Sorry saudara saya, tapi saya terpaksa juga garus bilang kalau di Aceh masih berlaku hukum monyet. Sudah berapa kali saya perhatikan, setiap kali ada musyawarah pasti ujung-ujungnya berantem malah ada yang maen jotos. Kemarin ini anggota SIRA pulak yang ambil bagian dalam hukum MONYET ini. Kalaulah kita tanya diri kita, arti dari musyawarah itu bukankah = DUDUK MUAFAKAT, duduk bermusyawarah dan berbincang. Biasanya, kalau kita tidak mengamalkan HUKUM MONYET dalam duduk muafakat pasti ada solusi yang baik. Masalah berbeda pendapat itu biasa dalam duduk muafakat, mana bisa semua fikiran sama. Cuma mereka yang mengatakan orang lain tidak benar harus ada alasannya, begitu juga dengan mereka yang mengaku benar. Masalahnya orang kita masih susah untuk menerima Kesalahan dan susah mengaku salah. Ini dikarenakan orang kita sudah terbiasa dengan prilaku atau hukum Monyet yang didatangkan dari luar Aceh. kalau saya perhatikan cara orang di parlemen Denmark yang saya sendiri pernah langsung ikut sebagai peserta dari sekolah saya. Saya sangat kagum dengan cara mereka yang benar-benar profesional dalam cara berbicara dan cara menjawab pembicara. Padahal kalau mengkafirkan orang, saya rasa orang Aceh gak da kurangnya. Tapi ternyata negara yang mereka kata kafir lebih islam dari orang yang mengaku negaranya Islam. Malu kek sedikit apalagi semua yang maen jotos ini kan sudah ada pendidikan, bagaimana mau kamu jadi pemimpin rakyat kalau kamu sendiri gak bisa memimpin diri kamu sendiri. Saya mengambil Monyet sebagai contoh sebab saya teringat akan sebuah documentar dari National Georgaphic Channl tehtang The Similarity Of Human being and Ape. Wassalam Lauttawar
Chat with me at: http://burkul.chatango.com --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
