Bismillahirrahmanirrahim.

Ramadhan sebentar lagi akan mengunjungi kita, semoga kita termasuk 
orang yang beruntung.

Berikut ini beberapa landasan hukum yang berkaitan dengan Ibadah 
yang kita lakukan di Bulan Ramadhan baik yang bersumber dari Al-
Quran dan Al-Hadist :

1. (QS al-Baqarah [2]: 183)
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa 
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu 
bertakwa," (QS al-Baqarah [2]: 183)

2. (QS Al-Baqarah: 187) 
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan 
isteri-isteri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun 
adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak 
dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi 
maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang 
telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang 
bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian 
sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah 
kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah 
larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah 
menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. 
(QS Al-Baqarah: 187)

3. Rasul shalallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Allah memberi 
pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu 
biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana 
awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api 
neraka. Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya, maka Allah 
mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 

4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak 
butuh dengannya. 2 hal itu adalah; Syahadat Laa ilaaha illallah dan 
beristighfar kepadaNya. Adapun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah 
engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang 
membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari 
telagaku (Rasul saw.) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus 
sampai masuk surga" (HR al-`Uqaili, Ibnu Huzaimah, al- Baihaqi, al-
Khatib dan al-Asbahani)

4. Dari Salman al-Farisi ra. berkata: "Rasulullah saw. berkhutbah 
pada hari terakhir bulan Sya'ban: Wahai manusia, telah datang kepada 
kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, di dalamnya ada malam 
yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, 
dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan 
kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan 
yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti 
melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan 
kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, 
dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan 
orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api 
neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa 
tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.

5. Rasulullah saw. bersabda: "Betapa banyak orang yang berpuasa, 
tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali 
lapar dan dahaga" (HR Ahmad)

6. Rasulullah saw. bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di 
tanganNya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi 
Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, 
minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah 
bagiKu. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan 
kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali 
lipat kebajikan yang semisalnya. (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)

Semoga Allah swt memberi kita waktu untuk melaksanakan ibdah puasa 
ini. Dan semoga bertambah iman dan mudah dalam menjalankan perintah 
dan menjauhi laranangan Allah swt. Amin.

Semoga bermanfaat adanya.


Kirim email ke