Selasa, 24 Juli 2007

Militer Filipina Siap Serang MILF 



  MANILA -- Pemerintah Filipina menyatakan pasukan militer telah siap 
menghancurkan setiap serangan Moro Islamic Liberaton Front (MILF) di Filipin 
Selatan. Sikap ini diambil menyusul keengganan MILF menyerahkan sejumlah 
anggotanya kepada pemerintah yang dituding bertanggung jawab atas pembunuhan 14 
marinir Filipina di Pulau Basilan belum lama ini. 
  Menurut Penasihat Keamanan Nasional dan Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan, 
Noberto Gonzales, militer siap melaksanakan aksi penghukuman terhadap MILF di 
Basilan. Ia menyatakan, pemerintah sebelumnya telah meminta MILF menyerahkan 
anggotanya yang melakukan pembunuhan terhadap 14 marinir. 
  Namun, kata Gonzales, mereka tak mengindahkan permintaan pemerintah tersebut. 
''Kami akan mencari, menemukan, dan menangkap mereka jika pada akhirnya MILF 
tak juga menyerahkan anggota mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan 
tersebut,'' katanya kepada stasiun televisi ABS-CBN di Manila, Senin (23/7). 
  Gonzales menyatakan pemerintah juga mengantisipasi meluasnya ancaman yang 
ditebarkan MILF. Tak hanya di Basilan, tetapi juga di wilayah lainnya. 
Pemerintah kini telah mengerahkan pasukan untuk bersiaga di wilayah Mindanao. 
Kalau memang diperlukan mereka akan segera mengambil sejumlah tindakan. 
  Sebelumnya, Kepala Angkatan Darat Jenderal Hermogenes Esperon, menetapkan 
tenggat bagi MILF untuk menyerahkan anggotanya. Bila MILF mengabaikan tenggat 
tersebut maka pihak militer akan melakukan serangan. Ia mengatakan, ke-14 
marinir tersebut tewas ketika mencari Pendeta Giancarlo Bossi, pendeta asal 
Italia, yang diculik. 
  Pada Kamis lalu, Bossi telah dibebaskan. Bossi dalam salah satu pernyataannya 
menyatakan bahwa ia tak pernah ada di Basilan. Secara terpisah, Juru Bicara 
MILF, Eid Kabalu, menyatakan telah siap menyongsong serangan militer Filipina. 
Ia juga menegaskan MILF tak akan menyerahkan anggotanya ke MILF terkait 
tudingan ada anggota MILF yang melakukan pembunuhan terhadap 14 marinir 
Filipina. ''Para pejuang MILF di Basilan akan mempertahankan diri,'' katanya. 
  Kabalu menyatakan, mereka akan hidup dan mati di Basilan. Ia menambahkan 
pula, MILF akan mengambil sikap bertahan. Kini, ada 12 ribu pasukan MILF yang 
ada di Basilan. Mereka mengakui menyerang marinir yang memasuki wilayahnya 
tanpa izin. Namun menolak tuduhan bahwa mereka membunuh dan memutilasi mereka. 
  Menurut Kabalu, kalau ada anggota MILF yang melakukan hal itu maka MILF 
sendiri yang akan menjatuhkan hukuman dan tak akan diserahkan ke pemerintah. 
''Bila setelah melakukan investigasi ada anggota MILF yang terbukti bersalah 
maka kami yang akan memberikan hukuman kepada mereka,'' tegasnya. 
  Kabalu menambahkan, upaya damai antara MILF dan pemerintah yang dirintis 
tahun lalu mengenai wilayah sengketa nampaknya tak bisa diharapkan lagi.''Kami 
telah siap mengantisipasi keadaan apapun karena pemerintah tak menghormati lagi 
proses perdamaian yang telah dirintis tahun lalu,'' katanya. 
  Juru Bicara Militer Filipina, Letnan Kolonel Bartolome Bacarro, menyatakan 
hingga Senin (23/7) belum ada laporan terjadinya kontak senjata antara militer 
Filipina dengan MILF. Namun, pasukan di lapangan telah memiliki mandat 
melakukan langkah-langkah yang diperlukan termasuk penyerangan setelah tenggat 
untuk MILF terlampaui. ap/afp/fer

       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

Kirim email ke