Indonesia juga tidak jauh berbeda dengan Yahudi. Indonesia itu justru bertentangan dengan apa yang anda anjurkan: "haruslah memutuskan suatu perkara berdasarkan apa yang telah di turunkan Tuhan-nya yaitu Al-Quran al -kariim". Hal itu sesuai Firman Allah:". . . . . . .waman lam yahkum bima anzalallah, faulaika humulm kafirun". Tejemahan bebasnya: ". . . . . . .barang siapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan Allah, mereka itu adalah kafir". (QS. Al Maidah 44). Nah realitanya System Indonesia itu tidak menggunakan hukum yang diturunkan Allah tapi sebaliknya menggunakan UUD45 warisan Hindia Belanda dan KUHP (Kasih Uang Habis Perkara). Justru itu siapa saja yang bersatupadu dalam system Hindunesia itu sirna imannya, kecuali orang yang pantas bertaqiyah. Dasar ystem Hindunesia juga bathil, nyakni Pancasila hasil utakatik Soekarno yang diambil dari ide Empu Tantular. Bagi kami bingsa Acheh - Sumatra memahami bahwa Pancasila itulah puncasilapnya orang-orang Hindunesia tanpa sadar. Hal ini anda harus kaji kembali sebelum Pancasila digunakan sebagai dasar negara Indonesia, yaitu Piagam.Jakarta.
Justru itulah kami orang Acheh - Sumatra yang sadar berperinsip lebih baik mati berkalang tanah daripada bergabung dalam system Puncasilap itu yang tidak jauh berbeda dengan Yahudi, dimana pikiran anda terlalu dhaif untuk memahami persoalan ini. Jika anda katakan orang Acheh tidak memiliki ilmu kepemimpinan adalah keliru 180 derajat. Justru Hindunesialah yang tidak memiliki ilmu kepemimpinan. Di Indonesia justru ilmu kekuasaan yang mereka miliki, akibatnya rakyat jelata tidak pernah merasakan bahwa negara milik mereka tapi milik penguasa bersama kroni-kroninya, termasuk anda sendiri yang terindikasi menimba ilmu dari system Taghut Dhalim dan Munafiq itu. Persoalan kami Acheh adalah Kemunafikan Indonesia yang justru tidak berbeda jahatnya seperti Yahudi. Dulu Soekarno menipu Acheh melalui Tgk Daud Beureueh yang terkenal dengan "Air mata buayanya" Sekarang melalui MoU Helsinki, Yudhoyono - Kalla atas nama Hindunesia masih saja munafiq macam Soekarno, menipu Acheh untuk kedua kalinya. Negara Acheh ratusan tahun duluan exist dibandingkan Indonesia pura-pura. Itupun akibat belaskasihan bingsa Acheh ketika Penguasa Indonesia pura-pura itu, ditangkap penjajah Belanda. Disamping itu bangsa Acheh juga menyumbang pesawat "Seulawah agam dan Seulawah dara" tapi ironisnya bangsa Hindunesia itu bagaikan lembu ditarik dari sumur, hingga tega menyeruduk penolongnya, Kenapa anda buta akan sejarah yang sebenarnya? Jawabannya adalah, disebabkan anda dibesarkan dalam ketiak penjajah Hindunesia - Jawa. Justru itu mustahil bagi anda untuk mengetahui sejarah yang sebenarnya. Anda Azhari Ishaq, bagaikan orang meludah keatas hingga menimpa muka sendiri. Justru andalah orang buta yang coba memprediksi bentuk gajah, bukan kami orang Acheh asli. Rupanya kebodohan anda tentang sejarah tidak hanya terbatas di Nusantara ini saja tapi juga bodoh tentang sejarah paska wafatnya Rasulullah. Apa yang anda reka tentang Syi'ah - Sunnah juga keliru 180 derajat. Alhamdulillah saya ini sudah mempelajari kedua mazhab Sunni dan Syi'i. Setelah melakukan analisa dan perbandinagn diantara keduanya lalu pilihan saya jatuk ke Syi'i, namun saya masih menganggap bahwa Sunni juga saudara saya. Yang saya maksudkan bukan sunni-sunnian macam Sunninya Hindunesia tapi Sunni macam pengikut Jamaluddin Al Afgani, Hasan Albanna dan Sayed Quthub, yaitu Sunni yang pantang bersatupadu dalam system Taghut Dhalim dan Munafiuq macam Mesir dan Hindunesia. Khasnya Syiah Imamiah 12 juga pantang bersatupadu dalam system Taghut Dhalim macam