Aaaaaaa,ha. Pantasin. . . . . . . Terimakasih Om Puteh. Mudah-mudahan benar info anda itu. Sekali lagi teurimeng geunaseh.
----- Original Message ---- From: omar puteh <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 21, 2008 12:51:40 PM Subject: Re: [IACSF] PEMEKARAN ALA ADALAH HAK KONSTITUSIONAL RAKYAT GAYO Omar Putéh menulis: Mana konstitusionil Gayo, coba bentangkan mukaddimahnya agar Omar Putéh dan semua milist bisa baca? Omar Putéh tahu siapa dibalik nama Abu Takengon! Cuma Abu Takengon nulisnya pura-pura sebodoh itu, sebodoh isi celotehnya. Lantas kami singgung sedikit sebelum saya respon sepenuhnya, yang tulisan saudara Yusra Habib Abdul Gani SH, yang dimuat di Serambi Indonesia, selain merupakan sebuah saduran dari sebuah hikayat-cerita rakyat dengan dijalinkan dengan sejarah Achèh atau Melayu yang salah. Abu Takengon <abu.takengon@ gmail.com> wrote: Permasalahannya adalah Penguasa di ACEH tidak lagi bersikap ADIL. makanya kami minta pemekaran. dan persoalannya lagi bukan hanya ADIL/Tidak ADIL tapi kami ingin mengatur rumah tangga sendiri. Wass, Abu Takengon The Bangsagayo Democratic Movement On 2/20/08, aroen jeram <aroen_jeram@ yahoo.com> wrote: sudah ..lah...lanjut saja berjuang.... ! daerah lain bisa dapat tanpa musuhan..kok! di papua, nggak ada yang minta, tiba-tiba seperti jatuh aja dari langit. dan rakyat tetap aja nggak sejahtera... .itu belum selesai...terus tiba-tiba mau dimekarkan lagi....bahkan bisa lebih mendahului ALA dan ABAS.... sejahtera itu soal penguasa yang adil, bukan soal daerah yang dimekarkan. maka saya harap jangan tipu rakyat dengan mekar, besok pagi sudah terparkir kijang inova di halaman rumah rakyat.... ----- Original Message ---- From: Abu Takengon <abu.takengon@ gmail.com> To: [EMAIL PROTECTED] com Sent: Thursday, February 21, 2008 2:06:59 PM Subject: Re: [IACSF] PEMEKARAN ALA ADALAH HAK KONSTITUSIONAL RAKYAT GAYO Ass, kalau anda tidak percaya bahwa aspirasi ALA adalah murni aspirasi masyarakat maka silahkan melakukan assesment ke lapangan untuk mendapatkan bukti konkret, cukup demokratis kan ??? anda jangan hanya menjustifikasi dari belakang komputer yng justru hanya menambah ruwet dan rumitnya masalah bukan malah menjernihkan dan mencari solusi cerdas terhadap permasalahan tersebut, malah anda memblunderkan masalah yang ada sehingga masalahnya semakin menjadi kabur. oke bung !!! Wass, Abu Takengon The Bangsagayo Democratic Movement On 2/20/08, bustami arifin <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: ALA.dan ABAS.hanya kepentigan elit saja.untuk mengejar jabatan Gebenur.dan Ketua DPRD. iseu yang dikampanyekan dijual kepublik karena ketimpangan pembagunan dan keadilan ini bohong belaka. Abu Takengon <abu.takengon@ gmail.com> wrote: Ass, Suderengku, i Tanoh Gayo: Adanya ALA saya pikir bukan untuk "mengejar" jabatan Gubernur, Sekda, dll. jabatan hanyalah TARGET ANTARA yang memang ada dalam sebuah wadah Propinsi. kalau ada pandangan ataupun anggapan bahwa pemekaran ALA karena adanya "BARISAN SAKIT HATI", didukung oleh orang-orang yang kalah pada pilkada Desember 2006 yang lalu, saya pikir tidak sepenuhnya benar. karena kalaupun ALA kelak menjadi sebuah propinsi maka siapapun orangnya yang tinggal di ALA, kalau merasa punya massa, ada pendukung, ada uang, dll, silahkan saja mencalonkan diri sebagai Gubernur Propinsi ALA, cukup demokratis kan ???. isu mengejar jabatan yang mengiringi isu pemekaran ALA saya pikir hanyalah isu murahan yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang menjadi antek-antek ACEH dengan maksud untuk mempengaruhi OPINI publik khususnya di ALA dan di Aceh pada umumnya. dan memang kita sadari bahwa ketika para pendukung/pengusung ALA adalah Tagore Abubakar (mantan ketua milisi), Syafaruddin, Iwan Gayo, Armein Desky,dll adalah orang-orang yang secara langsung/tidak langsung terlibat pada masa konflik dahulu di Aceh dan menjadi pihak yang bersebrangan dengan GAM. menjadikan isu ALA "seolah-olah" adalah skenario Pemerintah RI untuk mengganggu proses perdamaian Aceh, kalau berdiri propinsi baru maka akan ada KODAM, KOREM, KODIM, dan KORAMIL-KORAMIL baru di ALA.yang nantinya akan "memberangus" GAM/KPA di wilayah ALA, dan sebagainya, dan sebagainya. saya pikir kekhawatiran- kekhawatiran seperti itu adalah sesuatu yang wajar timbul di sebagian kalangan masyarakat di Gayo karen daerh Aceh khususnya Gayo baru keluar dari konflik bersenjata yang berkepanjangan (kurang lebih 30 tahun), sedangkan usia perdamaian MoU Helsinki baru 4 tahun. tetapi di sisi lain ada tujuan/agenda yang lebih besar yang harus dilakukan yaitu : PENYELAMATAN GAYO MENUJU GAYO YANG MAJU DAN ABADI BAIK SECARA POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA, PENDIDIKAN, DAN ADAT. ketika tujuan/agenda yang lebih besar tersebut muncul ke permukaan maka ia harus mengesampingkan kekhawatiran- kekhawatiran yang ada sembari menunjukkan suatu o'tikad baik bahwa PEMEKARAN ALA DEMI KEMASLAHATAN GAYO. saya yakin dan percaya di hati terdalam para pejuang ALA mereka ingin memastikan bahwa Gayo bisa maju (Ekonomi, Budaya, Bahasa, Sosial, Pendidikan, dll) dengan lebih cepat dari sekarang ini. pertanyaannya sekarang ini adalah: Mengapa pada pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh pada Desember 2006 yang lalu, Irwandi-Nazar (Cagub-Cawagub dari GAM) bisa meraih kemenangan yang signifikan di Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues ????, Jawabnya saya pikir adalah karena masyarakat disana (Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues) menaruh harapan yang besar bagi adanya suatu perubahan dibawah kepemimpinan KPA/GAM. Kalau seandainya masyarakat di 4 kabupaten yang saya sebutkan diatas "benci dan muak" dengan KPA/GAM ataupun "benci dengan suku Aceh", mengapa Irwandi-Nazar bisa meraih suara yang signifikan dalam Pilkada Gubernur Desember 2006 yang lalu ? (tolong dijawab). jadi, persoalan pemekaran ALA bukan karena alasan suka/tidak suka dengan Irwandi-Nazar dan juga bukan karena adanya perasaan "benci/dendam" dengan saudara-saudaranya di pesisir Aceh melainkan pemekaran ALA adalah sebuah KEHARUSAN SEJARAH. setelah Irwandi-Nazar memimpin selama lebih 1 tahun, tidak ada perubahan signifikan yang dapat dilakukan oleh Irwandi-Nazar. yang ada hanyalah janji-janji dan khayalan ekonomi dalam kemasan investasi asing yang entah kapan dapat terwujud. di satu sisi adalah benar bahwa Investasi akan membawa manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi di Aceh paska konflik, dan juga dalam rangka untuk menyerap tenaga kerja. tapi di sisi lain para investor asing juga tidak akan serta merta mau masuk ke Aceh dan menanamkan modalnya di Aceh dalam jumlah Triliunan Rupiah tanpa adanya jaminan keamanan, kepastian hukum, tenaga kerja murah, akses pasar yang luas dan sarana-sarana teknis pendukung investasi lainnya seperti jalan, jembatan, dll. kebijakan menarik Investasi asing adalah suatu kebijakan yang benar dan tepat tapi untuk menciptakan sebuah iklim usaha yang kondusif bagi suatu kehidupan investasi sangat membutuhkan waktu yang lama. bisa-bisa sampai 10 tahun ke depan. sedangkan di sisi lain dari 0 tahun s/d 10 tahun ke depan,(dihitung setelah Irwandi-Nazar dilantik sebagai Gubernur/Wakil Gubernur) apakah masyarakat akan dibiarkan terus kelaparan, hidup menderita ?, tentu jawabnya TIDAK, ya kan ?. dan kemudian lagi, adanya perbedaan kultur (adat-budaya dan bahasa) yang secara sadar/tidak sadar, diakui/tidak diakui menjadi penyebab gesekan-gesekan diantara orang Aceh dan orang Gayo baik secara politik, ekonomi, sosial, adat, budaya, dan di sektor-sektor lainnya. Kalau dulu ada ungkapan di masyarakat kita yang mengatakan bahwa " Kebanyakan pemimpin Aceh (Gubernur,Sekda, Kadis,Kaban, Kakan,dll) adalah orang Pidie, tetapi sekarang semuanya seolah-olah beralih dari Pidie ke Bireun (setelah Irwandi Yusuf terpilih sebagai Gubernur), berarti tidak ada perbedaan antara pemerintahan dulu (yang dipimpin oleh antek-antek RI) dengan pemerintahan yang dipimpin oleh KPA/GAM, ya kan ???? belum lagi kita lihat dari sisi Bahasa, Adat-Budaya yang mana orang-orang Aceh (karena memegang tampuk kekuasaan) mampu menjadikan adat-budaya dan bahasa Aceh ke dalam struktur baku pemerintahan Aceh tanpa memandang lagi sendi-sendi adat-istiadat dan budaya masyarakat lain yang juga