Harian Analisa
Edisi Senin, 24 Maret 2008

Puluhan Kepala Sekolah di Banda Aceh Diganti 

Banda Aceh, (Analisa) 

Sebanyak 27 kepala sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Banda Aceh, diganti dan 
dilantik pejabat baru, dalam upaya penyegaran di lingkungan sekolah setempat. 

Dalam pelantikan yang berlangsung aula Pemko Banda Aceh tersebut juga turut 
dilantik satu Kasubdin SMA di Dinas Pendidikan setempat, Kepala UPTD, 4 orang 
pengawas SMP dan SMA serta 1 kepala seksi oleh Walikota Banda Aceh yang 
diwakili Sekdako, Drs T Saifuddin TA. 

Di antara yang diganti adalah Kepala SMA Negeri 8 Banda Aceh, Dra. Fachriati, 
MM yang sebelumnya bermasalah terkait dengan adanya pengutipan dana dari 
siswanya yang tidak dipertanggungjawabkan, selanjutnya ditarik sebagai pengawas 
SMA di Dinas Pendidikan. Kepala SMAN 8 yang baru adalah Drs. A. Gani Yahya, 
M.Pd sebelumnya Kepala SMAN 12 Banda Aceh. 

Kepala SMKN 4 Banda Aceh, Drs. Abd. Wahab dan ditunjuk pejabat baru Dra. 
Fatikah, Kepala SMAN 2, Drs Syamsuddin Umar digantikan Drs. Amiruddin, Kepala 
SMAN 11, Drs. Zulkarnain digantikan Syaridin, S.Pd. 

Kepala SMAN 3, Drs Lukman digantikan Drs Zulkarnain, Kepala SMAN 13, Drs 
Syahbuddin digantikan Drs Imran Muhammad, Kepala SMAN 10 Fajar Harapan, Dra. 
Hj. Aisyah M Ali, M.Pd digantikan Khairurrazi, S.Pd, M.Pd, Kepala SMAN 12 
dijabat Drs Muhammad, Kepala SMAN 7 dijabat Drs Syahbuddin. 

Sementara Kepala SMPN 5 selanjutnya dijabat Muhd. Ali Abdullah, S.Pd, Kepala 
SMPN 9 Drs Bustami, Kepala SMP Bhayangkari 1, Nuraini, S.Pd, Kepala SMPN 15 Drs 
Syarifuddin Muhammad, Kepala SMPN 11 Arslan Darma, S.Pd, Kepala SMPN 13, Drs 
Sayuthi Hasan, Kepala SMPN 12 Mursalin Abdullah, dan Kepala SMPN 6 akan dijabat 
Dra. Hj. Kasumi Sulaiman, MM. 

Walikota Banda Aceh dalam sambutannya yang dibacakan Sekdako menyatakan, 
pelantikan kepala sekolah ini sebagai salah satu upaya dalam menata jabatan 
fungsional dan ini harus terus ditingkatkan. "Pelantikan kepala sekolah ini 
sesuatu yang wajar, tidak perlu dipersoalkan, siapa pun orangnya bisa saja 
bergeser," jelasnya. 

Sangat Berat 

Ditambahkan, jabatan kepala sekolah sangat berat, di antaranya harus menyusun 
proses belajar mengajar, ditambah dengan adanya tugas-tugas tambahan yang bisa 
menyita banyak waktu. Selain itu, para kepala sekolah juga menjadi panutan 
masyarakat sehingga mereka harus menempatkan posisinya sebagai panutan 
masyarakat.

Kirim email ke