http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/03/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Dubes AS: Kekerasan di Aceh Harus Dihentikan
[BANDA ACEH] Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia, Cameron R 
Hume, minta semua pihak di Provinsi Aceh segera menghentikan berbagai tindak 
kekerasan yang selama ini masih terjadi seperti penculikan, perampokan dan 
tindakan kriminal lain. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat 
dilaksanakan, terutama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat yang 
terpuruk pascakonflik. 

Demikian ungkap Dubes AS untuk Indonesia, Cameron R Hume, Banda Aceh, Jumat 
(2/4), seusai melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat Aceh dan mantan 
Gubernur Aceh Azwar Abubakar yang kini memimpin Komisi Keberlanjutan Perdamaian 
Aceh atau Commission on Sustaining Peace in Aceh (CoSPA). 

Ia datang ke Aceh didampingi Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Medan, Sean B 
Stein dan Perwakilan USAID Banda Aceh, Tom Morris. Selama di Banda Aceh, Dubes 
Hume melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat setempat. 

Menurutnya, perhatian pembangunan di Aceh harus lebih ditekankan pada sektor 
memajukan ekonomi rakyat, karena menyangkut dengan kesejahteraan tujuannya 
adalah untuk melanggengkan perdamaian yang kini sudah terwujud."Jadi, lebih 
bagus kita jaga apa yang sudah kita dapat, yakni perdamaian, dan jangan mencari 
perbedaan," sebutnya. 


Riak 

Menyangkut kekerasan yang masih saja terjadi di Aceh, menurut Hume hanyalah 
sebagai riak-riak kecil dan perlu adanya penegakan hukum yang tegas. Sehingga, 
dibutuhkan kerja keras dari semua pihak, bahkan lebih keras lagi daripada masa 
lalu, dan banyak stakeholder memberikan pemikiran. 

Diakui, untuk melakukan itu memang agak berat, sebab orang-orang di sini sudah 
tertekan dalam kurun waktu puluhan tahun akibat konflik. Tetapi, apa pun 
alasannya untuk memberikan suasana nyaman harus ada pendidikan dan penguatan 
ekonomi rakyar, agar masyarakat bisa merasakan hasil dari sebuah perdamaian dan 
tidak lagi bertengkar dengan hal kecil sehingga terjadi kekerasan. 

Mantan Gubernur Aceh Azwar Abubakar mengatakan, pertemuan dengan Dubes AS dalam 
rangka bertukar pikiran, juga membicarakan perkembangan Aceh pada saat ini. 

Banyak hal positif yang telah dicapai, juga melihat hal-hal yang bisa 
mengganggu proses perdamaian Aceh ke depan. Makanya dalam pertemuan tersebut 
lebih terfokus membahas masalah pembangunan ekonomi karena ekonomi menjadi 
salah satu hal yang bisa dibuat lebih banyak. 

Pada kesempatan tersebut Amerika Serikat (AS) melalui USAID juga menegaskan 
siap membantu dana sebesar US$ 20 juta atau Rp184 miliar untuk program 
reintegrasi ekonomi daerah pascakonflik di Aceh. Bantuan tersebut hampir separo 
dari seluruh bantuan daerah sejenis yang dilakukan pada daerah lain di 
Indonesia senilai US$ 45 juta. 

Menurut Azwar, bantuan dana pada program pemberdayaan ekonomi warga korban 
konflik pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, digulirkan melalui 
lembaga swadaya masyarakat internasional Serasih yang dikoordinasi USAID. [147] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 3/5/08 

Kirim email ke