Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
PEMBEBASAN KAUM DHUAFA DAN PENDOBRAKAN SYSTEM THAGHUT MELALUI IDEOLOGY, MIZAN
DAN POWER.
Husaini Daud Sp
ACHEH - SUMATRA
USAHA PEMBEBASAN KAUM DHUAFA DAN PENDOBRAKAN SYSTEM THAGHUT MELALUI IDEOLOGY,
MIZAN DAN POWER
.
Cat Stevens telah lama menjadi Yusuf Islam. Proses dia masuk Islam berbeda
dengan Muhammad Ali dan Tyson, dimana kedua orang ini masih saja melanjutkan
kerjanya yang bathil yaitu "Tinju". Tinju jauh berbeda dengan Karate dan jenis
seni bela diri lainnya. Karate dapat digunakan untuk membela diri dari perilaku
keji kaum yang dhalim, sementara tinju terbatas pada ketrampilan tangan saja.
Tinju sering membuat lawan mati diring tinjunya, namun takmampu membuat mati
lawannya yang dhalim dalam kehidupan sehari-hari disebabkan hanya terbatas pada
gerakan tangan saja sehingga dengan mudah dibungkem oleh jagoan karate.
Yusuf Islam meninggalkan kerjanya yang bathil itu yaitu "Penyanyi yang
berjingkrak-jingkrak" untuk menjadi "Pendakwah". Dalam Islam sebagaimana
makanan perlu slektif mana yang halal dimakan, demikian juga pekerjaan ada yang
halal, haram dan bathil sebagaimana tinju. Lihatlah Muhammad Ali akibat tidak
meninggalkan peker jaan dimasa "jahiliahnya" itu, Laila anak gadisnya
meneruskan pusakanya itu hingga terdedahkan auratnya dimata publik tanpa
disadarinya
.
Perlu kita ingat setelah seseorang masuk Islam adalah "What next" nya.
Sungguh baik sekali kalau kita mampu menempatkan diri sebagai pendakwah
sebagaimana Yusuf Islam itu, namun kita juga harus mampu bergabung dalam jamaah
yang bersungguh-sungguh untuk membela kaum dhu'afa kapanpun dan dimanapun kita
berada (Q.S, 7:157).
Secara filosofis, siapapun yang bersatu padu dalam System Thaghut yang dhalim
dan hipokrit, kecuali "Taqiyah" adalah kafir disisi Allah, kendatipun mereka
mengaku diri sebagai orang Islam, (Q.S,2:6-7). Shalat, puasa, zakat naik Haji
dan latin-lain sebagai nya, tak ada arti sama sekali kalau Aqidahnya sudah
sirna. Sungguh ironis seseorang yang berbicara Islam namun bergabung dengan
orang-orang yang menganianya kaum dhu'afa. Jangankan bergabung dengan mereka,
diam diri saja untuk berkhusjuk sepi bertaqarrub kepada Allah (berhablum
minallah) sementara kaum dhuafa merintih di gubuk-gubuk derita, kita tergolong
dalam golongan orang-orang yang dhalim juga. Allah tidak redha kepada
orang-orang yang hanya berhablum minallah tanpa berhab lum minannas. Berhablum
minannas tidak cukup dengan hanya berhari Raya kerumah kaum dhu'afa atau
sekedar bersalaman dengan mereka setelah sama-sama meratakan dahi di mesjid -
mesjid pada hari-hari Jumat atau bersama kaum dhu'afa dalam jama ah
wirit. Itu hanyalah sebatas kulit belum masuk dalam definisi berhablum minan
nas yang sesungguhnya. Islam itu terdiri dari dua dymensi, Ritual dan Soisial
(Hab lum minallah dan Hablum minannas). Adalah keliru 180 derajat orang-orang
yang hanya berhablum minallah tanpa berhablum minannas, demikian juga
sebaliknya merdaya upaya dalam berhablum minannas namun melupakan hablum
minallah.
Sebahagian manusia berkhusyuk sepi untuk beribadah kepada Allah siang dan
malam sementara kaum dhu'afa merintih digubuk-gubuk reot, di bawah jembatan dan
di tempat-tempat kumuh, terlupakan sama sekali. Mereka mengambil Al Qura-an
hanya bahagian ritual saja sementara bagian Sosial, dilupakan. Orang-orang
seperti itu dapat dipastikan memfungsikan Al Qur-an hanya sebagai kitap suci
untuk dibaca-baca saja. Mereka itulah yang menggalakkan Musabaqah Tilawatul
Qur-an dimana-mana hampir seluruh dunia. Mereka sepertnya tak dapat memahami
bahwa Al Qur-an itu merupakan petunjuk hidup (Kompas) bagi manusia. (Q.S, 2:2).