ada di daerah tersebut. contohnya adalah: pemberlakuan struktur Panglima Laot, Istilah Geuchick, Istilah Tuha Peut, Tuha Lapan, Mukim, Imum Mukim, dll yang mana Masyarakat Gayo tidak pernah mengenal semua istilah-istilah tersebut diatas sebelumnya, tapi karena masyarakat Gayo tidak punya pilihan lain dan tidak punya kekuatan untuk menolak maka semua hal-hal tersebut dapat berlaku walaupun di dalam daerah Gayo sendiri yang bahkan memiliki Hukum Adat sendiri yaitu Sarakopat. jadi dari sisi apapun kita lihat pemekaran adalah hal yang lumrah dan wajar dalam alam Demokrasi serta merupakan hak konstitusional masyarakat Gayo. ada satu hal yang ingin saya katakan, yaitu: "kalau seandainya GAM tidak menerima Perdamaian MoU Helsinki mungkin sejarah hari ini akan berbeda dari apa yang kita lihat sekarang", ketika GAM menerima Perdamaian MoU Helsinki maka itu sama artinya GAM telah MENUTUP BUKU RAPAT-RAPAT UNTUK MERDEKA DAN TELAH MELUPAKAN SEJARAH-SEJARAH YANG LALU" atau dengan kata lain GAM telah membuka lembaran SEJARAH BARU, kalau GAM saja bisa membuka lembaran SEJARAH BARU mengapa GAYO tidak bisa ????? karena GAM telah menutup bukunya rapat-rapat dan membuat sebuah sejarah baru mengapa kita sebagai masyarakat Gayo tidak mau dan tidak berani untuk membuat satu sejarah baru bagi masyarakat kita sendiri????, kenapa ???? (tolong dijawab). Orang Gayo harus berani mengambil langkah strategis untuk menentukan masa depannya dan jangan mau di intervensi oleh pihak manapun juga. orang Gayo harus meniru bangsa Albania (Negara Kosovo) yang dengan berani mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia. atau dengan kata lain saya ingin sampaikan: Seandainya hari ini Aceh menjadi sebuah negara Merdeka dan lepas dari NKRI, apa anda berani untuk mendeklarasikan Gayo sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat serta terpisah dari Aceh dan NKRI?, apakah anda berani untuk melakukan itu demi masa depan anak cucu anda??? sebagaimana yang dilakukan oleh Georgia, Tajikistan, Turkmenistan ketika Uni Soviet runtuh. Jangan anda menjadi orang-orang yang menyesal seperti Abu Daud Beureueh, ketika ditawarkan kemerdekaan oleh Belanda beliau menolak, dan ketika diajak untuk membentuk Republik Federal Sumatera oleh Dr Mochtar beliau juga menolak..... dan di kemudian hari ketika Aceh dikhianati oleh RI semuanya sudah menjadi bubur dan Abu Daud Beureueh telah kehilangan momentum untuk memerdekan Aceh walaupun kemudian beliau mendeklarasikan DI/TII, kemudian dilanjutkan oleh generasi penerusnya seperti Tgk Ilyas Lebe yang mendeklarasikan AM, hingga sampai kepada GAM. hari ini anda mengatakan kepada saya, dan semua orang bahwa Aceh itu bagus, Aceh itu baik, kita Jangan Berpisah dengan Aceh karena Sejarahnya dulu Aceh dan Gayo itu satu, kita jangan berpisah dengan Aceh karena ada MoU Helsinki dan UU PA, jangan sampai kita 'MENGAKU" sebagai 'ORANG ACEH" karena adanya keterpaksaan dan ketidakberdayaan kita sebagai sebuah masyarakat yang beradab. jangan sampai kita "MENGAKUI" sesuatu yang sebenarnya di dalam hati kecil kita pun, kita menolak hal tersebut dan jangan sampai kita HIDUP DALAM KEPURA-PURAAN DAN KEPALSUAN YANG NYATA. Kita hari ini "MENGANGGAP" diri kita dan masyarakat kita sebagai 'ORANG ACEH" tetapi "ORANG ACEH" sendiri (yang berbahasa ibu bahasa Aceh) menganggap kita tidak lebih dari seorang "BUDAK" yang hanya "BOLEH" menjadi hamba sahaya tanpa dapat menjadi pemimpin tertinggi di Aceh ini. tetapi apabila di kemudian hari Aceh Mengkhianati Gayo seperti RI yang telah mengkhianati Aceh dan ketika apa yang saya katakan hari ini menjadi kenyataan dimana ACEH HANYA AKAN MENJADIKAN GAYO SEBAGAI BUDAK DAN SAPI PERAHANNYA SAJA" maka pada saat itulah anda baru SADAR bahwa apa yang saya katakan ini adalah benar. dan ketika semua itu telah terjadi maka ANDA DAN ORANG LAIN YANG MENOLAK ALA TELAH KEHILANGAN MOMENTUM DAN SANGAT TERLAMBAT UNTUK MENGUBAH DAN MENYELAMATKAN GAYO" sama halnya seperti yang dialami oleh Abu Daud Beureueh dan Dr Mochtar sebagaimana telah saya sebutkan diatas tadi. Wass, Abu Takengon The Bangsagayo Democratic Movement Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
