http://www.waspada.co.id/Berita/NASIONAL-&-POLITIK/PKS-minta-Hasan-Tiro-jadi-WNI.html
PKS minta Hasan Tiro jadi WNI
Monday, 13 October 2008 00:00 WIB
WASPADA ONLINE
JAKARTA - Meski petemuannya dengan Wakil Presiden Jusuf kalla batal,
kunjungan mantan pemimpin tertinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Di Tiro di
Nanggroe Aceh Darussalam, Sabtu (11/10) lalu setelah tinggal di Swedia 30
tahun, mendapat sambutan meriah masyarakat setempat. Sehingga, ia diharapkan
dapat menjadi warga negara Indonesia (WNI).
Selama ini, Hasan Tiro lebih banyak hidup di luar negeri dibandingkan di
tanah kelahirannya di Aceh. Bahkan, deklarator GAM ini telah menjadi warga
negara Swedia selama puluhan tahun.
"Saya menginginkan Hasan Tiro kembali menjadi warga Negara Indonesia.
Jika Hasan Tiro menjadi WNI, maka Hasan Tiro bisa mengawal perdamaian di
Nanggroe Aceh Darussalam," kata anggota Fraksi PKS dari daerah pemilihan Aceh M
Nasir Jamil di Jakarta, tadi malam.
Hasan Tiro lahir di Tiro, Kabupaten Pidie, 4 September 1930. Untuk
pertamakalinya, ia kembali dan menginjakkan kaki di kampung halamannya, setelah
lebih dari 30 tahun meninggalkan Aceh.
Dia adalah keturunan ketiga Teuku Cik Muhammad Saman Di Tiro, yang
merupakan pahlawan nasional. Ia merupakan anak kedua pasangan Pocut Fatimah dan
Teuku Muhammad Hasan.
Lulusan Columbia University, Amerika Serikat, ini pada 11 Maret 1987
menjadi warga negara Swedia dengan nomor induk kependudukan (NIK) 250925-7016.
Sementara Dora, istrinya, tinggal di AS. Demikian pula anak tunggalnya Karim
Tiro, yang tinggal seorang diri di apartemennya.
Hasan Tiro bangun hak warga Aceh
Selain mengusung misi perdamaian di Aceh, Hasan juga membangun hak-hak
warga Aceh. "Orang Aceh ingin damai, dengan damai bisa membangun hak-hak, kalau
perang atau konflik secara terus menerus maka Aceh tidak bisa membangun," kata
Nasir Jamil, yang juga anggota Komisi II DPR.
Menurut Nasir, langkah-langkah Tiro dalam mengusung perdamaian dan
membangun hak-hak warga Aceh bisa dilihat dari rencana kunjungannya bertemu
dengan tokoh-tokoh masyarakat pemangku kepentingan, pejabat-pejabat Aceh, ulama
dan mahasiswa. Selain itu juga kepada korban-korban konflik dan bencana alam.
"Momentum kedatangan Hasan Tiro kepada pemangku kepentingan akan
membangun perdamaian dan semangat dalam membangun hak-hak warga Aceh," kata
anggota FPKS ini.
Dalam misi perdamaian Hasan selama 2 minggu di Aceh, Tiro juga akan
mendengarkan langsung perkembangan dan pembangunan Aceh
<<pdf_button.png>>
<<printButton.png>>
<<emailButton.png>>
