Transkrip Berita Siaran Senin Pagi 1 Oktober 2007
 
Rahbar: Lawatan Ahamadinejad ke New York Penuh Berkah
Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Al-Udzma Sayed 
Ali Khamenei menilai kunjungan Presiden Ahmadinejad ke AS penuh berkah dan 
merupakan sumber kemuliaan bagi rakyat Iran. Ayatollah Ali Khamenei, dalam 
pertemuannya dengan Presiden Ahmadinejad, kemarin sore, menegaskan bahwa pidato 
Presiden Ahmadinejad di Sidang Majlis Umum PBB dan Universitas Columbia 
merupakan sumber kemuliaan rakyat Iran. Rahbar juga memuji muatan pidato dan 
sikap Presiden Ahmadinejad serta tanggapannya atas berbagai persoalan. 
Pada pertemuan ini, Presiden Ahmadinejad melaporkan kegiatan dan hasil-hasil 
kunjungannya ke tiga negara, AS, Bolivia, dan Venezuela.
 
Ahmadinjad: Musuh Gagal Kucilkan Iran
Presiden Republik Islam Iran, Dr. Mahmoud Ahmadinejad menyatakan, "Dengan 
pelbagai rencana yang telah dipersiapkan, para musuh berencana mengucilkan 
rakyat Iran di hadapan opini umum secara kotor. Namun, berkat pertolongan ilahi 
yang terjadi justru sebaliknya".
Menurut laporan kantor berita Fars, Presiden Ahmadinejad dalam sidang kabinet 
pagi kemarin, memaparkan kembali pidatonya di Sidang Majlis Umum PBB dan 
Universitas Columbia. Presiden Ahmadinejad mengungkapkan, "Siapapun yang hadir 
menyimak pidato, atau pun mengikuti laporan utuh moment tersebut, niscaya akan 
memahami jalan yang ditempuh pemerintah Republik Islam Iran secara benar dan 
tepat".
Selain menegaskan bahwa Iran kini memiliki program bagi perdamaian global yang 
berseberangan jauh dengan program kekuatan imperialisme dunia. Presiden 
Ahmadinejad menandaskan pula, "Meski seluruh propaganda musuh ditujukan untuk 
menghalangi tersebarnya substansi progaram ini pada masyarakat internasional. 
Namun untungnya, berkat karunia ilahi, suara telah didengar oleh sebagian besar 
masyarakat dunia dan di masa mendatang, kita bisa saksikan hasil positifnya".
 
Kesepakatan Akhir Iran-IAEA Kian Tekan AS dan Perancis
Seorang pakar strategi menyatakan bahwa molornya upaya perundingan untuk 
menerapkan sanksi yang lebih berat terhadap Iran oleh kelompok negara-negara 
5+1 merupakan hasil dari kesepakatan akhir Iran dan Badan Energi Atom 
Internasional (IAEA). 
Amir Al-Musawi dalam wawancara khususnya dengan televisi Al-Alam menegaskan, 
kesepakatan akhir Iran dan IAEA telah memberikan kesempatan pada 
lembaga-lembaga internasional dan negara-negara sahabat Iran untuk menekan 
sejumlah negara yang menginginkan diterapkannya sanksi baru terhadap Iran, 
semacam AS dan Perancis. 
Al-Musawai menambahkan, para kubu rasioanalis di lembaga-lembaga internasional 
tengah berupaya menyelesaikan kasus nuklir Iran lewat jalur diplomatik yang 
bisa diterima oleh semua pihak. Menurut pakar strategi ini, AS kali ini 
benar-benar menghadapi hambatan serius dalam upayanya untuk menjatuhkan sanksi 
baru DK PBB terhadap Iran lantaran tercapainya kesepakatan baru Iran-IAEA 
belakangan ini.
 


                                          
Ke Atas


       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

Kirim email ke