----- Original Message ----- 
From: Hajar Pamundi 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 09, 2008 9:36 PM
Subject: Re: [mediacare] Rumah Panglima GAM di Granat



Ngapain musti lapor ke uni eropa bung..
Ini masalah rumah tangga dalam negeri, jadi ga perlu berkoar-koar di dunia 
internasional.. Masalah Aceh masih rawan untuk dibawa menjadi isu 
internasional. Kalau GAM memang berniat damai dan hidup berdemokrasi bersama RI 
ya cukup diselesaikan secara hukum Indonesia saja. Tak perlu berkoar ke dunia 
luar. 

Salam,


 
Pada 9 September 2008 11:02, dian vitra <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

        Aceh Semakin Panas !!!!


        DENSUS 88 SELIDIKI PENGGRANATAN RUMAH MANTAN PANGLIMA GAM

        Detasemen Khusus anti teror (Densus) 88 Polda Nanggroe Aceh Darussalam 
(NAD) menyelidiki penggranatan rumah Muzakkir Manaf, mantan Panglima GAM yang 
dilakukan orang yang belum diketahui identitasnya pada Selasa dini hari. 

        "Kita masih terus melakukan penyelidikan dan sedang mengecek jenis 
granat yang digunakan," kata Kepala Densus 88 Kompol Sutry Hamdani di Aceh 
Besar, Selasa. 

        Rumah Muzakkir Manaf, yang juga Ketua Umum Partai Aceh, di Lamreung, 
Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, Selasa (9/9) sekitar pukul 
03.00 WIB, digranat orang yang belum diketahui identitasnya. 

        Muzakkir Manaf merupakan panglima GAM sebelum penandatanganan nota 
kesepahaman bersama (MoU) antara Pemerintah RI dengan pihak GAM di Helsinki, 
Finlandia, 15 Agustus 2005. 

        Ledakan granat tersebut mengakibatkan dentuman suara keras dan sebagian 
kaca jendela rumah Muzakkir Manaf pecah, seunit mobil pribadi jenis X-Trail, 
nomor polisi BL 358 BS juga mengalami kerusakan kecil. 

        Selain merusak rumah Muzakkir Manaf, dinding beton rumah tetangga yang 
berjarak sekitar lima meter dari tempat kejadian juga bolong-bolong akibat 
serpihan bahan peledak. 

        Saksi mata, Tarmizi menyebutkan saat kejadian, Muzakkir Manaf bersama 
keluarganya sedang berada di Kota Lhokseumawe, sekitar 270 kilometer arah timur 
Kota Banda Aceh. 

        Tarmisi saat kejadian hendak mandi tiba-tiba terdengar suara ledakan 
dan ia langsung melaporkan ke petinggi Partai Aceh yang melanjutkan ke polisi. 

        Saat ini, serpihan granat sudah diamankan aparat kepolisian dan saksi 
mata juga dibawa ke Poltabes Banda Aceh untuk dimintai keterangan mengenai 
peristiwa tersebut. 

        Juru bicara Partai Aceh, Adnan Beuransah di lokasi kejadian mengatakan 
selama ini tidak ada gesekan antara pihak mana pun dengan partai lokal yang 
didirikan oleh GAM tersebut. 

        "Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena ada pihak yang tidak 
senang dengan perdamaian. Kami akan melaporkan ke Kapolda, Interpeace, Uni 
Eropa dan Forum Komunikasi dan Koordinasi (FKK)," katanya.
       




------------------------------------------------------------------------------
  Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. 





 

Kirim email ke