Apa pendapat GAM alias KPA.....Seadangkan mereka ini korban komflik, apaka
mangsa mendapat bantuan yang sesuwai atau.....mendo´a kan semuga mereka cepat
mampus.
Ghafari Zhan <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
Rabu, 02 April 2008 00:16 WIB Korban Konflik Menderita Gangguan
Saraf Dan Psikologis Lhoknibong, WASPADA Online
Keluarga korban konflik, ayah dan anak sekaligus menderita gangguan saraf dan
tekanan psikologis. Keluarga ini berdiam di salah satu dusun, bagian dari Desa
Buket Bata, Kec. Pante Bidari (Lhoknibong), Aceh Timur.
H. Ajie Daud, 73 (ayah), bersama putrinya Maksummah, 35, sudah 18 tahun
menderita sakit. Ayah menderita gangguan saraf karena penganiayaan berat tahun
1990. "Saat itu saya Geuchik/Kepala Desa (Kades) di Buket Bata ini, entah
bagaimana sehingga dicurigai sehingga dianiaya," kata H.Ajie Daud kepada
Waspada yang berkunjung ke rumahnya, Minggu (30/3).
Usai penganiayaan, dalam kondisi pingsan H.Ajie Daud dibawa pulang ke rumahnya.
Melihat keadaan ayahnya demikian, puterinya (Maksummah) langsung jatuh shock
dan menderita gangguan psikologis (kejiwaan) sampai sekarang dalam usianya yang
sudah beranjak 35 tahun.
Kini setiap 15 hari sekali, H. Ajie Daud rutin harus ke tempat praktek dokter
saraf di Lhokseumawe, dengan menghabiskan biaya senilai Rp350.000/kunjungan
berobat jalan, belum termasuk transport dan biaya makan. Demikian pula
puterinya, Maksummah setiap 15 hari sekali harus mengunjungi psikiater di RSUD
Langsa.
"Keduanya saya yang harus mendampingi. Biaya untuk ayah, dari hasil kebun sawit
seluas 2 hektare yang pernah ditanami sema dia masih sehat. Sedang biaya untuk
Maksummah tidak terlalu berat, hanya Rp 100.000 untuk pulang pergi (PP)
Lhoknibong - Langsa, karena memakai kartu
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total
Access, No Cost.
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.