MATA AIR ISLAM
  (Karya hsndwsp)
   
  Air
 adalah air
  Engkau sumber kehidupan
  Sa'at mentari memancarkan sinarnya
  Engkau membumbung ke angkasa, mmenjadi awan
  Dihembus angin kegunung
  Hujan lebat turun di
 pegunungan
  Mencebur ke
 sungai
  Menggapai lautan
   
  Air adalah air
  Engkau beresensi
  Tak pernah berhenti
  Hidupmu penuh tantangan
  Dihadang pepohonan
  Dihadang bebatuan
  Bendungan raksasa
   
  Embun adalah embun
  Penampilanmu mempesona
  Engkau takpernah beresensi
  Hidupmu sementara
  Falsafah hidupmu hampa
  Hidup untuk bekerja
  Bekerja untuk makan
  Makan untuk hidup
   
  Wahai embun menceburlah ke sungai
  Agar engkau hidup
 abadi
  Ketika Sangsurya memancarkan sinarnya
  Wajahmu mengundang pikiran yang aduhai
  Namun tak lama setelah itu
  Engkau lumer, tenggelam, musnah
  Riwayatmu dilupakan
   
  Engkau anjing serigala, tikus dan domba
  Engkau pengisap darah manusia
  Hidupmu penuh durjana
  Licik seperti anjing
  Rakus bagaikan serigala

  Serakah, tamak seperti
 tikus
  Menghambakan diri, tak berdaya macam domba
   
  Mata air Islam
  Engkau mulai dari Adam
  Menempuh liku - liku yang panjang
  Hidupmu penuh tantangan
  Dihadang pepohonan
  Dihadang bebatuan
  Bendungan raksasa
   
  Mata air Islam
  Engkau bukan hero
  Engkau bukan ratu adil
  Engkau bukan Malaikat
  Engkau Manusia teladan
  Engkau adalah Utusan Tuhan
  Engkau Imam dan Penyeru - penyeru kebenaran
   
  Mata air Islam
 
  Engkau bukan manusia supra
  Engkau bukan manusia super
  Engkau adalah model, teladan
  Engkau penempuh jalan mendaki lagi sukar
 
 Engkau pemimpin kaum dhu'afa
  Engkau standarisasi
  Engkau representant
  Wakil Tuhan di Bumi
   
  Adam bendunganmu Syaithan
  Habil bendunganmu Qabil
  Ibrahim bendunganmu Namrud
  Musa bendunganmu Fir'aun, Hamman, Karun dan Bal'am
  Harun bendunganmu Samiry
  'Isa bendunganmu Kaisar - kaisar di Rhoma
  Muhammad bendunganmu Abu Sofyan, Abu Jahal dan Lahab
  'Ali bendunganmu Mu'awiyah bin Abi Sofyan
  Hussein bendunganmu Yazid bin Mu'awiyah
  Penyeru kebenaran bendunganmu basyar – basyar
   
  Wahai embun menceburlah kesungai
  Agar engkau hidup abadi
  Agar engkau dapat menggapai lautan
  Kembali keasalmu
 
 Agar engkau tidak sekedar existensi
    Terimalah seruan  Mata Air Islam

   
   
   
   


----- Original Message ----
From: muhammad nasir <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, October 10, 2007 12:47:41 PM
Subject: Re: [IACSF] BRR TETAP BAYAR HONOR TIM ASISTENSI BUPATI 21 JUTA SEBELUM 
IDL FITRI










  


    
            
Orang2 di BRR tetap "keras kepala". Memangnya itu uang pribadi apa?
  

Michael Hara Acheh <payakareung@ yahoo.com> wrote:
        BRR Tetap Bayar Honor Tim Asistensi Bupati
* Dewas tak Setuju Rp 21 Juta/Orang 
  [ rubrik: Serambi | topik: Rekontruksi & Rehabilitasi Aceh ]
  BANDA ACEH - Karena istilah “tim asistensi bupati/walikota” tidak dikenal 
dalam PP 41/2007 tentang Perangkat Pemerintah Daerah, Dewan Pengawas (Dewas) 
BRR NAD-Nias tidak menyetujui honor tim yang kontroversial itu dibayar Rp 21
 juta/orang/bulan. Akan tetapi, di tengah polemik mengenai hal itu ada pejabat 
BRR yang diam-diam mengusulkan pencairan honor tim asistensi itu ke Kantor 
Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Khusus. Berdasarkan penelusuran Serambi 
hingga kemarin, ternyata pejabat BRR yang mengusul pencairan honor tim 
asistensi itu adalah Kasatker Pembelajaran dan Pengembangan SDM pada Deputi 
Kelembagaan dan Hukum BRR NAD-Nias, Dudie Jamaluddin. Ia menyampaikan usulan 
pencairan itu kepada KPPN Khusus di Banda Aceh, Senin (8/10).
  Lalu pada Selasa (9/10) KPPN Khusus memprosesnya. Sedangkan Rabu (10/10) pagi 
ini surat perintah pembayaran dana (SP2D)-nya akan diterbitkan oleh KPPN 
Khusus. 
  Meski ada 23 orang anggota tim asistensi yang telah di-SK-kan Ketua Badan 
Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, 
tapi yang sudah diusul Kasatker untuk segera dibayarkan adalah untuk 13 orang 
saja dengan nilai Rp 819 juta.
 
