Minggu, 17 Februari 2008, 02:12 WIB
BERITA MEDIA
Kosovo Deklarasikan Kemerdekaan
Reporter : Redaksi
PRISTINA Kosovo akan mendeklarasikan kemerdekaannya pada Ahad, 17 Februari
2008, dan menjadi sebuah negara baru di dunia. Deklarasi kemerdekaan ini
mengakhiri perjuangan rakyat Kosovo melepaskan diri dari Serbia sejak tahun
1991 lalu. Besok akan menjadi hari yang tenang, saling pengertian dan
kesepakatan bersama dari implementasi keinginan rakyat Kosovo, kata Perdana
Menteri Hashim Thaci, Sabtu (16/2), di Pristina, seperti dikutip Kantor Berita
Prancis, AFP.
Kabar deklarasi kemerdekaan ini sudah menyebar ke seluruh rakyat Kosovo yang
mayoritas berasal dari etnis Muslim Albania. Mereka telah mempersiapkan
berbagai acara untuk mendeklarasikan kemerdekaan setelah berjuang satu dekade
lebih melawan rezim Serbia dan Federasi Yugoslavia.
Perdana Menteri Thaci menyebut deklarasi kemerdekaan merupakan hari yang paling
bersejarah bagi rakyat Kosovo,
hari kebahagiaan untuk sebuah kedaulatan dan
kemerdekaan Kosovo.
Presiden Serbia Boris Tadic mengatakan tidak pernah mengakui kemerdekaan
Kosovo, tapi Belgrade tidak akan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara
yang mendukung kemerdekaan koloninya itu. Kamis lalu, Pemerintah Serbia
mengeluarkan resolusi yang menyebutkan bahwa pemisahan Kosovo merupakan aksi
ilegal.
Sumber resmi International Herald Tribune (IHT) di Beograd menyebutkan,
pemerintah sudah menyiapkan rencana (balas dendam) yang sangat rahasia saat
Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya. Rencana rahasia itu juga menyebutkan
bahwa pemerintah mendorong 125.000 warga Kosovo beretnis Serbia untuk
mengacuhkan deklarasi dan menjaga agar secara de facto Kosovo tetap berada di
bawah kontrol Serbia.
Situs EuroNews.net melaporkan, sehari menjelang deklarasi kemerdekaan, di
Pristina, ibukota Kosovo, poster ucapan terimakasih kepada Amerika Serikat dan
Uni Eropa yang mendukung kemerdekaan daerah bekas Federasi Yugoslavia itu,
ditempel di berbagai penjuru kota. Jalan-jalan di ibukota juga dihias untuk
menyambut kemerdekaan. Selain itu, warga memasang bendera Kosovo di jendela dan
pintu rumah.
Hotel-hotel di Pristina menawarkan harga diskon khusus bagi warga Albania yang
pulang dari pengasingannya untuk merayakan kemerdekaan ini. Sepanjang hidup,
saya menunggu (kemerdekaan) ini, kata Mildim Ukehaxaj, etnis Albania dari
Bronx, seperti dilansir IHT.
Ukehaxaj bersama keluarganya sengaja datang dari New York, Amerika Serikat,
untuk menyaksikan proklamasi kemerdekaan ini. Saya kehilangan saudara saya
dalam perang. Kemerdekaan berarti, kami bisa datang ke negeri kami dan hidup
damai di sini. [dzie/afp/iht/euronews]
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping