Hello bung Hendrik,

Obama itu tidak begitu hitam kulitnya, tapi ada keabu-abuan sikit. Barack nya 
pun tidak seperti barack2 korban tsunami di Aceh, tapi Barack yang satu ini 
kelihatannya cantik - good looking - sehingga banyak pemuda dan wanita muda 
Amerika ingin menempati Barack ini.

Bill Clinton membandingkan kemenangan Barack Obama di South Carolina dua pekan 
lalu dengan kemenangan Jessy Jackson belasan tahun yang lalu, tapi Clinton 
dikecam dan dikritik oleh tokoh2 Demokrat seperti Robert Kennedy, sebab Barack 
yang satu ini lain dari yang lain.

Seakarang sudah 26 negara bagian (lebih setengah) bertanding untuk memilih 
calon presiden dari partai Demokrat, dan kelihatannya Barack sudah sejajar 
dengan Hillary Clinton yang datang dari grup establishement dan telah 
bertahun-tahun mempersiapkan dirinya untuk kembali menguasai gedung putih.

Bintang Barack terus bercahaya dan dana kampanjenya pun terus berlipat ganda. 
Opini yang sedang berkembang di Amerika sekarang mengatakan Barack yang masih 
jernih itu lebih besar kemungkinan mengalahkan John McCain dari Republikan 
bulan November mendatang - ketimbang Hillary yang penuh dengan "skandal" akibat 
ulah suaminya selama di rumah putih.

Kampanye terus berlangsung dan Barack terus "minum air sambil menyelam" - 
belajar dan mengambil hikmah dari kekalahan2nya di negara2 penting seperti 
California, New York dan New Jersy dalam pemilihan Super Tuesday minggu yang 
lalu.

Barack bukan mewakili orang kulit hitam Amerika, tetapi kebetulan saja ia agak 
berkulit hitam, kata Colins Powel, bekas Menlu AS yang republikan itu. Walaupun 
suara terbanyak didapatinya dari golongan kulit hitam, namun tidak kurang juga 
dari kulit putih, independents dan termasuk juga dari republikan.

Barack diprediksikan akan memenangi mayoritas dari negara2 yang akan memilih 
dalam minggu dan bulan2 mendatang, tapi ia harus sanggup meneutralisir kubu2 
pertahanan terakhir Hillary seperti Texas, Ohio dan Pensilvania, dimana 
kebanyakan penduduknya golongan hispanic - pendukung kuat Hillary. Barack 
mungkin tidak akan menang di negera2 besar tersebut, tapi paling kurang ia bisa 
membendung kemenangan besar bagi Hillary.

Saya yakin yang Barack dan staff kapanyenya sudah belajar dari kekalahan kecil 
(akibatnya besar karena delegasi yang dipertaruhkan) di California etc.

Kalau Barack Obama terpilih (saya punya keyakinan untuk itu) sebagai kandidat 
partai demokrat, maka sudah pasti tidak bisa dibandingkan dengan Jessy Jackson, 
Angela Devis etc

Eh sudah lama tak minum2 kopi di centralen!

Salam buat isteri dan anak

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> skrev:                                  
Sebetulnya bukan calon pertama berkulit hitam,  sebelumnya ada juga yang antara 
lain adalah Angela Devies dan kemudian Jessy  Jackson.
  
    ----- Original Message ----- 
   From:    "Napoleon    Bonaparte" 
   To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
   Sent: Thursday, February 07, 2008 7:18    PM
   Subject: «PPDi» Obama Kalahkan Hillary Di    Medan
   

         
    
                                      
         Kamis, 07 Pebruari 2008 14:24 WIB 
            Obama Kalahkan Hillary Di Medan                                     
         Medan, WASPADA Online

Barack          Obama — tokoh kulit hitam pertama yang mencalonkan diri jadi 
presiden AS          dari Partai Demokrat — Rabu (6/2) berhasil mengungguli 
saingan          tunggalnya Hillary Rodham Clinton dalam pemilihan pendahuluan 
yang          dilakukan di rumah Konsul AS Sean Stein.