  Penjabat
 Ketua Dewas BRR NAD-Nias, Naimah Hasan yang dikonfirmasi Serambi, Selasa sore, 
tentang usulan pencairan dana asistensi bupati/walikota mengatakan, pihaknya 
sudah mengetahui tentang usulan pencairan honorarium untuk tim asistensi 
bupati/walikota itu dari website KPPN Khusus. Usulan itu dibuat oleh Kasatker 
Pembelajaran dan Pengembangan SDM, Dudie Jamaluddin, Senin (8/10) kemarin. 
  Jumlah dana yang akan dicairkan setelah dipotong pajak nilainya menjadi Rp 
696,150 juta. Dana itu untuk membayar tim asistensi sejak April-Agustus 2007 di 
tiga kabupaten, yaitu Aceh Timur, Aceh Barat, dan Aceh Barat Daya. Sedangkan 
dua daerah lagi, yaitu Aceh Jaya dan Kota Banda Aceh belum diusul. 
  Naimah mengatakan, berdasarkan hasil rapat, anggota Dewan Pengawas BRR 
NAD-Nias tidak setuju bila Bapel BRR NAD-Nias membayar honorarium tim asistensi 
bupati. “Ketidaksetujuan dan keberatan itu akan kita sikapi dengan mengirim 
surat kepada Ketua Bapel dan
 Ketua Dewan Pengarah
 Rehab Rekons NAD-Nias besok,” kata Naimah kemarin. 
  Keberatan Dewas, menurutnya, adalah karena Dudie Jamaluddin belum 
menindaklanjuti sepenuhnya surat teguran Dewas BRR yang sebelumnya dikirim 
kepada Deputi Kelembagaan dan Hukum BRR. 
  Dalam surat itu, ungkap Naimah, Dewas meminta agar program asistensi 
bupati/walikota itu dikonsultasikan kembali ke masing-masing bupati/walikota 
dan ditunda serta dicari format lain yang sesuai dengan aturan yang berlaku. 
  Alasannya, karena dalam PP 41 Tahun 2007 tentang Perangkat Lembaga Daerah, 
istilah tim asistensi tidak dikenal. Yang boleh ada cuma staf ahli, itu pun 
jumlahnya paling banyak lima orang. Dengan demikian, program tim asistensi 
bupati/walikota itu tidak layak untuk diteruskan. 
  Tapi yang mengherankan, kata Naimah, mengapa surat Dewas belum 
ditindaklanjuti sepenuhnya. Terbukti, Kasatker Pembelajaran dan Pengembangan 
SDM Deputi Kelembagaan dan Hukum BRR
 tetap ngotot mencairkan
 dana tim asistensi bupati itu, tanpa memberikan penjelasan yang kuat. 
  Menurut Naimah, untuk membantu bupati memperkuat pelaksanaan pemerintahan di 
kabupaten bekas konflik dan tsunami yang dinilai masih lemah, program yang 
lebih tepat dilaksanakan ––seperti yang dilakukan bidang lainnya di Deputi 
Kelembagaan dan Hukum BRR–– adalah program dukungan pengadaan tim ahli untuk 
mendorong pelaksanaan tugas legislatif di DPRK. 
  Honor yang dibayar kepada mereka juga sesuai dengan HSU yang dikeluarkan 
Ketua Bapel, yaitu antara Rp 4-Rp 5 juta/orang. 
  Selain itu, istilah tersebut juga dikenal di dalam PP 41 Tahun 2007. 
Sebaliknya, tim asistensi justru tidak dikenal dalam PP tersebut. 
  Oleh karena itu, kata Naimah, apabila dipaksakan pelaksanaannya, jelas 
melanggar aturan yang ada, kendati untuk pembayaran honorariumnya sudah ada SK 
Ketua Bapel BRR yang dikeluarkan 3 Juli 2007. 
  KPPN Khusus, kata
 Naimah Hasan, tentunya akan
 menerbitkan SP2D honorarium tim asistensi bupati, karena dasar hukumnya sudah 
ada, yaitu SK Ketua Bapel BRR per 3 Juli 2007. 
  Naimah berterus terang bahwa Dewas sangat terkejut ketika melihat SK tim 
asistensi yang dikeluarkan Ketua Bapel BRR. Tidak hanya nilainya yang sangat 
besar dan tak rasional, tapi programnya juga tak dikenal dalam agenda penguatan 
pemerintahan di daerah. 
  Penetapan besarannya honorariumnya juga tak sesuai atau melanggar standar 
honorarium (HSU) yang dikeluarkan Ketua Bapel tahun 2007. Besaran honorarium 
tim asistensi itu, kata Naimah, menjurus kepada pemborosan dana rehab-rekons 
dan melukai perasaan korban tsunami yang kini masih banyak tinggal di barak dan 
shelter. 
  Program itu juga, menurutnya, sangat tidak efektif dan efisien serta kurang 
memberi manfaat kepada publik dibandingkan dengan program yang hampir serupa 
yang dilakukan Deputi Kelembagaan dan Hukum untuk mendorong pelaksanaan
 legislasi di DPRK. 
 
 Harusnya, setelah Deputi Kelembagaan dan Hukum menerima surat teguran Dewas, 
ia langsung mengalihkan program tersebut menjadi semirip program dukungan staf 
ahli untuk DPRK, bukan justru dilanjutkan seperti yang terjadi sekarang ini. 
“Dewas tetap mempertanyakan pembayaran honorarium untuk tim asistensi bupati 
tersebut kepada Ketua Bapel BRR dalam waktu dekat,” tukas Naimah yang juga 
anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. (her)
      Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!   




 
      
 Check out  the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.





    
  

    
    




<!--



#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--



#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--



#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;padding:5px 0;}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->









       
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the 
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 

Kirim email ke