Dua ribei tujoh jinou ka abeh
jinou loen tuleh bacut karangan
Lheuh otonomi di bri keu aceh
Biek hasan saleh le that ka kumang
Bijeh pang tibang le ka di aceh
Ngoen jawa ie kreh meu seunang seunang
Tan le di ingat keu rakyat aceh
Asai bek tupeh dum moto kijang
Rumoh meu tingkat raya that tameh
Mar mar yang goet gleh di boeh di dalam
Wahe panglima bacut loen cukeh
Pane peng ka kreh ka blou ata nyan
Watei nyoeh jameun yoh karu aceh
Meungoen ka bloe keh payah gob sumbang
Meunye galak bu si minggu kapreh
Dang troek bang saleh geu ba u rangkang
Oh watei jinou ka le peng lam keh
Ka mangat ka eh ka tubai tilam
Peu na ka ingat dum ureung aceh
Yang ka le abeh keu kah geusumbang
Demi merdeka nyou nanggrou aceh
Geu tem meu abeh jawoeng geusumbang
Hana geu kira abeh peng lam keh
Aneuk geuh habeh dum rubah lam prang
Sebab geot janji di kah ka lukeh
amerika inggreh akan bantu gam
mu ploh ploh nanggrou di awak puteh
di bantu aceh jawa di kuran
ka lheuh meusumpah ngoen hate yang gleh
bah pih loen habeh rubah dalam prang
hana meu gabong ngoen jawa paleh
asai hai wareh tanyou yang munang
meusou syit mantoeng yang ungki gareh
payah peu abeh takue ta rupang
bah pih ulama suruban puteh
payah pu abeh meunyoe lagei nyan
lagei nyan janji abeh han abeh
ka ba di aceh di kah watei nyan
sampe tsunami di hantam aceh
dum awak paleh di jak u finland
cok otonomi di malek paleh
kereutah puteh teken watei nyan
bandum pang tibang teu doeng meu bareh
ngoen dasi puteh bajei jas hitam
dilei kamou kheun panglima aceh
jinou ka jadeh panglima tibang
hana ka kaleon dum ureng aceh
ka kasak lam keh mandum sumbangan
oh peut desember lupah that seudeh
bendera aceh tan na bak jalan
han jeut le pu ek bendera aceh
meu nan keuh saheh di kheun pang tibang
keu omar puteh bacut loen cukeh
ureung yang paleh lam donya tuhan
bah pih di pakek suruban puteh
di jih hai wareh perte pang tibang
sebab setuju otonomi aceh
li paya ie kreh biek khianat prang
di jih ka seunang di lua sideh
di ureung aceh tan teungeut malam
cuma sep oh nou dilei loen tuleh
ngoen hate puteh loen preh balasan
supaya loen puhah bandum beu abeh
ngat mangat wareh ta baca butrang
omar puteh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Omar Puteh menulis:
Uroë njan watèe 1 Muharram 1428 H, 'thôn baroë Islam hana lagoë meukirém
berita lagèe 'thôn masehi njoë rupa? Meunan tjit watèe uroë raja Karbala?
Ali Al Asytar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bak lon kalen hi njeng teumulehnjoe Nasar njeng meukat sira
baroedjehken. Hana lon tanggapi dilee seubab hanapastilom. Tji
neupeuturidroeneuh dilee, kadang tanggapan euntreuk mentjerahkan hingga djroh
keudroeneuh hai tgk Nazar.
---- Original Message ----
From: m.nadzar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, December 29, 2007 11:15:45 AM
Subject: [IACSF] Saleum Uloen..!! menyambut tahun baru
URGENSI AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR
Syedara loen,di Nanggroe Aceh Tersayang
Semua kita adalah Mutholab yang dituntut untuk untuk melaksanakan Islah
(perbaikan) terhadap Mujtama' kita, yaitu melakukan perbaikan-perbaikan
terhadap masyarakat kita. Semua kita dituntut untuk beramar ma'ruf dan bernahi
mungkar, baik di kalangan pribadi kita sendiri, keluarga kita, anak-anak kita,
tetangga dan masyarakat kita serta kepada seluruh umat manusia di permukaan
bumi ini.
Seorang mutholab dituntut untuk melaksanakan amar ma'ruf, sesuai dengan
kemampuan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Setiap diri pribadi
kita dituntut sesuai dengan kemampuannya sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam: "Siapa saja di antara kalian yang melihat
kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan kekuatannya atau dengan tangannya.
