Saya berharap dan berdo'a....Semoga suatu saat nanti akan lahir pemimpin
Islam sejati dari kalangan sunny yang jauh lebih baik, lebih berani dan
lebih taqwa. Amiien.

Wassalam,

Marda

>>> Muhammad al qubra <[EMAIL PROTECTED]> 03-Oct-07 5:21:46 AM
>>>
          Rabu, 2007 September 05     Ahmadinejad Kekuatan Sebuah
Kesederhanaan       
  
"Jika nuklir itu sebuah kejahatan, mengapa Barat sepanjang tahun
memproduksinya. Namun, jika nuklir itu sebuah kebaikan, mengapa pula
kami dilarang untuk memilikinya?"
(Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad)

    Men sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa
yang sehat. Kalimat bijak ini agaknya sudah tidak sesuai lagi dengan
perkembangan zaman. Sekarang, belum tentu orang yang memiliki tubuh yang
kuat, tinggi besar, punya jiwa yang sehat. Dan sebaliknya, belum tentu
yang bertubuh kecil dan terkesan ringkih, memiliki jiwa yang sakit dan
kerdil.

Mahmoud Ahmadinejad bertubuh kecil, namun jiwa dan pikirannya sangat
sehat. Di "Republik Mimpi", presidennya bertubuh tinggi besar, jenderal
pula, tapi jiwa dan pikirannya tidak setangguh bobot badannya. Jika
Ahmadinejad sanggup mengepalkan tinju ke wajah George Bush, maka yang
terakhir itu sujud menyembah Bush. Ini bukan persoalan besar kecilnya
badan, tapi nyali. Walau betubuh kecil, Ahmadinejad memiliki nyali
raksasa. Sedang yang di "Republik Mimpi", badan boleh sebesar raksasa
tapi nyali sekecil semut.

Presiden Iran yang satu ini memang tengah menjadi ikon dunia. Simbol
bagi negeri-negeri tertindas yang tetap mempertahankan kehormatan dan
harga dirinya di hadapan Sang Tiran Dunia bernama Amerika Serikat. Dan
yang sungguh menarik, sosok presiden ini sangatlah bersahaya.

Jangan pernah membayangkan kantor Presiden Republik Islam Iran ini
menempati gedung semegah Istana Merdeka di Jakarta. "Istana" Ahmadinejad
cuma sebentuk bangunan kecil di wilayah padat di tengah Teheran.
Bangunan itu bahkan lebih kecil dibandingkan dengan kantor-kantor
departemen kita atau bila dibandingkan dengan Balaikota DKI Jakarta
sekalipun. Halamannya pun sangat sempit yang hanya cukup untuk parkir
beberapa mobil.

Di ruang depan yang disebut sebagai ruang penerimaan tamu, tidak ada
benda-benda yang mencerminkan kemewahan. Bahkan sekadar meja kecil untuk
menaruh gelas para tamu pun tidak tersedia. Foto Ahmadinejad pun tidak
ada menempel di dinding. Bukan saja di Istananya, di seluruh gedung
pemerintahan pun tidak ada yang menempel foto dirinya. Ahmadinejad
memang melarang semua aparatur pemerintahnya, juga sekolah-sekolah dan
universitas di Iran, memajang foto dirinya. "Itu sebuah pemborosan,"
demikian ujarnya.

Semua itu bersumber pada sikap dan kehidupan pribadi seorang
Ahmadinejad sendiri yang amat sangat sederhana. Inilah sosok pemimpin
yang meletakkan dunia di dalam genggaman tangannya, bukan di dalam
hatinya. Dalam cara berpakaian misalnya, Ahmadinejad sedari menjadi
mahasiswa Iran hingga menjabat presiden sekarang ini tetap saja
mengenakan pakaian yang itu-itu saja. Kemeja tanpa dasi, jas yang sangat
biasa, celana panjang lusuh, dan sepatu butut. Sama seperti mahasiswa
Iran kebanyakan.

Ahmadinejad dan keluarganya pun hanya menempati apartemen sederhana di
kawasan kelas menengah bawah di Nurmagi, tenggara Teheran. Apartemen dua
tingkat ini memiliki beberapa kamar. Halaman parkir cukup untuk dua
mobil. Rumah ini sudah ia tempati sejak ia menjadi wali kota Teheran dan
ia menolak pindah ke rumah dinas kepresidenan.

Pernah suatu ketika Presiden Ahmadinejad berkata kepada anaknya yang
tengah berselancar di dunia maya dan menyuruhnya berhenti. "Ayah tidak
punya cukup uang untuk membayar internet," ujarnya. Inilah kesederhanaan
seorang Ahmadinejad.
Menantang Zionisme

Walau sangat zuhud, Ahmadinejad ternyata sangat teguh menjaga harga
diri dan kehormatan keluarga dan bangsanya. Di wilayah Timur Tengah,
Iran merupakan negara yang terkuat dalam segi persenjataan dan juga
perekonomian, walau negeri ini sudah beberapa tahun diembargo Barat.

"Tabiat Barat dari dulu hingga sekarang ingin menguasai dunia dan
menjadikan banyak negara sebagai jajahannya. Ini harus dilawan!",
tegasnya. Dalam suatu kesempatan Ahmadinejad juga berkata, "Israel harus
dihapus dari peta bumi!".

Sikap kerasnya ini membuat Amerika geram. Dengan segenap daya upaya
Bush dan juga Israel menakut-nakuti Ahmadinejad dan juga bersekongkol
melancarkan operasi intelijen agar Presiden Iran itu bisa diturunkan.
Namun sejauh ini usaha itu sia-sia.

Untuk menyerang langsung, setidaknya untuk saat ini, Amerika harus
berpikir seribu kali karena Iran juga telah memiliki misil antar benua
yang bernama Shahab-5 yang mampu membawa kepala nuklir dan menjangkau
Amerika. "Amerika jangan coba-coba menyerang Iran, karena Iran akan
membalasnya dengan kekuatan yang tak akan pernah bisa dibayangkan
mereka!" tegas Ahmadinejad.

Kepada pemimpin-pemimpin negeri Islam, Ahmadinejad berpesan, "Kita
membutuhkan persatuan dan persaudaraan. Dunia Islam memiliki segala
potensi untuk maju. Kekayaan alam dan sumber daya manusia sangat
tersedia di negara-negara Islam. Jadi jangan takut pada Barat!".








abusisia <[EMAIL PROTECTED]> skrev:           Insya Allah berikut
inilah orang - orang yang didoakan oleh para 
malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, 
maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan 
bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan 
karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan 
dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al 
Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian 
yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, 
kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya 
Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah 
ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat 
berjamaah. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para 
malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada 
shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari 
Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani 
dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak 
membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat 
selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" 
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan 
Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh 
Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai 
membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil 
maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh 
kalian 'aamiin', karena barangsiapa
ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan 
diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari 
Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( 
berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam 
tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal 
wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan 
sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad 
no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara 
berjama'ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat 
shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari 
(yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan 
malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul 
lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada 
siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan 
malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah 
bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', 
mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan 
shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan 
shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad 
meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini 
dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang 
didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang 
dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang 
akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi 
wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah 
kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun 
mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim 
dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya 
seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah 
satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi 
orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah 
harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan 
dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 
1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya 
bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" 
Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu 
Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar 
ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At 
Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk 
saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang 
akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan 
di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan 
dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir 
berkomentar,"Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli 
ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara 
kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di 
dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang 
yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam 
Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al 
Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Wassalam 



                         

       
---------------------------------

Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis
lagringsplass http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke