Kini cucu pejuang nasional T. Chik Di Tiro itu mulai sepuh
termakan usia. Ia tinggal di sebuah flat di sebuah kawasan yang dihuni oleh
'bangsa' Aceh di sana. Bagaimana di Paraguay? Andai saja Gubernur
Pemerintahan Aceh yang baru, Irwandi Yusuf tidak melawat ke negeri itu, maka
tidak diketahui kalau di Paraguay ada suku Aceh yang berdomisili di negara itu.
Boleh dibilang, Senin (19/7) hari bersejarah. Pada hari itu, Gubernur Irwandi
Yusuf bertemu dengan pimpinan suku Aceh Paraguay di Kantor Kementerian Luar
Negeri Paraguay. Rupanya, pertemuan itu diakui Dr. Augusto Fagel Pedrozo,
ahli antropologi budaya yang juga Presiden Del Indi, telah lama diimpikannya
saat bersama rekan lainnya melakukan penelitian mendalam tentang keberadaan
suku Aceh di Paraguay. "Selama ini kami telah berupaya untuk mempertemukan
suku Aceh di Paraguay dengan Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam," ungkap
Augusto Fagel. Untuk memujudkan pertemuan dibuat skenario. Langkah awal yang
ditempuh menyampaikan niat itu kepada pihak Kementerian Luar Negeri Paraguay.
Kemudian rencana itu disampaikan kepada Kepala Perwakilan Pemerintahan RI di
Argentina. Momen Pagelaran Seni Budaya Aceh di Asuncion, semakin mendekatkan
impian Dr Augusto Figer cs. "Kami menilai langkah untuk mempertemukan dua
kelompok bersaudara sangat tepat seperti yang terjadi hari ini," kata Dr.
Augusto dalam bahasa Spanyol yang didampingi Wakil Menlu Paraguay Bidang
Politik Bilateral, Ceferino Valdez Peralta dan Direktur Asia dan Afrika,
Gustavo Lopez Bello. Sementara itu Gubernur NAD, Irwandi Yusuf dalam acara
pertemuan itu mengatakan, "dengan senang hati kami telah bertemu dengan
pimpinan suku Aceh di Paraguay menyambut antusiasme tinggi bertemu saudaranya di
negeri jauh. "Tapi, Irwandi tadinya tidak mengetahui tentang keberadaan suku
Aceh di Paraguay. "Kami baru diberi tahu oleh pihak KBRI Argentina menjelang
keberangkatan ke sini, ada suku Aceh di Paraguay," kata Irwandi Yusuf.
Gubernur di sela pertemuan tak lupa mengundang para pimpinan suku Aceh di
Paraguay untuk datang ke Nanggroe Aceh Darussalam meninjau negeri asal, yang
telah diting galkan dalam waktu yang sudah cukup lama. Irwandi Yusuf berharap
kepada tim peneliti yang telah melakukan pengkajian tentang keberadaan suku
Aceh di Paraguay untuk meneliti lebih jauh lagi tentang kesamaan-kesamaan
budaya antara suku Aceh di sini dengan masyarakat Aceh di Sumatera.
"Pertemuan hari ini kami tidak merasa asing. Seolah-olah berada di kampung
sendiri. Saya perhatikan sosok tubuh suku Aceh di sini banyak kesamaan dengan
masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam," sebut Gubernur Aceh ini. Misalnya, dari
segi dialeg bahasa, wanita suka memakai cincin dan aksesoris lainnya. Kalau
boleh saya mengatakan pertemuan hari ini adalah pertemuan antara adik dan
kakak yang sudah lama terpisah dari kampung halaman, katanya. Gubernur NAD
dalam pertemuan itu didampingi Kadis Kebudayaan Provinsi NAD, Drs. Adnan Majid,
Dirjen Deplu RI Amerika dan Eropa Eddy Hariadhi serta Kepala Perwakilan RI
untuk Argentina dan Paraguay, Sunten Z.Manurung. Juru bicara suku Aceh,
Paraguay Maria Luisa Duarte, mengakui suku Aceh di Paraguay berasal dari Aceh,
Sumatera. Soal kapan persisnya dan kenapa menetap di Paraguay, kata Maria akan
dilakukan penelitian lebih jauh lagi. "Pertemuan hari ini dengan pihak
Pemerintah Nanggroe Aceh akan lebih terjalin hubungan yang lebih mendalam
lagi," pintanya. Setelah ini diharapkan ada tindaklanjut untuk lebih
mempererat hubungan kedua komponen masyarakat Aceh ini. Maria menambahkan,
"informasi tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam 2004 lalu selalu
menjadi ingatan kami walaupun kami belum melihat langsung bagaimana dahsyatnya
musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kami di Aceh, Sumatera."
Sekretaris Tim Promosi Seni Budaya Aceh, Aidi Kamal melalui e-mailnya kepada
Waspada dari Asuncion, Paraguay melaporkan, pimpinan suku Aceh di Paraguay yang
hadir dalam pertemuan itu antara lain, Maria Luisa Duarte dan Alba Portillo
Maximo dari Propinsi Central, Margarita Mbywangi, Antonio Pepagi dan Roberto
Achepurangi dari Provinsi Canindeyu dan Ramona Takuarangi dari Provinsi
Caazapa. Aidi Kamal yang juga Staf Biro Keistimewaan Aceh Setda NAD
menambahkan, suku Aceh di Paraguay sekarang berjumlah 1.300 orang yang tersebar
di tiga provinsi di Paraguay, yaitu Provinsi Central, Provinsi Canindeyu dan
Provinsi Caazapa. "Mereka sebagian besar berprofesi sebagai pedagang dan
petani," kata Aidi Kamal. Di akhir pertemuan, Gubernur NAD menyerahkan
cenderamata berupa rencong kepada pimpinan suku Aceh di Paraguay yang diterima
Maria Luisa Duarte. Sedangkan pimpinan suku Aceh menyerahkan cenderamata pada
Gubernur NAD hasil kerajinan mereka berupa ikan yang terukir dari kayu. (b02)
(ags)
http://www.waspada.co.id/berita/aceh/artikel.php?article_id=95187
Tarmizi Age
Formand for KMPD
Europæiske Afdeling
Mølleparken 20
9690 Fjerritslev Denmark
Mobile/HP : (+45) 24897172
http://www.kmpd.or.id
---------------------------------
Die etwas anderen Infos rund um das Thema Reisen. BE A BETTER WELTENBUMMLER!
---------------------------------
Die etwas anderen Infos rund um das Thema Reisen. BE A BETTER WELTENBUMMLER!
Tarmizi Age
Formand for KMPD
Europæiske Afdeling
Mølleparken 20
9690 Fjerritslev Denmark
Mobile/HP : (+45) 24897172
http://www.kmpd.or.id
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
---------------------------------
Alles was der Gesundheit und Entspannung dient. BE A BETTER MEDIZINMANN!
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
Tarmizi Age
Formand for KMPD
Europæiske Afdeling
Mølleparken 20
9690 Fjerritslev Denmark
Mobile/HP : (+45) 24897172
http://www.kmpd.or.id
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.