Memisahkan diri dari Indonesia hanya membuat senang Yahudi dan antek2nya. 
Semakin kecil suatu negara semakin kecil kekuatannya. Jika Aceh berkeras hendak 
merdeka, sementara rakyatnya bahkan pemimpinnya banyak yang bodoh (tidak 
mengerti ilmu kepemimpinan), maka akan semakin mudahlah Yahudi menguasai dunia. 
Islam tidak mengenal batas negara. Dahulunya, yordan, iraq,syiria,andalusia dan 
lainnya bukanlah suatu negara, tapi hanya suatu wilayah di bawah kekhalifahan 
Islam. Yahudi melalui negara2 pemenang perang dunia II lah yg membuat negara2 
tersebut untuk memperlemah kekuatan Islam. Hingga sekarang orang-orang Arab 
yang mayoritas muslim berperang demi bendera dan negaranya, bukan demi tegaknya 
kalimah Tauhid di bumi Allah. Dunia sudah mendekati kiamat, tanda2 makin 
banyak, termasuk makin banyaknya orang2 bodoh yang tidak berpengetahuan merasa 
dirinya pintar. Selalu melihat permasalahan hanya dari satu sudut pandang, 
seperti orang buta yang melihat gajah dan mecoba
 menceritakannya. Yang memegang ekor mengatakan bahwa gajah adalah suatu 
binatang yg mirip sapu karena ada rambut di ujung tangkai ekornya. Yang 
memegang yang lain berkeras bahwa gajah seperti apa yang di pegangnya. 
Seharusnya, orang-orang Islam berfikir keliling (circular thinking), tidak 
melihat sesuatu dari sudut pandangnya, tetapi haruslah memutuskan suatu perkara 
berdasarkan apa yang telah di turunkan Tuhan-nya yaitu Al-Quran al -kariim.  
Kenapa tidak pernah berfikir untuk mengislamkan Indonesia seperti FPI dan 
memusnahkan munafiqun seperti Gus- Dur dan antek2 kambingnya? Islamkan diri 
masing2, Islamkan Indonesia, Islamkan Asia Tenggara, dan Islamkan seluruh dunia 
sebelum kiamat tiba. Jangan malah memperlemah Islam dengan memecah Aceh yang 
pemimpinnya hampir semua tidak bisa melihat duit. Orang Aceh sekarang/GAM, jika 
di beri 3 juta rupiah saja hilanglah kesetiaannya kepada siapapun, bermental 
penjilat/pengkhianat seperti Pang Tibang dan orang2 GAM sekarang. Berjuang
 hanya demi Nama, pangkat dan uang...... berfikirlah.... afala ta'qiluuun, 
afala ya tafakkarun.... tidak kah kamu berfikir...tidakkah kamu merenung.... 
ulil albaab...orang2 yg berfikir??? Jadi sebelum berbicara, sebaiknya berfikir, 
sebab Quran hanya petunjuk bagi orang2 yg mau berfikir dan merenung. Quran 
tidak di peruntukkan untuk orang2 yg tidak berakal seperti sapi yang banyak di 
jalan2 di Aceh. Janganlah seperti Namruz yang sudah tau bahwa patung tidak bisa 
berbuat apapun tp masih saja di sembah. Artinya sudah tau bahwa itu salah, tp 
masih di bela dan dilakukan. Jadi akhir zaman memang banyak Namruz2 dan Firaun2 
baru bermunculan. Sama seperti Al-aystar ini, sudah tau bahwa Ali ra. Umar 
ra.dan sahabat2 yang lain bersatu padu, tetapi mengaku dirinya pengikut Ali ra  
dan tidak menganggap sahabat2 Umar, Abu Bakar dan Ustman. Padahal Ali berbaiat 
thp mereka, sementara pengikutnya mencaci maki sahabat2 yg lain. Masuk akal ga 
di anggap pengikut Ali?? Jika Syi'i pengikut
 Rasullah SAW dan Ali maka bersikap lah sebagaimana ALi bersikap dan berfikir. 
Jangan lagi ada sebutan Sunni atau Syi'ii. Syi'ii hanyalah cara mengadu domba 
ala Yahudi karena pencetus Syi'ii adalah seorang yahudi yang pura2 masuk 
Islam,yakni si Abdullah. Bodohnya Syi'ii yang mensucikan orang2 yang mengklaim 
turunan Rasulullah SAW, padahal semua anak lelaki Rasulullah SAW di wafatkan 
sejak bayi agar tidak sempat berketurunan. Yang makhsum hanyalah Rasulullah 
sedangkan Ali ra dan keluarga terjaga dari dosa hanyalah karena ilmunya 
sebagaimana sahabat2 lain juga terhindar dari dosa karena ilmunya. Jadi bukan 
karena turunannya. Kan banyak habib2 yg mabok di diskotik?? berzina? apa mereka 
tidak terkena dosa karena turunan Rasulullah? afala ta'qiluun? Mudah2an Islam 
akan segera seperti dulu ya Allah, tidak ada lagi Sunni, tidak ada lagi Syi'ii. 
Dan orang Aceh, khususnya anak2 muda, segera bangkit dan merdeka kan diri 
kalian dari kebodohan, kemiskinan dan penjajahan dari siapapun
 termasuk penjajahan dari GAM /TNI/POLRI sendiri.Bukan merdeka dari Indonesia. 
Bersandarlah pada keilmuan Al-quran yang sudah di anggap kuno, kendalikan nafsu 
kalian agar tidak sama dengan binatang dan berfikirlah. "Dan berpeganglah 
kalian kepada tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai". Ingat, Allah 
tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak merubahnya. 
Kita orang Aceh punya ungkapan yang mirip," Menyoe keun ie leuhob, meuyoe keun 
droe gob. Maka Hidup FPI... Hidup Islam.... Allahu Akbar wa lillah ilham. wa 
willahi taufiq wal hidayah.Wassalamualaikum wrwb.

