Omar Putéh menulis:
   
  Bukan demikian cara menjelaskan duduk sesuatu perkara, seperti perkara Achèh 
dengan Gayo.  
   
  Tengok itu si Alauddin Ziyadovich Umarov @ Rima @ Affan Ramli, dengan 
berbagai cara termasuk cara bertukar nama aliasnya, padahal sudah jelas-jelas 
kita buktikan bahwa nama lain Alauddin Ziyadovich Umarov  adalah Rima dan Affan 
Ramli, tetapi anak ini masih selamba atau masak bodoh, seolah-olah itu bukan 
namanya padahal semua orang sudah tahu yang setiap nama itu menghasilkan suara 
bahasa dari susunan kalimat yang sama, dari orang yang sama.
   
  Ini telah dibuktikan ketika dia "kentut" dan "Tjeumarôt".  Apa itu yang 
dimaksud dengan: Dia itu "kentut"? Ketika "Affan Ramli" (dia pandai juga 
tjeumarôt) terus menyibukkan diri menyajikan tulisan-tulisan dari media-media 
di Pulau Jawa, terutama tentang Iran atau Amerika dan sebagainya, tiba-tiba 
Rima "kentut" ( tjulôk duroë awé: "Komunis-atheisme", u bak puntja geutôt 
djiteubit)) seperti tulisan kentutnya Alauddin Ziyadovich Umarov yang persis 
sama dari sebelumnya: Tulisan-tulisan dari propaganda komunis-atheis Jawa.
   
  Jadi karena dia tidak tahu untuk memahanmi apa sebenarnya itu Marxisme, apa 
sebenarnya itu Leninisme (Stalinisme), apa sebenarnya itu Komunisme apa 
sebenarnya itu Sosialisme, maka dia marah-marah: Kenapa jadinya aku dengan 
sosialisme?.... hardiknya, sehingga dia membandalkan dirinya menghina Allah SWT 
dan Muhammad SAW, Rasulullah, seperti yang saya forwardkan balik, beberapa hari 
yang lalu kepadanya
   
  Kalau Maosime tentunya dia tahu, yang itu adalah modifikasi dari 
Lenisme-Stalinisme , seperti semua orang tahu yang Soekarnoisme itu adalah 
komunisme kacang Soya? 
   
  Walaupun semua orang tentu tidak akan pasti tahu, mengapakah Soekarnoisme 
itu, sampai dikatakan sebagai Komunisme Kacang Soya.  Jangan silap, namun yang 
itu bukanlah dimaksudkan dengan komunisme tempe, oncom atau tahu.
   
  Untuk mengetahuinya kenapa disebut komunisme kacang soya, maka sebahagian 
orang pula mencari bermacam-macam cara untuk mengetahuinya. 
   
  Demikianlah kalau masih kurang tepatnya Abu Takengon dalam menjelaskan 
kedudukan Gayo dan Achèh.  Katakanlah lewat istilah Abu Takengon sendiri Melayu 
Tua saja Abu Takengon tidak tepat menerangkannya.  Jangan emosi!
   
  Mereka-mereka dari MP-MB GAM atau Komite (Komunis) Persiapan Achèh Merdeka 
Demokratik, mengirim kutu-kutu babi (manok meuaneuk), mawas (Jhon Indiana), 
biawak (paya bujok), babi peliaharaan (merdeka 2007) atau sederetan nama lain 
yang punya kesamaan DNA dengan Alauddin Ziyadovich Umarov @ Rima @ Affan Ramli 
menyerang Abu Takengon.
   
  Ingat! Janganlah kitapun menjadi sibuk dan terburu-buru, lantas 
mencabik-cabik diri kita sendiri.
   
  Silakan Abu Takengon membuat tulisan yang lebih bagus dan tidak seperti 
dibawah ini, yang masih mengundang banyak masalah.
   
