Qalallahuta'ala aidhan (Allah juga berfirman) : " . . . . . . .Jika mereka
berpaling (dari hukum yang diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa
sesungguhnya Allah akan menimpakan musibah (baca seperti tsunami) kepada mereka
disebabkan sebagian dosa-dosa (baca kezaliman) mereka. Dan sesungguhnya
kebanyakan manusia adalah orang - orang fasiq" (QS, 5 : 49)
Jelaslah bahwa semua orang-orang yang bersatupadu dalam system Taghut
Indonesia itu berpaling dari hukum yang diturunkan Allah akibat tamak kepada
harta, ambisius kekuasaan dan terperangkap dalam rayuan wanita-wanita. Bukankah
demikian jelas bahwa bukan hanya di Indonesia tapi juga mewabah ke Acheh -
Sumatra menurut firman Allah kebanyakan mereka itu terdiri dari orang-orang
fasiq? Lalu bagaimana posisi kebanyakan orang-orang yang berkecimpung di medan
internet ini? Berimankah kebanyakan mereka?atau memang fasiq, kalau tidak kita
katakan munafiq atau hipokrit.
Kalau Acheh - Sumatra berjingkrak-jingkrak dalam lembaga NKRI gadongan itu
sebagai mana GAM yang telah dekaden, bermakna bukan berdamai tapi menyerah.
Harap dapat direnungkan kata yang saya hitamkan ini. Media massa yang memuat
tulisan bernada propokasi bahwa Acheh - Sumatra seolah-olah bersedia dalam
lembaga NKRI gadongan dan hipokrit itu, harap bertanggung jawab terhadap
kehancuaran Acheh - Sumatra. Sekarng dari sisa harapan hanya pada berkibarnya
bendera Acheh saja di partai GAM kendatipun banyak oposisi yang secara tidak
sadar masuk perangkap NKRI, kanapa musti takut kepada penguasa Indoinesia?
Tidakkah kalian takut kepada Allah untuk agar tidak bersa tupadu dalam system
Taghut yang anti hukum Allah itu? Tidakkah jelas posisi kalian sebagaimana
ayat-ayat Allah diatas itu? Alhamdulillah cukup jelas tapi kebanyakan manusia
memang fasiq sebagaimana dikatakan Allah sendiri di ujung ayat 49 suarah Al
Maidah diatas itu namun mereka sepertinya tidak pernah sadar.
Sebaliknya apabila merasa sudah terposisi sebagai orang fasiq dan munafiq,
mulailah bagaikan cacing kepanasan menuduh pihak lain yang fasiq atau hipokrit
sebagaimana kita saksikan di medan internet itu.
Betapa jahatnya sebahagian orang Acheh - Sumatra sekarang yang coba
mengelabui partai GAM bahwa kalau bendera Acheh - Sumatra digunakan untuk
lambang partai akan mengecilkan kedudukan bendera negara Acheh. Tidakkah mereka
sadar kalau bendera Acheh tidak diusung oleh partai GAM, maka akan tinggal
kenangan saja itu bendera? Bukankah justru itu yang diingini pihak yang sedang
menipu kita? Bukankah partai lokal bisa exsis akibat adanya perjuangan GAM?
Tidakkah mereka berhak memperjuangkan aspirasi bangsa Acheh dengan identitas
benderanya? Bukankah justru bendera Acheh - Sumatra sekarang milik kita yang
memperjuangkan hak kaum Dhu'afa Acheh? Kita harap partai lokal lain dapat
berpikir secara jujur dan adil agar kita dapat menuju tujuan yang sama
akhirnya. Semoga Allah masih memberikan kesempatan kepada anda-anda untuk
memahami 'aqidah Islam murni. Disinilah kemenagan Acheh - Sumatra, ditempat
yang redha Allah. Aamin ya rabbal 'alamin.
Salaamun 'alaikum wr wbr.
Billahi fi sabililhaq
hsndwspgaya
di
Ujung Dunia
Administrator <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Anda telah mengirim komentar pada www.gatra.com:
Judul Berita: Faktor Islam
URL: http://www.gatra.com/artikel.php?id=106290
"Anda memohon kepada Allah tapi anda tidak meyakini system Allah sebaliknya
tenggelam dalam system Taghut yang membuat hukum-hukum Allah terinjak-injak.
Allah mengatakan:". . . . . . .waman lam yahkum bima anzalallah faulaika humul
kafirun" (kafirun, zalimun dan fasiqun). Terjemahan bebasnya: ". . . . . . .
Barang siapa yang tidak menghukum/memutuskan menurut (hukum) apa yang
diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir" (QS, 5 : 44) . . .
. . . . . Barang siapa yang tidak menghukum/memutuskan menurut (hukum) apa
yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim" (QS, 5 : 45)
. . . . . . . Barang siapa yang tidak menghukum/memutuskan menurut (hukum) apa
yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq" (QS, 5 : 47)
Sekarang coba anda pikirkan sedalam-dalamnya, hukum apakah yang telah anda
bersepakat untuk diterapkan terhadap orang-orang yang bersatupadu dalam system
Indonesia itu? Betapa banyak kaum dhu'afa yang telah dizalimi, dipenjara, di
anianya/siksa, dibunuh, dijarah hartanya, diperkosa dan berbagai penghinaan
jenis lainnya akibat persekongkolan orang-orang yang bersatupadu dalam lembaga
yang mereka namakan NKRI. Andaikata kita mampu berpikir pastilah kita memahami
bahwa semua orang yang bersatupadu dalam NKRI gadongan itu adalah, kafir, zalim
dan fasiq plus munafiqun. Lalu dimanakah posisi orang-orang yang terhimpun di
majalah Gatra ini? Dapatkah kalian menarik kesimpulan secara jujur?
(hsndwspgaya)
ACHEH - SUMATRA"
Anda dapat menghapus komentar tersebut dengan membalas email ini
(you could remove comment above by replying this email).
-------------------------------------------------------
dikirimkan oleh Administrator
dengan menggunakan fasilitas pengiriman email Gatra.com
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.