PUE KAJIPEGOT DI AWAK KPA PALÉH KE HASAN TIRO
  JIBA HASAN TIRO MULAI DARI BANDA ACEH TROK
  PERLAK CIT MASAALAH PENGANTIN SAJA.....!
   
  PUE NA RENCANA PEKAWIN HASAN TIRO???????????
  NYANG KANA 2 DROU POCUT SARIWATI DAN HJ.ASMA
  YANG TOH TEMA NYANG KA JADEH??????
   
  BIT KAH KPA MEHARAMJADAH THAT BUET KEUH
  KAKTEPUE HASAN TIRO KA LAÉH LAGEENYAN
  KATEM PELAKU.
   
  MENYO KALEBEH INONG DI ACEH PAKON HAN KAJOK
  SIDROU KE MALIK MAOP ATAU KARIA BUKUEM
  ???????????????????????????????????
   
  
http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=57091&rubrik=1&kategori=7&topik=57
   
  21/10/2008 09:26 WIB
  
Hasan Tiro Disambut Payung Pengantin 
* Sempat Bertemu Mantan Tunangan 
  [ rubrik: Serambi | topik: Tokoh Aceh ]
  BANDA ACEH - Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Dr Tgk Hasan Muhammad 
Ditiro, Senin (20/10), mengunjungi sanak familinya dan berziarah ke kuburan 
keluarganya di kawasan Garot dan Tungkop, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie. 
Di sela-sela kunjungannya, Tgk Hasan Tiro yang dikenal dengan sebutan Wali, 
disebut-sebut sempat bertandang ke rumah mantan tunangannya, Hj Asma, yang 
tinggal di Desa Dayah Muara, Kemukiman Garot. Beberapa sumber Serambi di Garot 
menyebutkan, Hasan Tiro bersama rombongan datang ke Garot sekitar pukul 15.30 
WIB. Ketika sampai di lorong masuk ke rumah Hj Asma, Wali disambut oleh 
sejumlah warga yang membawa payung warna kuning yang biasa dipakai untuk 
pengantin. Wali kemudian dituntun masuk ke rumah Hj Asma yang sudah dirias 
sedemikian rupa. 
  Menurut informasi, Hj Asma dulunya pernah dijodohkan dengan Hasan Tiro muda 
sebelum ia berangkat menuntut ilmu ke Yogyakarta, seterusnya ke Columbia 
University, Amerika Serikat. Hasan Tiro dan Hj Asma masih memiliki pertalian 
keluarga yang cukup dekat. Namun, keadaan politik Aceh yang tidak menentu masa 
itu, membuat Hasan Tiro tidak bisa memenuhi janjinya untuk menikahi Asma. Hasan 
Tiro kemudian menikah dengan seorang wanita Amerika, Dora yang kemudian 
bercerai setelah memberinya seorang anak, Karim. Sedangkan Asma menikah dengan 
Tgk Abdul Wahab yang juga sepupu Hasan Tiro. Abdul Wahab sendiri telah 
meninggal beberapa tahun lalu. 
  Teman semasa kecil Tgk Hasan Tiro, Jauhar Ali pernah bercerita kepada Serambi 
bahwa Hasan Tiro kepada ibunya berkata lebih mendahulukan kewajiban menuntut 
ilmu dan hidup mandiri daripada menikah dalam usia muda. Namun, cara Hasan Tiro 
merespons tawaran ibunya itu, menurut Jauhar Ali, tidak menyebabkan sang Ibu 
marah, karena Hasan Tiro membahasakannya dengan sangat santun dan diplomatis. 
  Akhirnya, saat Hasan Tiro asyik menuntut ilmu dan berkarier ke luar Aceh, 
bahkan sampai ke Amerika Serikat, sang tunangannya itu urung dia nikahi. 
  Sumber-sumber Serambi juga menyebutkan, di rumah Hj Asma, Hasan Tiro sempat 
disuguhi beragam makanan khas Aceh. Namun, sumber Serambi itu tidak bisa 
memastikan peristiwa selanjutnya yang terjadi di dalam rumah tersebut. “Saya 
tidak bisa masuk, karena warga yang datang sangat banyak. Bahkan sepanjang 
lorong menuju ke rumah Teungku Asma (panggilan Hj Asma), tertutup oleh 
kerumunan warga,” kata sumber tersebut. 