  Oma Puteh,
  Norway 

Abu Takengon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dalam ilmu Antropolgi ada istilah yang disebut ETNOSENTRISME, artinya 
adalah
jangan pernah menilai dan memberikan pandangan tentang suatu prilaku, budaya, 
dll yang
berkaitan dengan sejarah melalui KACAMATA SENDIRI.
artinya kita dituntut untuk memandang suatu persoalan dengan OBJEKTIF dan tidak 
hanya mengedepankan
PANDANGAN PRIBADI kiat aja.

apa yang anda katakan  dalam milist ini ttg Gayo adalah ASBUN (ASAL BUNYI).

yang perlu anda ketahui adalah:
1. Melayu Tua datang ke daerah ini (yang sementara ini disebut ACEH) pada 
gelombang pertama
    setelah itu barulah datang kelompok Melayu Muda pada gelombang kedua.
    apa anda tau siapa Melayu Tua itu ?, 
    jawabnya adalah : yang disebut Melayu Tua  itu lah GAYO !!!
    dan yang disebut Melayu  Muda itulah ACEH !!!!
   JADI BIAR ANDA TAU, NENEK MOYANG KAMI LEBIH DULUAN MENEMPATI DAN MENDIAMI 
DAN BERTEMPAT TINGGAL 
   DI WILAYAH INI DIBANDINGKAN DENGAN NENEK MOYANG MU !!!.

Justru Bangsa Aceh yang dikenal sebagai Bangsa Penipu !!!, kenapa saya berani 
bilang seperti itu ?
jawabnya karena TIPU ACEH sudah terkenal sampai ke seluruh pelosok dan penjuru 
DUNIA jadi wajar saja 
kalau Bangsa Aceh selalu DITIPU oleh Pemerintah RI dalam hal Perjanjian MoU 
Helsinki atau dalam hal apapun karena
Bangsa Aceh pun sudah MENIPU GAYO, kenapa demikian ? 
GAYO yang duluan menempati daerah ini kenapa Aceh mengklaim bahwa ini daerahnya 
?????? 

jadi kesimpulannya :

TUKANG TIPU (BANGSA ACEH) KENA TIPU OLEH RI.(jadi impas dunk)
jadi, BANGSA ACEH DAN RI ADALAH SETALI TIGA UANG YAITU: SAMA-SAMA TUKANG TIPU. 
!!!! 

NB : kalau anda tidak percaya dan tidak yakin dengan apa yang saya ucapkan 
diatas tentang Melayu Tua dan Melayu Muda 
        silahkan anda tanyakan kebenarannya pada dosen sejarah di universitas 
anda atau anda melakukan penelitian ilmiah sendiri
        sampai ke negeri BELANDA untuk membuktikan sendiri apakah yang saya 
ucapkan ini benar/tidak, (cukup demokratis kan ?) 
satu hal yang ingin saya sampaikan:

ORANG ACEH YANG PALING BERPENGARUH SEKALIPUN TIDAK AKAN BISA MEMBANTAH 
KEBENARAN BAHWA
ORANG GAYO LAH YANG PERTAMA KALI MENDIAMI DAERAH INI. !!!!
karena semua itu dapat dibuktikan secara ilmiah dan dengan metode empiris. 

Kenapa GAYO tidak mau disebut sebagai Bangsa ACEH ?
Jawabnya : karena orang GAYO tidak mau disebut orang sebagai Bangsa TUKANG TIPU.

Wass,
Abu Takengon
The Bangsagayo Democratic Movement. 






  On Nov 27, 2007 7:26 PM, penggriek griek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            
    

  ----- Original Message ----
From: penggriek griek <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 27, 2007 7:17:12 PM
Subject: bangsa gayo(bangsa budak)

    berbicara masalah siapa bangsa gayo yang sebernarnya,perlu kita kaji 
kembali melalui sejarah aceh.bangsa gayo pada dasarnya mereka bangsa yang 
berasa dari medan dan padang,kebanyakan dari mereka pergi ke aceh di bawa oleh 
tuan tanah dan setiba ke aceh mereka di jadikan sebagai budak.jadi kalau ada 
kawan-kawan saya yang bersal dari tanah gayo saya minta maaf.sebab ini memang 
kenyatan daripada sejarah.walaupun anda hari ini keturunan budak(orang 
gayo).anda juga mempunyai hak-hak dasar sebagai bangsa aceh yang mulia sebab di 
aceh sekarang tidak ada lagi budak sebab pada masa kerajaan iskandar muda 
budak-budak yang hidup di aceh sudah di merdekakan semuanya.walaupu saat ni ada 
seseorang yang ketawanya besar di waroeng-waroeng kopi maka anggaplah dia 
keturunan budak yang baru merdeka.sebab kenapa dulunya kaum budak itu tidak 
pernah bisa ketawa..jadi bangsa gayo yang mulia anda bersyukurlah hari ini 
sebab suku anda masih ada. 


  
---------------------------------
  Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it 
now. 




  
---------------------------------
  Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage. 





  

                         

       
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites.  Make Yahoo! your homepage.

Kirim email ke