"Saya pikir masyarakat          di kota ini memang pengagum Obama yang dulu 
pernah tinggal di Indonesia          pada masa kanak-kanaknya," kata Konsul 
Sean sebelum dilakukan          penghitungan suara dalam simulasi Super Tuesday 
(Selasa Akbar) itu.          Simulasi itu dilakukan pada saat jaringan televisi 
CNN  — yang          dipajang di ruang tengah kediaman Konsul Sean — menyiarkan 
langsung          penghitungan suara negara bagian per negara bagian yang ikut 
dalam          pemilihan pendahuluan di AS tersebut.

Ketika Konsul Sean          menunjukkan surat suara pemilih Obama dan pejabat 
Amerika itu          menunjukkan dengan gayanya, para hadirin bersorak. Namun 
ketika surat          suara pemilih Hillary,  Konsul Sean menunjukkan gaya 
khasnya,          "Hillary," katanya hampir tak terdengar karena berisiknya 
orang yang          menyaksikan.

Konsul Sean menceritakan, mungkin bagi kebanyakan          masyarakat 
Indonesia, Obama lebih memahami tentang Indonesia mengingat          dia pernah 
menghabiskan masa kecilnya di negara ini. "Dia masih          menguasai bahasa 
Indonesia meski patah-patah. Pernah dia saya temui di          kantornya 
sebelum keberangkatan saya ke Indonesia. Saya mengatakan          tentang 
rencana kepindahan dan dia menyambut hangat dan menyatakan          
keinginannya untuk melakukan lawatan ke negara di mana dia dulu pernah          
menetap."

Kedua calon —Obama dan          Hillary — menurut Konsul Sean, sama-sama akan 
mencatatkan sejarah. Obama, jika terpilih          jadi presiden akan merupakan 
orang kulit hitam pertama yang berkuasa di          Gedung Putih — istananya 
para presiden AS. Sementara Hillary, jika          terpilih untuk mendapatkan 
tiket ke Gedung Putih, akan menjadi wanita          pertama yang berkuasa di 
Amerika Serikat.

Menurut          Konsul Sean, dalam Super Tuesday ini sebanyak 22 dari 50 
negara          bagian ikut ambil bagian dengan aturannya sendiri-sendiri atau 
menurut          aturan yang dibakukan partai.  Ada juga negara bagian yang 
suara          pemilihnya tidak disertakan seperti Washington DC karena 
merupakan          daerah istimewa.

Pengisian surat suara simulasi di rumah Konsul          Sean itu tidak terlalu 
banyak karena sebagian besar hadirin baru datang          setelah habis batas 
waktu yang ditetapkan — pukul 10:20 WIB. Ada yang          mencoba untuk 
memasukkan surat suaranya di luar batas waktu, tetapi          ditolak Konsul 
Sean. "Waktunya sudah habis dan sebentar lagi akan kita          hitung," 
katanya.

Dalam penghitungan surat suara, Obama unggul          dengan 32 suara, 
sementara Hillary 20 suara untuk pemilih Partai          Demokrat. Di Partai 
Republik, Senator McCain unggul dengan 5 suara dan          Mitt Romney 2 
suara. Ada beberapa surat suara batal karena pengisinya          tidak memahami 
cara pengisian. Ketika ditanya apakah warga Amerika yang          ada di daerah 
ini juga melakukan pemilihan di rumah Konsul Sean, staf          lokal Konsulat 
AS Rahma Jaurinata mengatakan, mereka tidak memilih di          tempat itu, 
tetapi mereka kebanyakan melakukannya melalui          Internet.

Di Jakarta Obama unggul

Pada          simulasi pemilihan presiden di rumah Dutabesar AS untuk Indonesia 
         Cameron Hume di Jakarta, Obama memenangkan suara mayoritas dengan 221  
        suara, Hillary menyusul di tempat kedua dengan 95 suara, Senator John   
       McCain dengan 15 suara, Mitt Romney enam suara dan Mike Huckabee 2       
   suara. Tingginya suara yang diperoleh Obama terutama diakibatkan karena      
    para tamu undangan asal Indonesia yang terdiri dari anak-anak mahasiswa,    
      petugas LSM, dan kalangan media lebih mengenal calon-calon dari Partai    
      Demokrat daripada Republik. (m07)    




   
---------------------------------
   Looking for the perfect gift? Give    the gift of Flickr!   

      

---------------------------------
    
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free    Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.21/1263 - Release Date:    2/6/2008 
8:14 PM
 
     
                               

       
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.

Kirim email ke