Ali Al Asytar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Habib 
Rizki tidak jauh berbeda dengan Gusdur. Mereka itu adalah umpama Cina satu atap 
(baca Cina saboh geudong)  Ingat Islam yang benar, pantang bersatupadu dalam 
system Taghut dhalim dan hipokrit macam Indonesia. Agama itu memiliki dua 
wajah. wajah asli dan wajah yang sudah dekaden. Mereka yang sudah dekaden itu 
bersatupadu untuk menjajah Acheh -Sumatra, West Papua dan bangsamanapun di 
Nusantara ini yang sudah sadar bahwa mereka korban penjajahan Indonesia. 
Hubungan antara penindas dan korbannya, membuktikaqn bahwa Agama mereka hanya 
satu dimensi, nyakni dimensi ritual (baca dimensi hablum minallah), sementara 
dimensi Sosial (baca dimensi hablum minannas) terjejas samasekali. Agama Islam 
murni yang dibawakan Nabi Muhammad saww adalah agama dua dimensi, nyakni 
dimensi Ritual dan Sosial (baca hablum minallah 
 dan hablum minannas).  Esensi Islam tergusur dalam system Taghut Indonesia 
Dhalim dan Munafiq. Barang siapa yang bersatupadu dalam melanggingkan system 
Thaghut yang dhalim dan hipokrit itu, tergusur 'aqidahnya biarpun dimulut 
mereka berkomat-kamit dengan dua kalimah syahadah. Anda harus belajar hakikat 
Agama murni yang di bawa Rasulullah, Muhammad saww.
  
 (Alasytar - Acheh)
  
 
--- On Tue, 6/10/08, muhammad hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 From: muhammad hadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [politikmahasiswa] Gusdur vs Habib Rizieq (Mereka sebelum Insiden 
Monas)
To: "iacsf" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "ARI GAYO" <[EMAIL PROTECTED]>, "politiK mahasiswa" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "GWG Aceh" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, June 10, 2008, 5:15 AM

    
Dari Milis tetangga...PAHAMI SAJA
 Maaf bagi yang udah membaca..... .
  
 dari milist ICMI ( UIA-Ferdy DAILAMI FIRDAUS <[EMAIL PROTECTED] net.id>
  
  
 Minggu, 8 Jun 08 20:01 WIB
 Apa yang dilakukan Habib Rizieq Dan Abdurrahman Wahid beberapa hari sebelum 
pecahnya bentrokkan di Monas,
 Ahad, 1 Juni 2008, bisa dijadikan cerminan siapa yang berjuang membela agama 
Allah SWT ini Dan mana yang malah berada di sisi musuh Allah SWT?
  
 Inilah faktanya:
 Habib Muhammad Rizieq Syihab
 Sejak pertengahan Mei 2008, Habib Rizieq memiliki kesibukan tersendiri
 Dengan pengacara Indra Sahnun Lubis, SH, sahabatnya. Keduanya bukan tengah
 Mengurus masalah hukum, namun tengah mempersiapkan seorang selebritis yang
 Mau kembali ke Islam.
 Kepada sang artis, Habib berkali-kali menanyakan apakah dirinya memang
 Sungguh-sungguh ingin kembali ke Islam, bukan dengan paksaan atau ada
 Motivasi lain selain hidayah dari Alah SWT. Sang artis, bernama Steve
 Emmnauel, berkali-kali pula menyatakan keseriusannya dan menegaskan jika
 Keinginannya itu keluar dari hati nuraninya sendiri. Bukan paksaan siapa
 Pun.
  
 Akhirnya, pada hari Sabtu, 24
 Mei 2008, didampingi oleh Pengacara Indra Sahnun Lubis, Steve Emmanuel
 Mengucapkan dua kalimah syahadat di depan Habib Rizieq, puluhan anggota
 FPI, dan para wartawan. Setelah bersyahadat, Steve memilih nama baru “Yusuf
 Iman”. Menurutnya, nama tersebut dipilih Steve alias Yusuf Iman karena
 Terinspirasi oleh Cat Steven, seorang penyanyi ternama Inggris yang kembali
 Ke Islam dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam.
 "Alhamdulillah, saya senang, bahagia, merasa excited. Sebentar lagi mau
 Bulan puasa, mungkin ini jadi awal yang baik untuk saya, " ujar Yusuf Iman
 Usai resmi mengucap dua kalimah syahadat. Kini Yusuf Iman mengisi hari demi
 Hari dengan mendalami Islam bersama seorang Ustadz yang ditunjuk untuk
 Membinanya.
  
 Abdurrahman Wahid
 Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi
 Undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di
 AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat
 Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah
 Negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia .
  
 Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta , sebelum keberangkatannya, 
 Durahman menyatakan bahwa Kepergiannya ke AS selain untuk menerima penghargaan 
tersebut juga akan
 Merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Israel
 Ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika kemerdekaan Israel merupakan awal
 Dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran yang dilakukan
 Teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina
 Yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang menjadi pengungsi di
 Negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah memilih posisi
 Sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina.
  
 Acara penganugerahan medali Tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam 
istimewa yang dihadiri
 Banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith 
(The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly 
Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.
 Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling
 berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan
 medali tersebut ke leher Durahman. 
  
 Durahman sendiri, sambil terus duduk di
 kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut.
 Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam
 AKKBB.
  
 Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa
 yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu
 Mengambil posisi dalam perjuangan ini?
  
 





        
     
                                       

       

Kirim email ke