http://www.antara.co.id/arc/2007/9/24/polisi-tingkatkan-pengamanan-di-aceh/
24/09/07 14:08 Polisi Tingkatkan Pengamanan di Aceh Banda Aceh (ANTARA News) - Aparat kepolisian meningkatkan pengamanan kawasan pantai timur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk mengantisipasi kriminal bersenjata api menjelang hari raya Idul Fitri 1428 Hijriyah. "Kita mengamankan kelancaran arus lalulintas dan juga kenyamanan bagi masyarakat yang ingin merayakan lebaran Idul Fitri," kata Kapolda NAD, Irjen Polisi Rismawan, di Banda Aceh, Senin. Pos-pos polisi akan segera didirikan khususnya dititik rawan kecelakaan di jalan raya dan gangguan kriminal sebagai upaya mengantisipasi khusus perampokan bersenjata, tambah dia. Dijelaskannya, pengamanan lebaran yang dirangkai dalam "operasi ketupat rencong" tersebut mulai digelar H-10 sampai H+7. "Posko-posko simpatik itu kita buka di beberapa lokasi di daerah rawan kecalakaan dan rawan gangguan kriminal. Pembentukan pos tersebut diperlukan sebagai upaya memberi rasa aman kepada masyarakat," tambah Kapolda. Untuk pengamanan lebaran atau "operasi ketupat rencong" itu dipimpin langsung masing-masing Kapolres di Aceh. Sementara kekuatan personil yakni sebesar 2/3 kekuatan dari masing-masing Polres. Terkait dengan pelaku kriminal bersenjata, Kapolda Rismawan menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap oknum masyarakat yang memiliki senjata api illegal. "Kita sudah mengeluarkan imbauan warga yang masih memiliki dan menyimpang senjata api secara illegal agar segera diserahkan ke polisi, kalau dalam tempo satu bulan tidak diserahkan maka aparat keamanan akan menggelar razia besar-besaran," kata dia. Waktu telah diberikan selama satu bulan terhitung 8 September 2007 untuk menyerahkan senjata api yang masih disimpan/dimiliki warga sipil secara illegal kepada aparat keamanan, kata Rismawan. (*) ++++ http://www.antara.co.id/arc/2007/9/24/p3ki-luncurkan-terjemahan-al-quran-berbahasa-aceh/ 24/09/07 12:44 P3KI Luncurkan Terjemahan Al-quran Berbahasa Aceh Banda Aceh (ANTARA News) - Pusat Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) meluncurkan terjemahan Al-Qur`an berbahasa Aceh. "Terjemahan ini adalah hasil karya dari ulama terkemuka Tgk. H. Mahjiddin Yusuf selama kurun waktu tiga puluh tahun," kata Ketua Direktur P3KI Prof Dr Ahmad Daudi MA di Banda Aceh, Senin. Menurut dia, Al-Qur`an terjemahan bahasa Aceh hasil kerjasama dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias tersebut merupakan cetakan kedua sekaligus untuk menyempurnakan cetakan sebelumnya pada tahun 1995. "Kali ini P3KI bekerjasama dengan BRR kembali mencetak 12.000 terjemahan Al-Qur`an berbahasa Aceh dengan total dana senilai Rp1,9 miliar," katanya. Ketua Panitia peluncuran Dr Abdul Rani Usman Msi mengatakan, terjemahan tersebut nantinya akan dibagikan ke sejumlah lembaga pemerintahan dan masyarakat di Aceh, termasuk ke 6.100 desa di Provinsi NAD. Selain itu, katanya, Al-Qur`an terjemahan bahasa Aceh itu juga akan disumbangkan ke berbagai perguruan tinggi yang ada di dalam dan luar negeri. Sementara, Kepala Deputi Sosial, Budaya dan Agama BRR NAD-Nias, T Safir Iskandar Wijaya mengatakan, peluncuran terjemahan Al-Qur`an berbahasa Aceh tersebut diharapkan dapat membantu penerapan syariat Islam di Aceh. "Al-Qur`an ini nantinya akan menjadi milik seluruh masyarakat sebagai upaya transformasi nilai, sehingga terwujud kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam," ujarnya. Dia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan menggunakan Al-Qur`an tersebut dengan baik. "Al-Qur`n ini jangan hanya dijadikan pajangan, tapi harus diamalkan," kata Safir.(*)
