Harian Analisa
Edisi Senin, 25 Februari 2008

Terry Irvin Tangkap Buaya Raksasa di Aceh 

Bogor, (Analisa) 

Terry Irvin, istri penjinak buaya, Steve Irvin warga negara Australia, bersama 
rombongan mengunjungi Indonesia guna melakukan beberapa kegiatan sekaligus, di 
antaranya menangkap buaya raksasa yang telah memangsa manusia di Meulaboh 
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 

Direktur Taman Safari Indonesia (TSI), Tony Sumampau mengatakan di Bogor, 
Minggu bahwa kunjungan Terry Irvin bersama rombongan ke Indonesia antara lain 
karena diminta membantu menangkap buaya raksana di sebuah sungai di Meulaboh 
Aceh, yang telah memangsa manusia. 

"Di sungai itu diperkirakan ada tiga ekor buaya raksasa, salah satunya sudah 
berhasil ditangkap. Buaya itu berukuran panjang 520 cm dan telah berusia 
sekitar 80 tahun," kata Toni Sumampau. 

Dijelaskan Terry Irvin, buaya yang tertangkap di Meulaboh tersebut adalah jenis 
buaya muara yang ganas. 

"Dia bisa memangsa manusia, apalagi ukuran tubuhnya sudah sedemikian besar," 
katanya. 

Di Aceh, Terry Irvin bersama rombongan tidak hanyabantu menangkap buaya, tapi 
juga memberikan pelatihan singkat, bagaimana mengetahui lokasi-lokasi yang ada 
buaya dan menghindari kemungkinan dimangsa buaya. 

Dijelaskannya, buaya adalah makhluk hidup yang sudah ada di dunia sejak sekitar 
enam juta tahun lalu. Ada sebanyak 22 jenis buaya, yang sekitar 16 jenis di 
antaranya sudah terancan punah. 

"Dari seluruh jenis buaya yang paling berbahaya adalah buaya air asin atau 
buaya muara. Jenis buaya itu yang berada di sungai di Meulaboh Aceh," katanya. 

Menurut dia, buaya muara bisa memangsa manusia yang berada di sungai. Guna 
menghindari kemungkinan dimangsa buaya, maka manusia harus mengetahui ilmu 
buaya serta di lokasi yang ada buaya diberi tanda peringatan. 

"Buaya itu tidak begitu saja langsung menyerang manusia, tapi ia mempelajari 
dulu kebiasaan manusia. Karena itu, manusia yang diserang buaya adalah yang 
sering beraktivitas di sungai, seperti mandi dan mencuci," katanya. 

Sedangkan lokasi yang menjadi hunian buaya, kata dia, umumnya adalah air yang 
dalam, arusnya tidak deras, serta keruh. 

"Sebenarnya, buaya bisa hidup dimana saja, di air tawar atau air asin. Buaya 
bisa berenang sampai jauh, dari air asin ke air tawar atau sebaliknya. Buaya 
juga suka berjemur dan pintar melakukan kamuflase," katanya. 

Kalau di sungai, sudah ditangkap seekor buaya, kata dia, bukan berarti sungai 
itu sudah bebas dari buaya, karena buaya lainnya bisa datang lagi ke sungai 
itu. 

"Karena itu, ia meminta masyarakat untuk mempelajari kebiasaan dan perilaku 
buaya, untuk menghindari kemungkinan dimangsa," katanya. 

<<0.gif>>

Kirim email ke