Kita di dunia ini bagaikan seseorang yang berada dalam sebuah bahtera di
samudera luas yang sudah barang pasti membutuhkan kompas agar kita dapat dengan
tepat menuju sasarannya (tidak akan sesat). Selanjutnya kita juga harus mampu
memahami bahwa Al Qur-an itu bagaikan sebuah buku "Kesehatan" yang sudah barang
pasti membutuhkan sang dokter agar efektif penggunaannya.
Sebahagian manusia yang lain bersungguh sungguh dalam berhablum minannas,
mereka mau menafkahkan sebahagian rizki yang dianugerahkan Allah kepadanya
sebagai infak dijalan Allah untuk perjuangan Kemerdekaan. Ditinjau dari segi
ini manusia tersebut memang lebih bagus dari manusia yang saya sebutkan di
alinia diatas, namun mereka ini juga tergolong dalam golongan manusia yang rugi
di akhirat kelak. Mereka melupakan Ibadah Ritualnya. Mereka enggan melakukan
salat, shaum dan juga enggan menutup aurat kendatipun berulang-ulang diberikan
peringatan agar mereka tidak termasuk dalam golongan yang rugi di Akhirat
kelak. Mereka malah benci kepada orang-orang yang memberi peringatan kepada
mereka. Sesungguhnya orang-orang tersebut tidak berhablum minannas karena
Allah, sebaliknya mereka berdaya upaya untuk memperlihatkan pada manusia bahwa
mereka itu termasuk dalam golongan pejuang kemerdekaan. Mereka ini mirip dengan
orang-orang sekuler. Mereka tidak senang kalau kita berbicara
tentang agama. Sesungguhnya mereka keliru dan tidak tau apakah agama yang
sebenarnya. Mereka tidak memahami bahwa perjuangan itu juga termasuk agama.
Artinya kalau kita tidak berjuang untuk membela kaum dhu'afa berarti kita juga
belum beragama. Bagi orang-orang Islam sejati tidak ada hal yang kitalakukan
didunia ini melainkan berdasarkan agama (petunjuk). Sementara petunjuk yang
benar disisi Allah adalah Qur-an dan Keluarga Nabi sendiri sebagai
pengejawantah Al Qur-an dan Hadist Nabi agar terhindar dari pemalsuan hingga
kita tidak pecah-belah sebagaimana terjadi setelah Rasulullah Muhammad saww
meninggal Dunia hingga sampan ke jaman kita ini.
Kehidupan di dunia menghadapkan manusia pada dua jalan. Jalan yang mendaki
lagi sukar dan jalan yang mulus lagi menyenangkan (QS,90:10). Jalan yang menda
ki lagi sukar adalah jalan yang membebaskan kaum dhuafa dari belenggu
penindasan dan penjajahan, yang menimpa kuduk-kuduk mereka, membebaskan manusia
dari sys tem perbudakan, baik perbudakan ortodok maupun perbudakan modern
(QS,7:157y& QS,90:12-18) Untuk menempuh jalan ini tidak boleh tidak dituntut
untuk mendirikan system Allah. Untuk mendirikan system Allah mem butuhkan
kemantapan Power dan Ideology, sebab pasti akan berhadapan dengan kekuatan
system Thaghut, jelasnya pasti akan berhadapan dengan medan tempur. Justru
itulah para Rasul dilengkapi dengan Ideology, Mizan dan Power (QS Al-Hadid
:25).
