----- Original Message ----- 
From: affan surya 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 'UNORC' ; 
'Walhi' ; [EMAIL PROTECTED] ; 'lingkungan' ; 'Indonesia-Geographic' ; 'JPL' ; 
[EMAIL PROTECTED] 
Cc: 'Etwin Kuslati' ; [EMAIL PROTECTED] ; 'Wilda Anggraeni' ; [EMAIL PROTECTED] 
; 'Joni FFI' ; 'oni kandi' ; 'Yunita Ningsih' ; 'Janggam Adhityawarma' ; 
'Muhammad ILMAN' ; 'Fazedah Nasution' 
Sent: Tuesday, July 01, 2008 9:52 AM
Subject: [mediacare] Press release





Saleum, 

Kepada Moderator, mohon ijin posting.



Siaran Pers                                                                     
                                                                      Untuk 
segera diterbitkan



DKP Gelar Konferensi Aceh Hijau Perikanan di Banda Aceh



Banda Aceh, 2 Juli 2008 - Pemerintah dan masyarakat Aceh saat ini sedang 
menghadapi tantangan dalam mengelola sumber daya perikanan yang berkelanjutan 
dan berwawasan lingkungan agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat di 
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Wilayah pesisir dan kegiatan sektor 
perikanan merupakan unsur penting bagi penduduk Aceh, mengingat 18 dari 23 
kabupaten/kota di NAD adalah kabupaten/kota pesisir dimana sebagian besar 
masyarakatnya secara langsung maupun tidak langsung bergantung pada wilayah 
pesisir dan kegiatan sektor perikanan sebagai sumber mata pencahariannya.



Mengingat pentingnya isu pengembangan sumberdaya perikanan secara adil dan 
lestari,maka pemerintah Aceh yang diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan 
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (DKP-NAD) akan segera menggelar Konferensi 
Aceh Hijau yang berfokus pada sektor Perikanan dan Kelautan pada tanggal 2 
sampai 3 Juli 2008 mendatang di Gedung Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala 
(Unsyiah) Banda Aceh.



Konferensi ini merupakan inisiasi dari DKP-NAD bekerjasama dengan Food and 
Agriculture Organization (FAO), Palang Merah Amerika (American Red Cross) dan 
beberapa organisasi pemerhati lingkungan lainnya seperti Flora Fauna 
Internasional (FFI), World Wildlife Fund (WWF), Wetlands Indonesia, dan 
beberapa lembaga lainnya, 



Konferensi yang difokuskan pada sektor kelautan dan perikanan ini akan menjadi 
kegiatan yang besar di pertengahan tahun 2008 setelah dua kali Green Aceh 
Conference (GAC) sebelumnya diadakan pada tahun 2005 tentang "Good 
environmental practices for post tsunami reconstruction" dan tahun 2007 yang 
lebih membahas pada sektor kehutanan paska diberlakukannya Moratorium Logging. 
Kegiatan konferensi ini sendiri meliputi lokakarya perikanan Nasional yang akan 
dihadiri oleh 250 praktisi perikanan dari perwakilan nelayan, Panglima Laut, 
ilmuwan, perencana, NGO nasional dan Internasional, staff pemerintah, dan 
berbagai pakar perikanan nasional dan internasional. 

Berbagai persoalan seputar perikanan akan dibahas dalam lokakarya ini, 
diantaranya: Mengenai tata kelola perikanan Aceh yang adil dan lestari, kondisi 
perikanan tangkap dan budidaya di Aceh, investasi perikanan yang berkelanjutan 
serta berbagai topik menarik lainnya. Hasil dari pembahasan lokakarya ini 
nantinya diharapkan dapat memberikan berbagai ide dan rumusan strategis dalam 
membangun landasan kebijakan perikanan Aceh yang adil dan lestari, serta 
menyediakan media komunikasi antara para pengambil kebijakan, ilmuwan, 
praktisi, dan masyarakat.

Selain Lokakarya perikanan, konferensi ini juga diwarnai dengan pagelaran 
pameran Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan yang dimeriahkan oleh berbagai 
instansi pemerintah, lembaga Swadaya Masyarakat dan perusahaan swasta yang 
berfokus pada sektor kelautan dan perikanan. Pameran ini  nantinya akan menjadi 
media yang cukup efektif untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas 
tentang dunia perikanan di Aceh. 



Secara keseluruhan, acara ini diharapkan dapat dijadikan momentum bagi DKP 
dalam menggalang dukungan dari berbagai pihak termasuk para investor yang 
berminat untuk memajukan sektor perikanan di Aceh. Kontribusi yang dihasilkan 
dari konferensi ini nantinya akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam 
penyusunan strategi pengelolaan sektor perikanan di Aceh yang berwawasan 
lingkungan, adil, dan lestari.



Untuk informasi Lebih Lanjut, Silahkan hubungi:



Adriansyah

Sekretariat Panitia;

Dinas Kelautan dan Perikanan NAD

Jl. Tgk. Malem No.7 

Tlp/Fax: (0651) 22951

Email: [EMAIL PROTECTED]










 


--------------------------------------------------------------------------------



No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 8.0.101 / Virus Database: 270.4.3/1527 - Release Date: 6/30/2008 6:07 
PM

Kirim email ke