"Ada kelompok Islam yang dengan penuh semangat membawa semboyan ini: jika syariat Islam dilaksanakan, maka seluruh masalah yang dihadapi manusia akan selesai"
Selogan itu memang benar tapi sebelumnya masih banyak hal yang perlu kita pikiri. Pertama sekali kita harus berjihat untuk membersihkan negara dari unsur-unsur yang menghambat syariat itu sendiri. Kalau disuatu negara masih banyak pihak yang menentang berlakunya syariat, bagaimana mungkin syariat itu dapat ditegakkan? Ambil saja contohnya Acheh - Sumatra yang sedang berada dalam cengkraman Indonesia dalam kurun waktu yang terbilang lama. Ketika roda system penjajah bergulir di Acheh - Sumatra, seluruh lembaga pemerintah "menyanyikan lagu sesuai irama penjajah". Pertama sekali lembaga pendidikan sebagai mesinnya produksi manusia yang bertitel sarjana tapi sesungguhnya para sarjana itu tidak sadar bahwa dirinya secara tidakn sadar sudah menjadi budak moderen. Dulu orang-orang kulit hitam Afrika dibawa berkapal-kapal ke Amerika untuk diperjual belikan sebagai budak, namun alhamdulillah kebanyakan orang-orang Afrika sekarang sudah sadar yang bahwa kita dimata Tuhan sama saja kulit putih atau kulit hitam. Kelebihannya hanya terletak pada ketakwaannya kepada pemilik alam semesta itu, nyakni Allah subhanahu wata 'ala. Ironisnya justru sekarang ini orang-orang yang mengaku dirinya beragama Islam tapi bersedia di lelang di bursa Internasional. Ada perusahaan yang menawarkan kerja dengan bayaran sekian juta perbulan, ada perusahaan yang menawarkan sekian juta perbulan plus mobil mewahnya dan ada perusahaan yang menawarkan sekian juta perbulan plus mobil mewah serta rumah indahnya. Peserta-peserta yang dilelang dengan mangut-mangut menjatuhkan pilihannya pada perusahaan yang terakhi. Ini adalah ukuran budak moderen Internasional. Demikian jugalah sarjana lepasan perguruan Tinggi Indonesia dan jajahannya di Acheh, berlomba-lomba untuk dilelang sebagai budak moderen. Kalau kita tanya apa tanggung jawabnya terhadap kaum dhuafa dan bangsanya yang sedang dijajah? Mereka mengatakan saya tidak tau apapun tentang tanggung jawab seperti itu. Itu bukan urusan saya, katanya. Nah pembaca sekalian, mereka-mereka pruduksi perguruan tinggi itulah yang sudah sekian lama bekerja di kantor-kantor pemerintah sebagai budak moderen dan siap bersuara sebagaimana kehendak majikannya di Jakarta. Ketika ada pihak yang menawarkan gagasan Syariat Islam, mereka menyambutnya dengan antusias sekali tapi Syariat apakah yang hendak mereka terapkan? Tunggu dulu. . . . . . . Syariat Labalaba, bukan syariat Islam. Bagaimana mungkin syariat Islam diterapkan pada kawasan "kumuh" yang dihuni manusia-manusia budak moderen? Persoalannya, mampukah kita menghalau mereka keliang kubur? Barulah Syariat Islam dapat di berlakukan. Perlu dicatat bahwa syariat Islam itu tidak dapat diberlakukan sebelum rakyat meraih finansialnya. Kalau kondisi rakyat, yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya, justru rakyat jelata yang terjejas dengan syariat itu, hingga orang-orang alim palsu berjingkrak-jingkrak dibawah kepalsuan syariat tersebut. Jadi jelasnya bukan syariat dulu yang harus ditegakkan tapi bersihkan dulu tempat itu dari unsur-unsur manusia hipokrit dan budak-budak moderen tersebut. Billahi fi sabililhaq Ali al Asytar ----- Original Message ---- From: ahmadbadrudduja <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, January 7, 2008 2:14:50 AM Subject: [Fundamentalist] Tak Ada Agama "Juru Selamat" Tak Ada Agama "Juru Selamat" Ruzbihan Hamazani Agama seringkali membuat kleim yang agak superlatif atau berlebihan. Hiperbola atau menyatakan sesuatu dengan cara dilebih-lebihkan adalah gejala yang menjangkiti hampir sebagian besar agama. Islam tak terkecualikan dari gejala semacam ini. Salah satu "superlatif" atau gaya berlebih-lebihan semacam ini adalah semboyan yang kerap kita dengar dari sejumlah aktivis Islam: jika dilaksanakan dengan konsisten, Islam akan dapat menyelamatkan du Ada kelompok Islam yang dengan penuh semangat membawa semboyan ini: jika syariat Islam dilaksanakan, maka seluruh masalah yang dihadapi manusia akan selesai. Dalam konteks yang lebih spesifik, dikatakan pula bahwa jika syariat Islam dilaksanakan maka seluruh masalah yang dihadapi negara Indonesia akan selesai. Selanjutnya baca di: http://ruzbihanhama zani.wordpress. com/ ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
