Hemat saya persoalan Papua  lebih sulit dari Aceh, antara lian karena (a) 
daerah luas, (b) kaya kekayaan alam, (c) sedikit jumlah penduduk  (d) kurang 
kader intelektual, (f) masalah transport dan komunikasi. Faktor-faktor ini 
kalau tidak diperhatikan betul bisa memberikan penilaian yang keliru.

  ----- Original Message ----- 
  From: Muhammad al qubra 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[email protected] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, December 01, 2007 7:56 PM
  Subject: [PEMBEBASAN PAPUA] Vedr. [www.aceh-online.com] KUNTORO MANGKUSUBROTO 
ADALAH BONEKA HIDUP YANG DIKONTROL OLEH MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO CS UNTUK 
MEMEGANG LANGSUNG PEMERINTAH ACHEH DI ACHEH


  Nampaknya persoalan Acheh lebih rumit dibandingkan West Papua

  Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> skrev:

    http://www.dataphone.se/~ahmad
    [EMAIL PROTECTED]

    Stockholm, 18 November 2007
     
    Bismillaahirrahmaanirrahiim.
    Assalamu'alaikum wr wbr.
     


    KUNTORO MANGKUSUBROTO ADALAH BONEKA HIDUP YANG DIKONTROL OLEH MBAH SUSILO 
BAMBANG YUDHOYONO CS UNTUK MEMEGANG LANGSUNG PEMERINTAH ACHEH DI ACHEH
    Ahmad Sudirman
    Stockholm - SWEDIA.
     


    MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO YANG MENGONTROL ACHEH LANGSUNG MELALUI BONEKA 
HIDUP KUNTORO MANGKUSUBROTO DENGAN BRR-NYA

    Hanyalah orang-orang yang lemah akal dan pikiran serta dangkal pengetahuan 
politik Acheh saja yang menganggap bahwa Kuntoro Mangkusubroto adalah orang 
yang berkuasa di Acheh. Mengapa?

    Karena sebenarnya Kuntoro Mangkusubroto yang merupakan Ketua pelaksana 
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Acheh - Nias hasil bentukan Perpu 
Nomor 2 Tahun 2005, UU Nomor 10 Tahun 2005 dan Kepres Nomor 63 Tahun 2005 
adalah hanya merupakan boneka hidup saja yang dimainkan dan dikontrol oleh mbah 
Susilo Bambang Yudhoyono.

    Nah, kalau ada orang yang berteriak-teriak didepan kantor BRR Acheh - Nias 
di Banda Acheh sambil menyumpah serapah Kuntoro Mangkusubroto, maka orang 
tersebut adalah orang yang lemah pikiran, pendek jalan otaknya dan dangkal 
pengetahuan politik, hukum tentang Acheh dikaitkan dengan Perpu Nomor 2 Tahun 
2005, UU Nomor 10 Tahun 2005 dan Kepres Nomor 63 Tahun 2005.

    Sekarang, kalau rakyat dan bangsa Acheh ingin melenyapkan BRR Acheh - Nias 
bukan melalui boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto, melainkan harus melalui 
dalangnya, yaitu mbah Susilo Bambang Yudhoyono cs di Jakarta. Karena mbah 
Susilo Bambang Yudhoyono cs inilah yang sebenarnya yang menjadi dalang dan 
pengontrol BRR Acheh - Nias, bukan boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto.

    Selama mbah Susilo Bambang Yudhoyono cs terus bersikeras untuk memegang 
Acheh sampai bulan April 2009, maka tidak seorangpun di Acheh yang mampu dan 
sanggup menjungkirkan boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto dengan BRR-nya.

    Kecuali kalau seluruh rakyat dan bangsa Acheh tampil serentak melakukan 
protes kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Tetapi adakah seluruh 
rakyat dan bangsa Acheh mahu tampil menyeruduk secara bersama-sama kepada mbah 
Susilo Bambang Yudhoyono untuk membubarkan BRR Acheh - Nias dam diserahkan 
secara penuh kepada Pemerintah Acheh hasil pilihan rakyat dan bangsa Acheh ?.