Indonesia dan Iran jaman Shah Reza Palevi. Ini adalah Ideology Surah Al Kahfi (baca 7 penghuni gua) Saya kira sudah mencukupi untuk membuktikan kedhaifan pikiran anda. Semoga anda dapat merenungi betapa rancunya pikiran anda yang terikat dalam system munafiq Hindunesia itu. Lain kali, jangan terlalu gegabah yang mengakibatkan macam orang mekludah kewajah sendiri. Pelajarilah Islam secara mendalam agar tidak terkejut ketika dibangkitkan Allah kelak dari kuburnya, lalu kemudian mendapat tempelakjan Nya sebagaimana tertera dibawah ini: Bukankah sudah kusampaikan kepadamu hai bani Adam agar kamu tidak mengikuti langkah-langkah syaithan? Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu. Tundukpatuhlah kepadaKu, inilah jalan yang selurus-lurusnya. Betapa banyak sudah manusia yang rugi karenanya, apakah kamu tidak berpikir? Inilah Neraka Jahannam yang dahulu kamu diancam denagnnya. Masuklah kamu hari ini kedalamnya, disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Hari ini ditutup mulut kamu, tangan dan kaki diminta persaksian terhadap apa yang telah kamu kerjakan dahulu" (QS.38 : 60 - 65) "Yang menang belum tentu benar, tang benar pasti menang" (alstr) --- On Tue, 6/10/08, azhary Ishaq <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: azhary Ishaq <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: «PPDi» Re: [politikmahasiswa] Gusdur vs Habib Rizieq (Mereka sebelum Insiden Monas) To: [email protected] Date: Tuesday, June 10, 2008, 11:06 AM Memisahkan diri dari Indonesia hanya membuat senang Yahudi dan antek2nya. Semakin kecil suatu negara semakin kecil kekuatannya. Jika Aceh berkeras hendak merdeka, sementara rakyatnya bahkan pemimpinnya banyak yang bodoh (tidak mengerti ilmu kepemimpinan) , maka akan semakin mudahlah Yahudi menguasai dunia. Islam tidak mengenal batas negara. Dahulunya, yordan, iraq,syiria, andalusia dan lainnya bukanlah suatu negara, tapi hanya suatu wilayah di bawah kekhalifahan Islam. Yahudi melalui negara2 pemenang perang dunia II lah yg membuat negara2 tersebut untuk memperlemah kekuatan Islam. Hingga sekarang orang-orang Arab yang mayoritas muslim berperang demi bendera dan negaranya, bukan demi tegaknya kalimah Tauhid di bumi Allah. Dunia sudah mendekati kiamat, tanda2 makin banyak, termasuk makin banyaknya orang2 bodoh yang tidak berpengetahuan merasa dirinya pintar. Selalu melihat permasalahan hanya dari satu sudut pandang, seperti orang buta yang melihat gajah dan mecoba menceritakannya. Yang memegang ekor mengatakan bahwa gajah adalah suatu binatang yg mirip sapu karena ada rambut di ujung tangkai ekornya. Yang memegang yang lain berkeras bahwa gajah seperti apa yang di pegangnya. Seharusnya, orang-orang Islam berfikir keliling (circular thinking), tidak melihat sesuatu dari sudut pandangnya, tetapi haruslah memutuskan suatu perkara berdasarkan apa yang telah di turunkan Tuhan-nya yaitu Al-Quran al -kariim. Kenapa tidak pernah berfikir untuk mengislamkan Indonesia seperti FPI dan memusnahkan munafiqun seperti Gus- Dur dan antek2 kambingnya? Islamkan diri masing2, Islamkan Indonesia, Islamkan Asia Tenggara, dan Islamkan seluruh dunia sebelum kiamat tiba. Jangan malah memperlemah Islam dengan memecah Aceh yang pemimpinnya hampir semua tidak bisa melihat duit. Orang Aceh sekarang/GAM, jika di beri 3 juta rupiah saja hilanglah kesetiaannya kepada siapapun, bermental penjilat/pengkhiana t seperti Pang Tibang dan orang2 GAM sekarang. Berjuang hanya demi Nama, pangkat dan uang...... berfikirlah. ... afala ta'qiluuun, afala ya tafakkarun.. .. tidak kah kamu berfikir...tidakkah kamu merenung.... ulil albaab...orang2 yg berfikir??? Jadi