Riau Pos
Gubernur NAD Terserang Stroke
Rabu, 24 September 2008
Laporan RPG, Banda Aceh
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Selasa (23/9) sekitar pukul 10.00 WIB,
pulang ke Aceh bersama istri Darwati A Gani dengan pesawat khusus di Bandara
SIM, Blang Bintang, Aceh Besar. Gubernur sejak 8 Agustus 2008 lalu, terbang ke
Singapura untuk berobat di salah satu rumah sakit akibat mengalami gejala
penyakit stroke.
Kepulangan Irwandi kemarin tidak lain hanya ingin memberikan langsung
bantuan bea siswa secara simbolis kepada 80 ribu anak yatim, piatu dan yatim
piatu di 23 kabupaten/kota di Aceh pada tahun 2008.
Saat di Bandara Irwandi langsung mendapat sambutan dari Wakil Gubernur M
Nazar dan seluruh kepada dinas dan badan serta unsur Muspida yang ikut hadir di
pendopo, di antaranya, Kapolda, Irjen Pol Rismawan, Pangdam yang diwakili
Kasdam, Brigjen TNI Hari Purnomo dan Kajati, Yafizham, SH di Anjong Mon Mata,
Banda Aceh. Sejak turun dari tangga pesawat, Irwandi pun banyak mendapat
sorotan kamera wartawan dari media cetak dan elektronik. Dan, nampak Irwandi
sedikit kurus dan tanpa bicara, ia pun terus berjalan menuju ruangan VVIP dan
disana telah menunggu Wakil Gubernur M Nazar beserta beberapa kepala dinas dan
badan.
Setelah istirahat beberapa menit, Irwandi pun terlihat terus keluar dan
disana telah disediakan mobil dinas sedan Mercy beserta supir, namun, dengan
gaya lama (sewaktu sebelum sakit-red) untuk menyetir mobil sendiri tanpa ingin
protokoler. Dan disebelahnya duduk Wagub M Nazar menuju Pendopo Gubernuran.
Kesan lain yang terlihat dari Irwandi, kemarin ketika ia menyampaikan
sambutan, lidahnya terlihat agak kelu (kaku-red) jika berbicara. Dan, diakhir
pidato Irwandi pun menjelaskan tentang perubahan saat berbicara yakni akibat
bius lokal yang diberikan dokter pada mulut, sehingga lidahnya kaku dan tidak
bisa berbicara selama 24 jam.
"Saya memang terkena gejala stroke, untung cepat diambil tindakan dan
pengobatan jika tidak mungkin stroke berat dan susah untuk sembuh," jelasnya
didampingi istrinya Darwari A Gani serta Wagub M Nazar dan kepada wartawan pada
konperensi pers usai penyerahan bantuan tersebut.
Pun begitu, katanya, ia besok (Rabu,red) harus terbang kembali ke
Singapura guna menjalani perawatan kembali (terapi akupuntur), sebab, gejala
stroke ini mesti butuh perawatan intensif. Meski berada di luar, katanya untuk
urusan jalannya roda pemerintahan, ia telah mempercayakan kepada Wakil Gubernur
M Nazar. Dan, ia tetap memantau dari jauh saja, kecuali itu, katanya, jangan
heran sewaktu-waktu pun bisa berada di Aceh Tengah, atau Bener Meriah dan
Bireueun.
"Itupun kalau kondisi memungkinkan, karena ada pesawat khusus teman saya
di Malaysia yang siap membantu kapan saja," ungkapnya.
Menyinggung soal penilaian kinerja di jajaran kabinetnya, Irwandi
mengatakan masih memberikan kesempatan kepada para kepala dinas/badan untuk
bekerja maksimal sehingga program yang telah dibuat sebelumnya dapat dijalankan
dengan baik. Soal akan adanya evaluasi dan sekaligus pergantian atau mutasi,
Irwandi menyebutkan akan melihatnya usai Idul Fitri ini, dan semua itu sudah
ada dalam programnya.(imj/azf)
"Memang tugas yang diberikan cukup berat, tetapi saya belum berpikir
untuk mengganti mereka," demikian kata Irwandi.(imj/azf