    Sepengetahuan Ahmad Sudirman hanyalah segelintir kecil rakyat dan bangsa 
Acheh yang mahu tampil melakukan pendobrakan pintu istana mbah Susilo Bambang 
Yudhoyono di Jakarta untuk membubarkan BRR Acheh - Nias dengan cara mencabut 
kembali Perpu Nomor 2 Tahun 2005, UU Nomor 10 Tahun 2005 dan Kepres Nomor 63 
Tahun 2005.

    Nah, apalagi kalau saudara "Gubernur Acheh" Irwandi Yusuf ataupun saudara 
"Wakil Gubernur Acheh" Muhammad Nazar, begitu juga saudara "Walikota Sabang" 
Munawar Liza Zainal  dan tidak ketinggalan saudara "Bupati Bireuen" Nurdin 
Abdul Rahman serta para pendukung mereka tidak mampu dan tidak berani lagi baik 
secara politik atau hukum dengan terbuka untuk mendobrak pintu istana mbah 
Susilo Bambang Yudhoyono guna membubarkan BRR Acheh - Nias dan diserahkan 
kepada Pemerintah Acheh dan kepada Kepala Pemerintah Daerah Sumatera Utara. 
Maka itu BRR Acheh - Nias bersama boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto tetap saja 
bercokol sampai bulan April 2009 mendatang.

    Dan tentu saja, bukan hanya masalah tidak adanya kesanggupan dan ketekadan 
kuat seluruh rakyat dan bangsa Acheh untuk mendobrak BRR Acheh - Nias melalui 
pintu istana mbah Susilo Bambang Yudhoyono, melainkan juga karena dalam BRR 
Acheh - Nias adalah merupakan sumber bisnis yang besar baik bagi para tengkulak 
dan konglomerat baru Acheh yang ada di Acheh ataupun konglomerat yang ada di 
luar Acheh untuk berlomba-lomba memenangkan tender melalui lelang yang 
diadadakan oleh BRR Acheh - Nias melalui jalur Pusat Layanan Pengadaan 
Barang/Jasa Pemerintah.

    Nah, inilah juga merupakan umpan yang baik yang dibuat oleh mbah Susilo 
Bambang Yudhoyono yang dilambungkan dan dilemparkan dari istana di Jakarta ke 
tengah-tengah kolam renang Acheh. Tentu saja yang akan menyantok umpan mbah 
Susilo Bambang Yudhoyono melalui jalur Pusat Layanan Pengadaan Barang/Jasa 
Pemerintah BRR-nya adalah para tengkulak dan konglomerat Acheh di Acheh dan 
para konglomerat di luar Acheh yang matanya hijau melihat sumber bisnis di 
Acheh untuk tahun anggaran 2008 yang diperkirakan sebanyak 427 paket bisnis.

    Dan celakanya tentu saja Kepala Pemerintah Acheh saudara "Gubernur Acheh" 
Irwandi Yusuf merasa senang didampingi oleh boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto 
dengan BRR-nya, karena melalui BRR bisa mendapatkan tender melalui lelang jalur 
Pusat Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    Dan celakanya perjuangan untuk melakukan pengamandemenan UU tentang 
Pemerintahan Acheh tanggal 11 Juli 2006 yang tidak mengacu pada MoU Helsinki 15 
Agustus 2005 kearah MoU Helsinki 15 Agustus 2005 sudah makin memudar, bahkan 
sudah hampir lenyap. Dan keadaan inilah yang memang dikehendaki oleh mbah 
Susilo Bambang Yudhoyono bersama boneka hidup BRR-nya Kuntoro Mangkusubroto.

    Dan tentu saja, mbah Susilo Bambang Yudhoyono akan terus berusaha untuk 
menutupi lubang-lubang di Acheh yang mengarah kepada pengamandemenan UU tentang 
Pemerintahan Acheh tanggal 11 Juli 2006 dengan melalui bisnis BRR-nya bersama 
boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto.