Kalau dia tidak bisa dengan tangannya, hendaklah dia merubahnya dengan
lisannya. Dan jika dia tidak mampu merubahnya dengan lisannya, hendaklah dia
membenci kemungkaran tersebut dengan hatinya." Membenci dengan hati juga
termasuk merubah kemungkaran itu, dimana dengan membenci kemungkaran itu
berarti dia berusaha keras untuk melenyapkan kemungkaran itu di dalam hatinya.
Berbeda jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia tidak berusaha keras untuk
menghilangkannya dari hatinya. Akan tetapi bila dia membencinya dalam hati,
maka dia akan berusaha untuk menghilangkan kemungkaran tersebut.
Kita sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
senantiasa diingatkan oleh-Nya untuk selalu bekerjasama dalam hal kebaikan.
Saling bantu antara satu dengan yang lain dalam hal perbaikan umat ini, Allah
berfirman: "Saling tolong-menolonglah kalian atas kebaikan dan ketakwaan kepada
Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan janganlah kalian saling tolong-menolong, bantu
membantu atas dosa dan permusuhan". Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan
kepada kita untuk bekerjasama, saling menguatkan, saling membantu antara satu
dengan yang lain demi terwujudnya masyarakat yang senantiasa bertakwa kepada
Allah Subhanahu Wa Ta'ala, senantiasa taat kepada Allah Subahanahu Wa Ta'ala.
Di antara ta'awun yang paling besar di antara kita adalah saling membantu dalam
islah (memperbaiki) mujtama'nya. Memperbaiki masyarakat, yaitu dengan mengajak
mereka untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar mereka tidak
melakukan kerusakan di permukaan bumi ini, di antaranya
adalah mensyarikatkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mensyarikatkan Allah
Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu menyembah selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah
kemungkaran yang sangat besar yang ada di permukaan bumi ini, karena itulah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengutus para Anbiya 'Alaihim ashshalaatu Wassalam
untuk mengajak ummatnya meninggalkan kesyirikan dan beribadah hanya kepada
Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.
Setiap masyarakat Mutholab untuk perbaikan dalam masyarakat tersebut, jadi
setiap pribadi adalah Mutholab atau dituntut untuk tidak melakukan kerusakan di
atas permukaan bumi ini. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Dan janganlah
kalian melakukan kerusakan di atas permukaan bumi sesudah ada perbaikan dari
para rasul-rasul Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu mengajak manusia beribadah
kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala."
Orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mereka saling
membantu, saling memimpin antara satu dengan yang lain, saling menolong antara
satu dengan yang lain demi tegaknya amar ma'ruf nahi mungkar. Allah Subhanahu
Wa Ta'ala berfirman: "Orang-orang yang beriman, laki-laki yang beriman dan
perempuan yang beriman di antara mereka saling memimpin atau saling
tolong-menolong di antara mereka yaitu dengan di antara mereka adalah
pemimpin-pemimpin di antara satu dengan yang lain demi tegaknya amar ma'ruf
nahi mungkar." Jadi di antara sifat-sifat orang yang beriman kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala adalah senantiasa berusaha menegakkan amar ma'ruf nahi
mungkar pada diri-diri mereka, pada keluarga mereka, dan dalam lingkungan
masyarakat mereka.
Bila amar ma'ruf nahi mungkar ini tegak dengan sebenar-benarnya sesuai dengan
yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sesuai dengan risalah yang
dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka keselamatan umat
ini, kejayaan umat ini akan nampak pada diri-diri mereka. Tapi sebaliknya, jika
amar ma'ruf nahi mungkar ditinggalkan, maka ancaman Allah Subhanahu Wa Ta'ala
atau azab atau hukuman Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan turun kepada ummat ini.
Kita mengetahui di dalam banyak hadits, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa
Sallam mengancam orang-orang yang meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda yang diriwayatkan oleh
Khudzaifah Radhiallahu 'Anhu dari nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau
bersabda: "Demi jiwaku yang di tangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hendaknya
kalian menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran atau sudah dekat
masanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengirim adzab-Nya kepada kalian,kemudian
kalian berdo'a kepadaNya. Lalu Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak mempedulikan
do'a-do'a kalian." Salah satu sebab tidak dijawabnya do'a kita oleh Allah
Subhanahu Wa Ta'ala adalah meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar. Mungkin di
antara kita banyak yang berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, banyak
meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, namun do'a-do'a kita tidak dijawab
oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hal ini mungkin saja disebabkan karena banyak di
antara kita yang tidak peduli akan amar ma'ruf nahi mungkar.
Kemungkaran merajalela di berbagai tempat, tapi banyak di antara kita yang
tidak peduli akan hal tersebut. Kemungkaran mungkin saja merajalela di dalam
rumah tangga kita, keluarga kita keluar rumah tanpa memakai hijab islami, tanpa
menutup auratnya, keluar dengan mempertontonkan auratnya merupakan satu
kemungkaran besar. Namun kita biasa-biasa saja, hati kita tenang-tenang saja.