  Yang pasti, kata dia, setelah beberapa saat berada di dalam rumah, Hasan Tiro 
yang didampingi Malik Mahmud, Zaini Abdullah, dan sejumlah stafnya, sempat 
berziarah ke sebuah makam yang berada dekat rumah Hj Asma. Namun tidak 
diketahui persis jasad siapa yang dimakamkan di sana. “Menurut informasi, kakak 
Hj Asma yang sudah uzur dibopong ramai-ramai oleh warga untuk berdoa bersama 
dengan Wali di kuburan itu,” kata dia. 
  Bertolak ke Banda Aceh 
  Sementara itu, Muzakkir Abdul Hamid, pembantu khusus Hasan Tiro yang 
dihubungi Serambi, Senin (20/10) mengatakan, setelah melakukan kunjungan ke 
sejumlah wilayah di kawasan pantai timur Aceh, hari ini Tgk Hasan Ditiro 
bertolak dari Pendapa Bupati Pidie menuju Banda Aceh. Kepada semua masyarakat 
Aceh, terutama kepada penduduk di kawasan pantai barat-selatan, Hasan Tiro 
menyatakan maaf karena tidak sempat melakukan lawatannya menemui penduduk 
setempat. 
  “Karena kegiatan yang sangat padat, tidak semua wilayah bisa dikunjungi Wali. 
Bersama ini Wali meminta maaf kepada semua rakyat Aceh, terutama bagi mereka 
yang berada di wilayah yang tidak sempat dikunjungi Wali,” kata kata Muzakir A 
Hamid, pembantu khusus Hasan Tiro yang dihubungi Serambi, Senin (20/110). 
  Menurut Muzakir, pada hari terakhir keberadaannya di Pidie, pendiri GAM itu 
masih berkesempatan melakukan pertemuan dengan sejumlah warga dan menziarahi 
makam keluarganya di kawasan Tungkop, Kecamatan Indrajaya. “Ziarah ke kuburan 
ini atas permintaan khusus Wali,” katanya. 
  Menurut dia, meski sudah melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah yang 
dirangkai dalam kegiatan rutin harian, kondisi tokoh GAM itu masih terlihat fit 
dan prima. “Wali masih sehat walau sudah menempuh perjalanan panjang,” 
tukasnya. 
  Dia sebutkan, pagi ini Hasan Tiro bertolak menuju Banda Aceh. Kemungkinan 
besar, Hasan Tiro juga akan melakukan pertemuan di Pendapa Gubernur, terutama 
bila ada masyarakat yang ingin betemu dengan tokoh GAM itu. Menurut Muzakir, 
pihaknya masih tetap membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bertemu dengan 
Hasan Tiro sejauh hal tersebut dimungkinkan dan melalui jalur prosedur yang 
telah diatur. 
  Menurut Muzakkir, Wali belum berencana menetap di Aceh. Kepulangannya kali 
ini hanya semata untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Aceh dan melihat secara 
langsung kemajuan proses perdamaian Aceh pasca MoU Helsinki serta kondisi Aceh 
pascatsunami. “Wali melihat 80 persen kondisi di Aceh sudah lebih baik,” 
katanya. 
  Muzakir Hamid juga mengatakan, Tgk Hasan Tiro juga berharap masyarakat Aceh 
lebih maju dalam konteks pendidikan politik dan melihat arah masa depan Aceh 
dengan kepulangannya ke Aceh. Hal lainnya yang juga disampaikan Hasan Tiro 
terkait nasib para korban konflik, janda, dan anak yatim yang mesti harus 
mendapat perhatian pemerintah pasca-Aceh lepas dari kungkungan konflik yang 
telah mendera selama hampir 30 tahun. Menurut jadwal, Hasan Tiro akan kembali 
ke Stokchlom, Swedia, pada akhir bulan ini. “Itu memang sudah terjadwal dalam 
rencana,” kata Muzakir. (sar/nal/jal/dik) 
  
 

       

Kirim email ke