sebelum berbicara, sebaiknya berfikir, sebab Quran hanya petunjuk bagi orang2 yg mau berfikir dan merenung. Quran tidak di peruntukkan untuk orang2 yg tidak berakal seperti sapi yang banyak di jalan2 di Aceh. Janganlah seperti Namruz yang sudah tau bahwa patung tidak bisa berbuat apapun tp masih saja di sembah. Artinya sudah tau bahwa itu salah, tp masih di bela dan dilakukan. Jadi akhir zaman memang banyak Namruz2 dan Firaun2 baru bermunculan. Sama seperti Al-aystar ini, sudah tau bahwa Ali ra. Umar ra.dan sahabat2 yang lain bersatu padu, tetapi mengaku dirinya pengikut Ali ra dan tidak menganggap sahabat2 Umar, Abu Bakar dan Ustman. Padahal Ali berbaiat thp mereka, sementara pengikutnya mencaci maki sahabat2 yg lain. Masuk akal ga di anggap pengikut Ali?? Jika Syi'i pengikut Rasullah SAW dan Ali maka bersikap lah sebagaimana ALi bersikap dan berfikir. Jangan lagi ada sebutan Sunni atau Syi'ii. Syi'ii hanyalah cara mengadu domba ala Yahudi karena pencetus Syi'ii adalah seorang yahudi yang pura2 masuk Islam,yakni si Abdullah. Bodohnya Syi'ii yang mensucikan orang2 yang mengklaim turunan Rasulullah SAW, padahal semua anak lelaki Rasulullah SAW di wafatkan sejak bayi agar tidak sempat berketurunan. Yang makhsum hanyalah Rasulullah sedangkan Ali ra dan keluarga terjaga dari dosa hanyalah karena ilmunya sebagaimana sahabat2 lain juga terhindar dari dosa karena ilmunya. Jadi bukan karena turunannya. Kan banyak habib2 yg mabok di diskotik?? berzina? apa mereka tidak terkena dosa karena turunan Rasulullah? afala ta'qiluun? Mudah2an Islam akan segera seperti dulu ya Allah, tidak ada lagi Sunni, tidak ada lagi Syi'ii. Dan orang Aceh, khususnya anak2 muda, segera bangkit dan merdeka kan diri kalian dari kebodohan, kemiskinan dan penjajahan dari siapapun termasuk penjajahan dari GAM /TNI/POLRI sendiri.Bukan merdeka dari Indonesia. Bersandarlah pada keilmuan Al-quran yang sudah di anggap kuno, kendalikan nafsu kalian agar tidak sama dengan binatang dan berfikirlah. "Dan berpeganglah kalian kepada tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai". Ingat, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak merubahnya. Kita orang Aceh punya ungkapan yang mirip," Menyoe keun ie leuhob, meuyoe keun droe gob. Maka Hidup FPI... Hidup Islam.... Allahu Akbar wa lillah ilham. wa willahi taufiq wal hidayah.Wassalamual aikum wrwb. Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote: Habib Rizki tidak jauh berbeda dengan Gusdur. Mereka itu adalah umpama Cina satu atap (baca Cina saboh geudong) Ingat Islam yang benar, pantang bersatupadu dalam system Taghut dhalim dan hipokrit macam Indonesia. Agama itu memiliki dua wajah. wajah asli dan wajah yang sudah dekaden. Mereka yang sudah dekaden itu bersatupadu untuk menjajah Acheh -Sumatra, West Papua dan bangsamanapun di Nusantara ini yang sudah sadar bahwa mereka korban penjajahan Indonesia. Hubungan antara penindas dan korbannya, membuktikaqn bahwa Agama mereka hanya satu dimensi, nyakni dimensi ritual (baca dimensi hablum minallah), sementara dimensi Sosial (baca dimensi hablum minannas) terjejas samasekali. Agama Islam murni yang dibawakan Nabi Muhammad saww adalah agama dua dimensi, nyakni dimensi Ritual dan Sosial (baca hablum minallah dan hablum minannas). Esensi Islam tergusur dalam system Taghut Indonesia Dhalim dan Munafiq. Barang siapa yang bersatupadu dalam melanggingkan system Thaghut yang dhalim dan hipokrit itu, tergusur 'aqidahnya biarpun dimulut mereka berkomat-kamit dengan dua kalimah syahadah. Anda harus belajar hakikat Agama murni yang di bawa Rasulullah, Muhammad saww. (Alasytar - Acheh) --- On Tue, 6/10/08, muhammad