    Terakhir, disamping itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono bersama boneka hidup 
Kuntoro Mangkusubroto terus menggiring negara-negara donor yang membantu Acheh 
agar tidak berhubungan bisnis dengan pihak Pemerintah Acheh yang baru yang 
dipegang oleh saudara "Gubernur Acheh" Irwandi Yusuf, melainkan pihak 
negara-negara donor itu harus berhubungan dengan boneka hidup Kuntoro 
Mangkusubroto sebagai kepala penguasa Acheh dibalik selimut BRR untuk melakukan 
bisnis-nya di Acheh, sambil berteriak-teriak dengan slogan BRR-nya "Membangun 
kembali masyarakat Acheh dan Nias, baik kehidupan individu maupun sosialnya. 
Membangunkembali infrastruktur fisik dan infrastruktur kelembagaan. Membangun 
kembali perekonomiannya sehingga dapat berusaha sebagaimana sebelumnya. 
Membangun kembali pemerintahan sebagai sarana pelayanan masyarakat."

    Inilah taktik dan strategi mbah Susilo Bambang Yudhoyono cs untuk terus 
menduduki dan mengikat Acheh melalui  boneka hidup Kuntoro Mangkusubroto 
bersama BRR-nya.

    Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk 
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah 
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP 
http://www.dataphone.se/~ahmad

    Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*
     
    Wassalam.
     
    Ahmad Sudirman
     
    http://www.dataphone.se/~ahmad
    [EMAIL PROTECTED]
    ----------

    http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=2170

    Jumat, 16 Nopember 2007, 11:10 WIB
    BRR Tenderkan Proyek Tahun 2008
    Reporter : AK News

    Banda Aceh - Meskipun tahun anggaran 2008 masih dua bulan lagi, Badan 
Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh - Nias mengumumkan paket lelang 
kegiatan dan proyek tahun anggaran 2008 secara kolektif di seluruh Aceh dan 
Nias. Hal ini dilakukan agar ketika memasuki Januari 2008 paket-paket pekerjaan 
sudah dapat dilaksanakan di lapangan.

    "Pengalaman sebelumnya proses pelaksanaan tender baru dimulai pada bulan 
April sehingga waktu yang tersisa hanya beberapa bulan," ujar juru bicara BRR 
NAD- Nias Tuanku Mirza Keumala, Jumat (16/11).

    Mirza menegaskan, meskipun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2008 
belum disahkan, sesuai Keppres 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan 
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, diperbolehkan melakukan tender pra DIPA. 
Dengan catatan, sesuai peraturan, para rekanan tidak akan menuntut jika ada 
kegiatan yang mungkin tidak disahkan di dalam DIPA. Itu sebabnya, para rekanan 
yang berminat diwajibkan untuk meneken  surat tidak akan mengajukan tuntutan 
jika ada paket yang tidak disahkan.

    Meskipun tendernya dilaksanakan lebih cepat, namun untuk penandatanganan 
kontrak tetap dilakukan setelah DIPA disahkan. "Ini adalah sebuah terobosan 
untuk percepatan pelaksanaan di lapangan. Sehingga pelaksanaan fisiknya dapat 
dimulai pada bulan Januari 2008. Sehingga cukup waktu untuk menyelesaikan 
seluruh tahapan pekerjaan," jelas Mirza.

    Selain itu, dengan pembukaan lelang secara terbuka secara serentak ini, 
kata Mirza, dimaksudkan sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi BRR. 
"Dengan demikian kita berharap masyarakat dapat bersama-sama mengawasi 
proyek-proyek di daerahnya," kata Mirza.

    Mirza menambahkan, setidaknya ada 427 paket yang akan diumumkan secara 
serentak. Selain di kantor pusat Lueng Bata, Banda Aceh, ke-427 paket tersebut 
tersebar di kantor-kantor regional dan kantor distrik.

    Untuk pendaftaran dan pengambilan dokumen lelang, kata Mirza, akan 
dilakukan mulai 26 November mendatang. Pendaftaran dilakukan pada satker dan 
Pejabat Pembuat Komitmen di wilayah masing-masing sesuai dengan alamat yang 
tertera pada pengumuman. Informasi mengenai paket-paket yang akan dilelang juga 
dapat dilihat di internet lewat situs http://aceh.eproc.brr.go.id. [adw]
    ----------








------------------------------------------------------------------------------

        Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk. 


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.12/1162 - Release Date: 11/30/2007 
9:26 PM

Kirim email ke