Mungkin anak perempuan kita pergi, berduaan dengan laki-laki yang bukan
muhrimnya, tapi hati kita tidak ada kebencian terhadap perbuatan itu. Sehingga
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghukum kita, di antara hukuman-Nya adalah dengan
tidak dijawabnya do'a-do'a kita oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tidak
dipedulikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Betapa banyak bencana yang terjadi di negara kita ini, gempa, gunung meletus,
tsunami dan lain-lain. Semua itu akibat dari dosa-dosa yang dilakukan oleh
hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hukuman itu adalah akibat
perbuatan-perbuatan manusia, Allah Subhanahu Wa Ta'ala murka karena mungkin di
antara mereka tidak saling mempedulikan, berputus asa untuk beramar ma'ruf nahi
mungkar sehingga Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengumumkan azab-Nya yang kiranya
senantiasa mengingatkan kita.
Dan takutlah akan fitnah, azab yang ditimpakan bukan hanya kepada orang-orang
yang dzalim saja di antara kalian (QS. Surah Al Anfal ay 25). Bukan orang yang
berbuat dzalim saja yang ditimpakan musibah, tetapi orang shaleh di antara
mereka pun ditimpakan musibah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kenapa? Karena
mungkin di antara orang-orang yang shaleh, dia hanya shaleh terhadap dirinya
sendiri tapi dia tidak peduli terhadap keluarganya, tidak peduli terhadap
anak-anaknya yang telah meninggalkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala,
tidak melaksanakan shalat, tapi tidak ada kerisauan di dalam hatinya atau
anaknya yang perempuan berjalan dengan pacarnya tapi tidak ada kerisauan di
dalam hatinya. Kemungkinan dia melihat di depan matanya, tapi tidak peduli,
akibatnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menghukum mereka, mengazab mereka akibat
dari perbuatan-perbuatan mereka yaitu tidak melakukan amar ma'ruf nahi munkar.
Bila ada orang-orang yang tetap berusaha keras memperbaiki masyarakatnya, maka
Insya Allah dia akan diselamatkan oleh Allah dari azab-Nya sesuai dengan firman
Allah : "Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka
maka kami menyelamatkan orang-orang yang senantiasa melarang dari kemungkaran,
perbuatan buruk dan Kami mengazab orang-orang yang menzhalimi dirinya dengan
azab yang sangat keras" . juga di ayat yang lain Allah berfirman : "Allah tidak
akan mengazab satu kampung, satu negeri dengan berbuat zhalim kepada-Nya
padahal penduduk negeri itu melakukan perbaikan, menegakkan amar ma'ruf nahi
mungkar, mereka diselamatkan Allah". Allah tidak akan mengazab orang-orang yang
mengadakan perbaikan, tapi bila orang shaleh terhadap dirinya saja dan tidak
mau mempedulikan orang lain, maka mereka masih mendapat ancaman azab Allah
sebagaimana pertanyaan 'Aisyah radiyallahu anha kepada Rasulullah
:"Ya
Rasulullah apakah kami, akan dibinasakan padahal
ditengah-tengah kita ada orang-orang yang shalih. Rasulullah
bersabda:" Ya
jika sudah banyak kemungkaran yang merajalela dan tidak ada yang memperbaiki,
tapi bila ada orang-orang yang mengadakan perbaikan maka orang-orang yang
mengadakan perbaikan akan diselamatkan oleh Allah dan senantiasa dijawab
do'anya oleh Allah. Juga di riwayat hadits lain Rasulullah bersabda:"Sesungguh
nya manusia melihat orang-orang yang melihat kezhaliman lalu dia tidak mencegah
kezaliman tersebut, mereka tidak menghalanginya sesuai dengan kemampuannya.
Karena perbuatan zhalimnya maka sudah dekat masanya Allah mengumumkan azab
secara keseluruhan kepada mereka karena tidak peduli akan kemungkaran. Amar
ma'ruf nahi munkar adalah sebab-sebab kita mendapatkan kejayaan dan
keberuntungan dari Allah. Beramar ma'ruf nahi mukar merupakan sebab yang sangat
besar dijawabnya do'a-do'a kita oleh Allah dan meningglakan amar ma'ruf nahi
munkar adalah sebab datangnya azab Allah. Semoga Allah senantiasa
membimbing kita, memberikan hidayah kepada kita memberikan kekuatan kepada
kita semua sehingga kita betul-betul tegak melaksanakan seluruh perintahnya dan
meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah. Allahbissawab. ..
peume'ah padna salah
wassalam
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.