Setelah periode para Rasul berakhir, tugas mendirikan sistem Allah
dilanjutkan para Imam . Setelah Imam terakhir mengalami Ghaib al Kubra tugas
tersebut dilanjutkan para Ulama Warasatul Ambiya. Andaikata di suatu negeri
tidak ada ulama warasatul ambiya, tugas tersebut akan diambil alih oleh
penyeru-penyeru kebenaran secara kolektif sebab tugas mendirikan system Allah
adalah Haq lawan kata daripada Bathil. Hal ini perlu digarisbawahi, sebab
banyak orang yang terkecoh dengan pendapat klasik yang mengatakan hukumnya
wajib. Haq dalam konteks ini kedudukannya di atas wajib. Bila hukumnya wajib,
andaikata tidak didirikan paling-paling berdosa. Sedangkan perkara dosa masih
ada jalan untuk meminta ampun. Sedangkan perkara Haq, bila tidak didirikan
hukumnya bathil. Resiko berada dalam sistem yang batil adalah Neraka. Andaikata
kita tidak berada dalam sistem Allah (Haq), otomatis kita berada dalam system
Thaghut (bathil) kecuali taqiah. Untuk kasus ini Allah befrir man; Qul Ja al
Haqqu wazahaqal Baathil, innal Bathila kana Zahuuqa)
Jalan yang mulus lagi menyenangkan adalah jalan Qabil, sebagai symbolisasi
dari pembunuh manusia, jalan Namruz, Firaun, Jalan Kaisar-Kaisar di Roma, Jalan
Abu Sofyan, jalan Muawiyah, jalan Yazid, Jalan orang-orang yang bersatu padu
dalam system Thaghut Hindunesia-Jawa kecuali "Taqiah". Kesemuanya adalah jalan
orang-orang yang mencari kebahagiaan di Dunia ini diatas penderitaan orang lain
macam s.i Kuntoro cs. Mereka itu umumnya baik secara langsung mahupun tidak
langsung, penentang ayat-ayat Allah. Mereka sekedar bereksistensi dan tak
pernah beresensi. Manakala berbicara tentang negara Islam, Kedaulatan Allah,
Sistem Allah sebagian mereka langsung menentangnya, sementara sebagian yang
lain merasa grogi, memper lihatkan sikap yang tidak senang dengan mengemukakan
berbagai dalih, tidak mung kinlah, mustahillah, mimpilah, dsb. Mereka mengaku
diri sebagai orang beriman, Islam. Mereka sesungguhnya telah dinyatakan Allah
dengan jelas dalam Al Qur-an surah Al Baqarah ayat 8 -
20. Hal ini juga terdapat dalam Surah yang lainnya seperti Surah Al-Munafiqun
dari ayat 1 sampai ayat 8 dan juga ayat-ayat di surah lainnya.
Allah, disamping menurunkan petunjuk (Wahyu) kepada manusia agar tidak
tersesat di dalam hidupnya menuju Akhirat, Dia juga menurunkan
pengejawantahannya agar tepat sasaran (Rasul). Tanpa rasul sebagai penterjemah
pedoman hidup (wahyu), manusia akan sesat dan terombang ambing dalam hidupnya.
Bila Rasul kembali kehadhirat Allah, dia pasti menunjukkan penggantinya sebagai
pengejawantahannya (Para Imam) agar manusia dapat terselamat dari api neraka.
Hal ini dapat kita lihat dengan jelas disampaikan Rasulullah saww:
"Kutinggalkan kepada kalian dua perkara yaitu Al Qur-an dan Keluargaku, jika
kalian berpegang teguh kepada keduanya tidak akan sesat buat selamalamanya".
Hadist Tsaqalain tersebut diucapkan berulang kali sebagaimana hadist Ghadirkhum
dan hadist-hadist lainnya. Justru itu hadist tersebut sedikit berfariasi dengan
pengertian yang tidak berbeda, misalnya: Kutinggalkan kepada kalian dua
perkara, yaitu Qur-an dan Keluargaku. jika kalian berpegang teguh kepada
keduanya,
kalian tak akan sesat sampai menemuiku di pancutan Kausar. Sayangnya hadist
ini telah dipalsukan oleh Abu Hurairah cs sehingga orang ramai berselisih
dikemudian hari. Perkataan "Keluarga Rasul" diganti dengan "Hadist", akibatnya
Filter yang dibuat Allah dan Rasulnya sirna. Keluarga Rasul adalah "filternya"
untuk membendung orang-orang jahat dari memalsukan Hadist Nabi.
Andaikata Hadist Tsaqalain tidak dipalsukan sudah barang pasti orang-orang
akan bersatu padu pada mengikuti para Imam yang berasal dari keluarga Rasul.
Mereka memiliki konsep yang satu dari Imam pertama sampai Imam yang terakhir,
tidak berbeda sedikitpun.
Billahi fi sabililhaq.
Husaini Daud Sp
Di
Ujung Dunia
----------
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.