10/10/2008 08:30 WIB
Hasan Tiro Akan Orasi di Masjid Raya
* Delegasi Disambut Azan
* 1.125 Polisi Dikerahkan
BANDA ACEH - Kerinduan Dr Tgk Hasan Muhmmad Ditiro (83) bertemu rakyat Aceh
sepertinya makin tak terbendung. Setiba di Banda Aceh, pendiri Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) itu dijadwalkan akan menyampaikan pidato singkat. Pesan dan
tausiah itu akan disampaikan di Masjid Raya Baiturrahman, di hadapan massa. “Di
sini masyarakat Aceh bisa melihat langsung eksistensi Wali yang berdiri bersama
Tgk Malik Mahmud dan Abu Sanusi, eks pejuang GAM angkatan 1976. Selain Wali,
pidato yang sama juga akan disampaikan seorang ulama Aceh, Abu Tumin,” kata
sekretaris panitia penyambutan, Adnan Beuransyah kepada para wartawan di Media
Center Dinas Infokom, Kamis sore.
Sementara itu, hingga kemarin massa dari berbagai penjuru Aceh terus
berdatangan ke Banda Aceh menggunakan berbagai jenis kendaraan. Diperkirakan,
kepulangan Hasan Tiro yang kalangan GAM menyebutnya “Wali”, akan disambut
jutaan rakyat Aceh yang ingin menyaksikan langsung kedatangannya.
Dalam keterangan persnya, Adnan Beuransah didampingi Asisten II Setda Aceh,
Teuku Said Mustafa mewakili pemerintah Aceh. Hadir pula Kepala Dishubkomintel,
Yuwaldi Away, Kabid Perhubungan Darat, Aulia Amri, Kabid Perhubungan Udara,
Bustamam, dan General Manager PT Angkasa Pura, H Safrizal.
Menurut Adnan, Tgk Hasan Tiro bersama delegasi yang diperkirakan mencapai
seratusan orang itu dipastikan tiba di Aceh melalui Bandara Internasional
Sultan Iskandar Muda (SIM) pukul 10.30 WIB, Sabtu besok (11/10). Kepulanganya
kali ini ––setelah 29 tahun hidup di luar negeri–– akan disambut dengan upacara
adat.
Prosesi penyambutan delegasi di-setting dengan sangat bersahaja. Kumandang azan
menjadi awal pembuka prosesi penyambutan ketika pertama kali Hasan Tiro
menjejakkan kakinya di Bumi Aceh. Di bandara delegasi disambut Wakil Gubenur
Aceh, Muhammad Nazar, bersama penjemput lainnya. Sedangkan Gubernur Irwandi
tidak ikut menyambut, karena berada bersama rombongan Wali.
Setelah turun dari pesawat yang membawanya, Hasan Tiro berhenti sejenak. Dua
perempuan, Tgk Nyak Puteh dan Tgk Nyak Asma, keduanya keluarga dekat Dr Hasan
Tiro akan menaburi beras padi (sepreu breuh pade) kepada Hasan Tiro dan
rombongan. Prosesi adat itu dimaksudkan untuk memuliakan tamu yang datang ke
Aceh dari jauh.
Hasan Tiro juga akan dikalungi bunga kehormatan oleh Pocut Sariwati, istri
almarhum mantan juru runding GAM, Tgk Muhammad Usman Lampoh Awe. Setelah itu,
rombongan disambut suara seurune kalee. Seluruh delegasi selanjutnya akan
dijemput dengan belasan mobil dan bus yang dizinkan masuk ke dalam area
landasan bandara. Dari sini, rombongan menuju ke Pendapa Gubernur (Meuligoe
Aceh) dan di-peusijuek (ditepungtawari) oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA),
Badruzzaman Ismail MHum.
Menurut Adnan, kegiatan Wali selanjutnya adalah makan siang bersama jajaran dan
instansi pemerintah. Setelah shalat zuhur, petinggi GAM itu menuju Masjid Raya
Baiturrahman untuk bertemu dengan masyarakat Aceh dan menyampaikan orasi/pidato
singkat. Sebelumnya, Wali bersama sejumlah petinggi GAM lainnya akan
di-peusijuek di Masjid Raya Baiturrahman.
Selain Hasan Tiro, dua orang lainnya, yakni Malik Mahmud dan ulama kharismatik
Aceh, Abu Tumin, juga dijadwalkan menyampaikan pidato singkat kepada masyarakat
Aceh.
Di Masjid Raya Baiturrahman, penyanyi kondang Aceh, Rafly, akan melantunkan
beberapa syair untuk menghibur undangan dan massa yang hadir.
Malam harinya, kata Adnan, rombongan disuguhi berbagai tarian Aceh di Pendapa
Gubernur. Adapun penyambutan Wali pada hari pertama diserahkan sepenuhnya
kepada tim protokoler pemerintah. Sedangkan pada hari kedua, kegiatan Hasan
Tiro tidak lagi ditangani sepenuhnya pemerintah.
Dalam lawatannya ke Aceh ini, kata Adnan, Hasan Tiro akan berada di tanah
kelahirannya itu selama dua pekan. “Untuk agenda Wali selanjutnya kami belum
banyak tahu, karena belum mendapat informasi dari protokoler KPA,” katanya.
Meski demikian, kata dia, pada hari kedua, kegiatan Wali akan dirangkai dengan
sejumlah agenda. Antara lain, Wali bersama delegasi berkunjung ke situs tsunami
di kawasan Ulee Lheue, termasuk Kapal PLTD Apung di Punge Blang Cut, dan museum
tsunami yang sedang dibangun di kawasan Blower, Banda Aceh.
