Omar Putéh menulis:
   
  Beutoi njan njang lagèe djipeugah Njak Usôp Ulôn dari acheh se [EMAIL 
PROTECTED], ta griiiiiiig ladju digata Hussasini Daud Sp.  
   
  Dan bèk sagai-sagai ta meulalè lé. Peugah bak Irwandi Yusuf dan Muhammad 
Nazar, bèk djidjak peusa hudèep tip-tip aneuk bangsa Achèh dengôn cara hudèep 
Saidina Ali as, yang saboh badjèe bak badan dan saboh badjèe bak taloë reutang 
dimijub mata uroë lôp meuadèe dan bèk djipeusa lagèe Abu Zdar Ghafiri as. saboh 
badjèe njan bak badan dan meunatjit njan bak akhée hudéep djeuet keu kafan. 
   
  Ulön sokong haba peuintat Njak Usöp Ulôn djang dj'roh lagoina njan. 
   
  Ta harap beusabée, lagèe njan, bek dji ikôt lagèe Raden Mas Fadli Hasan njan.

acheh se <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Njan ka djeuët tel Bapak Irwandi ngon Nazar tanjong peuë 
  ka lale, Bek prang raya that peugah 2008 tahab membangun acheh.

husaini daud <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
          
    Mereka yang masih menderita
  Menjelang tiga tahun tsunami, masih 
  ada 4.149 KK korban tsunami di Aceh 
  masih bertahan di barak pengungsian. 
  (Hasbi Azhar)
   
  ”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum datang 
kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka 
ditimpa oleh mala petaka dan kesengsaraan serta digoncangkan dengan 
(bermacam-madam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman 
bersamanya: ”Bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah sesungguhnya 
pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. 2, 214)
   
  Ayat tersebut diatas merupkan informasi dari Allah untuk kita ummah 
belakangan, dimana Allah mempertanyakan kepada kita apakah kita akan masuk 
Surga?  Kita dapat bertanya pada diri kita masing-masing sejauh manakah sudah 
kita hadapi ujian Allah?  Sementara ummah dulu mengalami ujian yang cukup 
berat. Mereka ditimpa mala petaka dan kesengsaraan lalu ditambahlagi dengan 
goncangan dengan bermacam-macam cobaan lainnya yang tidak kurang dahsyadnya.
   
  Renungan dari ayat tersebut kita bawa ke tengah-tengah komunitas Acheh - 
Sumatra yang hanya baru tingkat ujian dengan kelaparan paska MoU Helsinki, 
rasanya sudah tidak mampu lagi atau tidak lulus iman kita ketika dihamparkan 
jutaan rupiah didepan mata kita. Sepertinya kita lupa akan janji kita untuk 
membebaskan kaum dhuafa dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka 
(Q.S,7:157).
  
   
  Pra Helsinki, banyak orang Acheh - Sumatra yang menderita berbagai ujian 
seperti penganiayaan, dijauhkan dari pembendaharaan Dunia oleh system Koloni 
Indonesia. Alangkah bahagianya mereka yang telah syahid dalam mempertahankan 
imannya melawan kedhaliman penjajah. Mereka sudah berhasil mengarungi lautan 
api Dunia, mudah-mudahan mereka termasuk yang benar imannya tidak seperti 
sebahagian orang Acheh yang masih selamat nyawanya tapi kitakhawatiri 
keselamatan Akhiratnya. Penulis sendiri, pastinya sangat takut ketika berbicara 
masa depan hari Akhirat. Justru itu marilah sama-sama kirenungkan ayat yang 
satu ini: ”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum 
datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? 
Mereka ditimpa oleh mala petaka dan kesengsaraan serta digoncangkan dengan 
(bermacam-madam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman 
bersamanya: ”Bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah sesungguhnya
 pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. 2, 214) 
   
  Billahi fi sabililhaq
        hsndwsp
             di
     Ujung Dunia
   
   
   
  



  
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.   



    
---------------------------------
          Sök efter kärleken! 
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic.yahoo.net  

                         



       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke