http://www.waspada.co.id/Berita/ACEH/Rumah-yang-bakal-ditempati-sesepuh-GAM-itu-digranat.html


      Rumah yang bakal ditempati sesepuh GAM digranat        

      Tuesday, 07 October 2008 00:01 WIB  
      WASPADA ONLINE

      SIGLI - Menjelang kepulangan proklamator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) DR 
Tgk Muhammad Hasan Ditiro, aksi kriminalitas bersenjata api terjadi di Pidie. 
Satu rumah yang bakal dipakai untuk menginap tokoh sepuh itu pun digranat.

      "Saat kejadian Syah Umar sedang berada di Beureunuen, Kec. Mutiara. 
Sedangkan lima anaknya di dalam rumah. Tidak ada korban jiwa," jelas Kapolres 
Pidie, AKBP Dedi Setyo Yudho Prahoto, SSTmK kepada Waspada, Senin (6/10) di 
ruang kerjanya.

      Kapolres menegaskan, granat yang dilempar pelaku terjatuh persis di 
pekarangan rumah dekat batang pepaya. Sehingga serpihan granat yang meledak 
menghantam tembok pagar dan menyebabkan pohon itu roboh. Lokasi jatuhnya granat 
dengan rumah terpaut 15 meter, sedangkan jarak rumah dengan badan jalan sekira 
30 meter.

      Aksi pelemparan granat oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi sekira pukul 
20:15, Minggu (5/10). Rumah itu milik Syah Umar, 59, yang berprofesi sebagai 
kontraktor, terletak di Jln Prof. A. Masjid Ibrahim No. 2 Desa Tijue, Kec. 
Pidie, Kab. Pidie. Dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Sedangkan lima 
orang anak pengusaha itu saat kejadian sedang berada di dalam rumah.

      "Di TKP kita menemukan serpihan granat. Sedangkan pen granat ditemukan di 
luar pagar dekat badan jalan. Kita perkirakan granat itu dilempar pelaku dekat 
badan jalan negara. Barang bukti serpihan telah kita amankan, dan rencananya 
kita kirim ke Tim Labfor untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Dedi.

      Ia menyebutkan, suara granat terdengar sampai radius 500 meter dan saat 
ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Tentang apakah aksi itu ada 
kaitannya dengan rencana kepulangan Hasan Tiro. Kapolres mengaku tidak tahu. 
"Kami tidak tahu. Yang jelas ini kriminal dan kita akan menyelidiki kasus ini," 
tegas Dedi.

      Kepada masyarakat Dedi mengingatkan agar tidak terpancing dengan aksi 
tersebut dan mewaspadai terhadap kemungkinan bila terjadi hal sama, segera 
melapor kepada polisi atau aparat keamanan terdekat.

      Sipil bersenjata
      Terkait pengamanan kepulangan Hasan Tiro, Kapolres mengungkapkan pihaknya 
akan melakukan pengamanan sesuai aturan dan undang-undang yang telah ditetapkan 
Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Beliau itu warga negara asing 
yang ingin mengunjungi Indonesia dalam hal ini Aceh. Ya kita layani seperti 
warga asing lainnya," tegas Dedi.

      Namun Dedi menegaskan, bila ada sipil yang menggunakan senjata saat 
kepulangan pimpinan GAM itu, pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan 
tegas. Karena di NKRI, selain TNI/Polri dilarang memiliki senjata api. "Jadi 
kalau ada pihak-pihak sipil selain TNI/Polri yang membawa senjata kita akan 
ambil tindakan tegas," kata Dedi.

      Dalam kesempatan itu Dedi mengingatkan, saat kepulangan Muhammad Hasan 
Ditiro diminta tidak terlalu bereuforia, karena dikhawatirkan menyulut 
kerusuhan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat lain.

      Sementara sejumlah aktivis Aceh berharap kehadiran Hasan Tiro dapat 
dipakai sebagai momentum untuk mengikis sisa-sisa dendam masa lalu serta 
menambah semangat menjaga dan mengisi perdamaian.

      "Masyarakat Aceh mendukung dan berharap semua pihak mendukung kepulangan 
tersebut," ungkap TAF Haikal kepada Waspada, kemarin. Begitu pula dengan Hendra 
Budian, Ketua Badan Pengurus Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI).

      Kedua aktivis mendesak pihak-pihak yang mencoba-coba melakukan upaya 
merusak perdamaian untuk segera menghentikan perbuatan terkutuk tersebut. 
"Aparat kepolisian pasti punya kemampuan untuk mengusut siapa pelakunya, karena 
upaya penegakan hukum harus terus berjalan," demikian TAF Haikal. 

Kirim email ke