“Beliau ingin menyaksikan langsung kondisi Aceh pascatsunami. Selanjutnya,
rombongan akan berziarah ke Makam Pahlawan Nasional, Tgk Chik Ditiro, di
kawasan Indrapuri, Aceh Besar dan kembali ke Pendapa Gubernur,” jelasnya.
Hari-hari berikutnya Wali akan berkunjung ke Pidie untuk berziarah ke sejumlah
makam keluarganya. “Wali juga akan melakukan pertemuan dengan ulama dan tokoh
Aceh ketika masih berada di Banda Aceh,” beber Adnan yang mantan wartawan.
Dikawal 400 personel
Adnan Beuransyah menyebutkan, setiba di Bandara, Hasan Tiro bersama delegasi
langsung mendapat pengawalan dari anggota KPA. Mereka akan disebar di tiga
titik, di mana petinggi GAM itu melakukan kegiatannya. Seperti setiba di Banda
Aceh, menuju ke Pendapa, dan ketika berada di Masjid Raya Baiturrahman.
Semua pengawal itu mencapai 400 orang. Sebanyak 100 orang di antaranya memakai
pakaian seragam safari hitam dengan Id Card khusus. Sedangkan 300 personel
lainnya memakai pakaian biasa. “Kita sudah koordinasikan dengan polisi agar
tidak terjadi benturan di lapangan,” kata Adnan.
Dia sebutkan, para pengawal ini tidak berpindah akan posisi. Mereka tetap
berada di lokasi sesuai tugas masing-masing.
Kepala Dinas Hubkomintel, Yuwaldi Haway mengatakan, segala hal berkaitan dengan
kepulangan Hasan Tiro sudah dikoordinasikan dengan jajarannya. Termasuk dalam
hal kelancaran rombongan dalam melakukan kegiatan baik lewat jalur udara maupun
darat.
Dia sebutkan, untuk mengantisipasi adanya massa dalam jumlah besar, pihaknya
juga menyediakan layanan liputan langsung dari Masjid Raya Baiturrahman melalui
tiga stasiun stasiun penyiaran. Yakni, TVRI Aceh, Aceh-TV, dan RRI Banda Aceh.
“Jadi, masyarakat juga bisa melihat langsung lewat siaran TV di rumah,”
katanya.
Para rombongan, kata Yuwaldi, juga tidak diperiksa paspor mereka di bandara
demi kelancaran kegiatan. Terlebih delegasi yang datang dalam jumlah banyak.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi. Paspor akan dilihat setelah
berada di dalam bus,” katanya.
Dalam keterangan pers kepada wartawan di tempat yang sama, Asisten II Setda
Aceh, Teuku Said Mustafa, mengatakan pihaknya selama satu hari kegiatan wali di
Banda Aceh ditangai tim protokoler pemerintah. Terkait adanya isu kedatangan
Wapres Jusuf Kalla, pihaknya membenarkan bahwa memang ada rencana Wapres datang
ke Aceh. “Ada keinginan itu. Kami tahu informasi dari Jakarta,” katanya.
Bahkan, kata dia, sempat beredar informasi agar Pemerintah Aceh diminta
mengkoordinasikan jadwal kedatangan Wali dengan kunjungan Wapres ke Aceh.
Namun, karena berbagai kesibukan, kata Said, rencana kedatangan Wapres ditunda.
“Bukan hanya jadwal kunjungan ke Aceh. Tapi juga kunjungan ke daerah lain juga
ditunda,” katanya. “Kalau memang rencana itu jadi, maka kami akan segara
melakukan persiapan,” tambahnya.
1.125 polisi
Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Farid Ahmad, mengungkapkan bahwa
1.125 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan kepulangan Tgk Hasan Tiro,
besok. Terdiri atas Brimob, intel, dan tim Samapta Polda Aceh.
Farid mengatakan, jumlah personel yang dikerahkan itu sesuai dengan hasil rapat
khusus di Mapolda Aceh, Rabu (8/10).
Menurut dia, karena Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs H Rismawan MM sedang bertugas
di Jakarta, maka rapat persiapan kepulangan Hasan Tiro dipimpin Wakapolda Aceh,
Brigjen Fajar Prihantoro. Sedangkan Kapoltabes Banda Aceh, KBP Drs Ilsaruddin,
Kadis Dinas Perhubungan, serta wakil dari dinas dan lembaga terkait ikut hadir
dalam rapat itu.
“Dari jumlah personel tersebut, 400 di antaranya anggota Poltabes Banda Aceh.
Sedangkan untuk pengawasan jika Tgk Hasan Tiro pulang ke Pidie, kami menyiapkan
275 personel dari Polres Sigli,” jawabnya kepada Serambi kemarin.
Ditanya di mana saja dan bagaimana bentuk pengawasan yang akan dilakukan
polisi, Farid tak merincinya. Ia mengatakan pihaknya hingga kemarin belum
menerima laporan tertulis tentang agenda kepulangan Hasan Tiro. “Yang pasti
kami siap mengawasi Tgk Hasan Tiro selama di Aceh, walaupun nanti ada
penambahan pasukan jika dibutuhkan,” ujarnya.
Menurut dia, jumlah anggota polisi yang dikerahkan hanya sebatas mencocokkan
dengan agenda Tgk Hasan Tiro selama di Aceh berdasarkan laporan lisan pihak KPA
serta Pemerintah Aceh, selaku sponsor kepulangan sang Wali.
“Pemda sudah membicarakan kepulangan Hasan Tiro pada kami. Sekarang tinggal
menunggu surat izin kepulangan beliau dari Imigrasi Aceh,” demikian Farid.
(sar/sal)
Sumber: Serambi
_________________________________________________________
Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og
notisblokk. http://no.mail.yahoo.com