hadi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: muhammad hadi <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [politikmahasiswa] Gusdur vs Habib Rizieq (Mereka sebelum Insiden Monas) To: "iacsf" <[EMAIL PROTECTED] com> Cc: "ARI GAYO" <[EMAIL PROTECTED] .com>, "politiK mahasiswa" <politikmahasiswa@ yahoogroups. com>, aceh_institute@ yahoogroups. com, "GWG Aceh" <gender_groups@ yahoogroups. com> Date: Tuesday, June 10, 2008, 5:15 AM Dari Milis tetangga...PAHAMI SAJA Maaf bagi yang udah membaca..... . dari milist ICMI ( UIA-Ferdy DAILAMI FIRDAUS <[EMAIL PROTECTED] net.id> Minggu, 8 Jun 08 20:01 WIB Apa yang dilakukan Habib Rizieq Dan Abdurrahman Wahid beberapa hari sebelum pecahnya bentrokkan di Monas, Ahad, 1 Juni 2008, bisa dijadikan cerminan siapa yang berjuang membela agama Allah SWT ini Dan mana yang malah berada di sisi musuh Allah SWT? Inilah faktanya: Habib Muhammad Rizieq Syihab Sejak pertengahan Mei 2008, Habib Rizieq memiliki kesibukan tersendiri Dengan pengacara Indra Sahnun Lubis, SH, sahabatnya. Keduanya bukan tengah Mengurus masalah hukum, namun tengah mempersiapkan seorang selebritis yang Mau kembali ke Islam. Kepada sang artis, Habib berkali-kali menanyakan apakah dirinya memang Sungguh-sungguh ingin kembali ke Islam, bukan dengan paksaan atau ada Motivasi lain selain hidayah dari Alah SWT. Sang artis, bernama Steve Emmnauel, berkali-kali pula menyatakan keseriusannya dan menegaskan jika Keinginannya itu keluar dari hati nuraninya sendiri. Bukan paksaan siapa Pun. Akhirnya, pada hari Sabtu, 24 Mei 2008, didampingi oleh Pengacara Indra Sahnun Lubis, Steve Emmanuel Mengucapkan dua kalimah syahadat di depan Habib Rizieq, puluhan anggota FPI, dan para wartawan. Setelah bersyahadat, Steve memilih nama baru Yusuf Iman. Menurutnya, nama tersebut dipilih Steve alias Yusuf Iman karena Terinspirasi oleh Cat Steven, seorang penyanyi ternama Inggris yang kembali Ke Islam dan mengubah namanya menjadi Yusuf Islam. "Alhamdulillah, saya senang, bahagia, merasa excited. Sebentar lagi mau Bulan puasa, mungkin ini jadi awal yang baik untuk saya, " ujar Yusuf Iman Usai resmi mengucap dua kalimah syahadat. Kini Yusuf Iman mengisi hari demi Hari dengan mendalami Islam bersama seorang Ustadz yang ditunjuk untuk Membinanya. Abdurrahman Wahid Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi Undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah Negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia . Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta , sebelum keberangkatannya, Durahman menyatakan bahwa Kepergiannya ke AS selain untuk menerima penghargaan tersebut juga akan Merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Israel Ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika kemerdekaan Israel merupakan awal Dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran yang dilakukan Teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina Yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang menjadi pengungsi di Negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah memilih posisi Sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina. Acara penganugerahan medali Tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri Banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles. Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan medali tersebut ke leher Durahman. Durahman sendiri, sambil terus duduk di kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut. Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam AKKBB. Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu Mengambil posisi dalam perjuangan ini?
