From:
"PC Free Acheh Democratic-KPAMD" <[EMAIL PROTECTED]>
To:
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik
Komité Peukeumah Acheh Merdehka Demokratik
Preparatory Committee of the Free Acheh Democratic
Sekretariat:
Kutaradja, Acheh
New York, United States
Stockholm, Scandinavia
[EMAIL PROTECTED] .info www.freeacheh. info
SIARAN PRESS
Allahuakbar Allahuakbar Walillahilhamd.
Majlis Komite beserta seluruh anggota dan pendukung, mengucapkan selamat hari
raya Idul Fitrah 1429 Hijrah. Semoga ibadah puasa di bulan Ramadhan yang telah
dan sedang kita laksanakan, dapat diterima oleh Allah SWT.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, Komite ingin memberi respon dan penjelasan
tentang beberapa perkara berkaitan dengan kehidupan Bangsa dan Negara Acheh:
Komite bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para
anggota dan pendukung di Nanggroe, yang telah bekerja keras untuk mengembangkan
sayap gerakan kemerdekaan secara damai ini ke setiap sudut tanah Acheh.
Sehingga jumlah para pendukung perjuangan Komite semakin bertambah dari hari ke
hari. Pada saat ini, platform perjuangan kemerdekaan yang ditaja Komite, telah
menjadi kekuatan yang dominan di Acheh. Dengan demikian, maka hala tuju Bangsa
Acheh untuk meraih kemerdekaan sudah terbuka kembali, dan seperti prinsip
pantang mundur yang telah kita tunjukkan, maka perjuangan ini akan kekal sampai
kemerdekaan yang kita impikan terwujud.
Komite mengucapkan terima kasih kepada pihak Labor Rights International, dan
pengacara Agnieszka Fryszman yang tengah memperjuangkan tuntutan sejumlah para
korban kejahatan TNI dan Exxon-Mobile di Pase, untuk dibahas di mahkamah
Amerika Syarikat di Washington DC. Komite menghargai sepenuhnya terhadap
kebijakan pihak Pemerintah Amerika Syarikat, khususnya Pengadilan Distrik
Washington, yang pada akhirnya menerima perkara tuntutan tersebut untuk
dibahas. Kami berharap kepada Administrasi George W. Bush, agar dapat bertindak
lebih bijak di akhir masa jabatannya ,yaitu dengan memberi keadilan kepada para
korban tersebut. Bukannya dengan mempengaruhi sistem peradilan atas perkara
dimaksud, seperti yang dilakukan Department of State di tahun 2002 lalu.
Komite mengutuk aksi terror, penculikan dan tindak kekerasan yang terjadi di
Acheh akhir ini. Kami yakin insiden itu tidak lain adalah akibat dari operasi
intelijen Indonesia sendiri yang tidak menginginkan Acheh damai. Sehingga
mereka dapat terus menambah jumlah serdadu dan mendirikan tangsi atau pusat
konsentrasi pasukan, agar usaha pendudukan dan penjajahan terhadap bangsa kami
terus berjalan. Usaha mempertahankan Acheh dalam ritme kekacauan adalah
kebijakan militer dan polis Indonesia agar mereka terus memperoleh ‘uang
keamanan’ dari Exxon-Mobile dan berbagai projek vital lainnya di Acheh.
Kenyataan ini dapat dilihat dari pembangunan tangsi atau sejumlah pos baru di
wilayah Pase yang semakin mengarah kepada penerapan kembali operasi terselubung
atau DOM jilid III.
Kami peringatkan para ketua serdadu pendudukan Indonesia, agar berhenti
menyebarkan pernyataan yang bernuansa terror, membodohi dan meracuni pemikiran
bangsa kami. Seperti pernyataan ketua serdadu pendudukan di Lhokseumawe belum
lama ini yang mengatakan bahwa ‘pantun jenaka’ pancasila itu adalah ideologi
yang sudah final. Bagi Indonesia mungkin saja benar, namun bagi bangsa Acheh
tidak. Kami memiliki ideologi sendiri yang telah ditinggalkan oleh para endatu,
jauh sebelum negara dan ideologi gagal bernama Indonesia itu diciptakan oleh
Soekarno beserta para chauvanis Jawa. Seharusnya sebagai sebuah institusi,
militer pendudukan Indonesia di Acheh merasa malu atas tindakan keji mereka
terhadap rakyat Acheh di masa lalu dan kini, dengan jumlah tindak kejahatan
kemanusiaan yang tidak terhitung lagi.
Komite menyerukan kepada seluruh bangsa Acheh yang cinta damai dan kemerdekaan,
agar terus memperkuat barisan dan tidak terbuai dengan berbagai janji palsu
baik itu bersumber dari pihak pendudukan Indonesia ataupun para ahli politik
dari sejumlah partai lokal. Karena apapun janji mereka, kedamaian dan
kesejahteraan tidak akan hadir selagi kuasa pendudukan Indonesia masih bertapak
kaki di bumi rencong. Bersatulah dalam menentang pembodohan, penindasan dan
kezaliman, dan bersama kita teruskan perjuangan kemerdekaan.
Demikian siaran press.
New York 26 September 2008
Eddy L Suheri
Jurubicara