Wagub: Jangan Ada Lagi Provokasi yang Ganggu Perdamaian 
 
Banda Aceh, (Analisa) 
Wakil Gubernur (Wagub) Muhammad Nazar menegaskan jangan ada provokasi yang bisa 
mengganggu perdamaian di Aceh. Suasana damai yang telah cukup baik ini harus 
bisa dipelihara dengan baik, sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi 
masyarakat Aceh. 
Secara umum kondisi perdamaian di Aceh baik, maka nya diharapkan kepada semua 
pihak dapat menjaga keamanan dan kedamain ini serta jangan melakukan 
provokasi-provokasi yang dapat mengacau suasana. 
Diharapkan perdamaian ini terus berlanjut untuk kelanjutan pembangunan di Aceh. 
“Kita harapkan momentum Syawal ini, perdamaian terus terpelihara dan 
pembangunan Aceh terus berkelanjutan,” tegas Muhammad Nazar kepada wartawan, 
seusai melepas pawai takbiran malam 1 Syawal 1428 H di halaman depan Masjid 
Raya Baiturrahman Banda Aceh. 
Pembangunan ini harus berkelanjutan, karenanya Pemprov Aceh terus berusaha dan 
menekankan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk terus membangun. Sangat tidak 
baik, jika usaha keras pemerintah itu untuk membangun Aceh di sisi lain ada 
pihak yang berusaha mengacaukan Aceh. 
Dikatakan, secara sistematis Aceh kini telah memiliki undang-undang tersendiri 
yakni Undang-Undang Pemerintah Aceh, serta memiliki sumber dana yang baik. 
Maka ini harus dikelola dengan baik. Maka nya, janganlah hal itu dikacaukan 
dengan keributan-keributan yang bisa menghambat pembangunan itu sendiri. 
“Jangan ada pihak-pihak yang membuat kacau dengan mengeruhkan suasana,” tegas 
Nazar sembari menambahkan jikapun sampai saat ini masih ada aksi bersenjata, 
maka hal itu harus bisa dihilangkan dan dihentikan, sebab masyarakat sedang 
menikmati arti sebuah perdaiman di Aceh ini. 
Sementara itu, suasana malam takbiran 1 Syawal di Banda Aceh berlangsung aman 
dan damai. Di mana, ribuan warga Ibu Kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 
(NAD) larut dalam suasana kegembiraan menyambut hari kemenangan, setelah 
sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa. 
Pada malam takbiran tersebut selain dihadiri Wagub juga hadir Kapolda Aceh 
Irjen Pol Rismawan, Ketua DPRA Sayed Fuad Zakaria, Sekdaprov Husni Bahri TOB, 
Rektor Unsyiah dan Rentor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh serta Ketua MPU dan Imam 
Besar Masjid Raya Baiturrahman. 
Pawai 1 Syawal itu diikuti sekitat 60 peserta. Mereka ini ada yang berkonvoi 
menggunakan kendaraan roda empat dan dua serta ada juga pawai jalan kaki yang 
diikuti para remaja masjid dari Banda Aceh, Aceh Besar dan sebagian dari 
Kabupaten Pidie. 
Masyarakat Banda Aceh terlihat begitu antusias menyaksikan pawai takbiran ini. 
Di sepanjang jalan protokol yang dilalui peserta pawai, masyarakat menyaksikan 
secara dekat. Bahkan karena antusiasnya ingin ikut bertakbiran, membuat 
sejumlah ruas jalan menjadi macat. 
Suasana damai ini memang sangat dirasakan oleh masyarakat. Tanpa ada keraguan 
dan kekhawatiran, masyarakat menyaksikan pawai yang sangat meriah ini. Harapan 
masyarakat, perdamaian ini memang bisa berlangsung langgeng bagi Aceh 
selamanya. 
“Kita mengharapkan perdamaian ini tidak terhenti dan terputus hanya kerena ulah 
segelintir orang,” ujar Usman Abdullah, seorang warga Banda Aceh di sela-sela 
menyaksikan malam takbiran di Banda Aceh. (irn) 

 





Topik Lain

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf: Kredit Peumakmue Nanggroe Bukan Bantuan 
PercumaLagi, Laka Lantas di Bireuen Dua Pengendara Tewas Dua Kritis Sembilan 
Luka-lukaKajari Tapaktuan Tolak Permohonan Penangguhan Tersangka KorupsiBupati 
Aceh Singkil Akan Rombak KabinetnyaSabang Perlu Tetapkan Prioritas Strategi 
Kebijakan PembangunanMasyarakat Diminta Waspadai Calo CPNSArus Balik di Langsa 
Mulai PadatHarga Berbagai Kebutuhan Dapur MelonjakLintas Takengon-Bireuen Rawan 
Longsor


 
_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE!
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/

Kirim email ke