Assalamuàlaikum wr wb:
PERATURAN-PERATURAN TENTANG PERGAULAN ISLAM.
Bangaimana menghadapi perkhabaran yang dibawa orang fasik.
Hai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa
suatu berita, maka periksalahdgn teliti agar kamu tidak menimpakan suatu
musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu
menyesal atas perbuatanmu itu. (Surat Al-Hudjarat 49: 6).
"Hai ureuëng2 njang meu-iman, meunjo trôk bak gata ureuëng fasèk (awak paléh2)
djidjak ba haba, maka handjeuëthan tasidék (taparéksa beu butôi2 dilèë jôhgoh
tapatéh) supaja bèk meu-élanja ureuëng laén, sabab gata hana éleumèë - hana
tateupeuë-sapeuë - dan akan teulaih teuh ateuëh peuë njang tapubuëtnjan"(Surat
Al-Hudjarat 49: 6).
Dan ketahuilah! olehmu bahwa dikalangan kamu ada Rasulullah.kalaulah ia
menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benar kamu akan mendapat
kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan
iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran,
kefasikan dan kedurhakaan. mereka inilah orang-orang yang mengikuti jalan yang
lurus,"(Surat Al-Hudjarat 49: 7).
Sebagai kurnia dan nikmat dari Allah; dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha
Bijaksana. ,"(Surat Al-Hudjarat 49: 8).
Cara menyelesaikan persengketaan yang timbul antara kaum muslim.
Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah
antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya
terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu
sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah
kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil
dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku
adil.,"(Surat Al-Hudjarat 49: 9).
Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara
kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat
rahmat.,"(Surat Al-Hudjarat 49: 10).
Larangan memperolok-olokan,banyak prasangka dan lain-lain.
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain
(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang
mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain
(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari
wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan
janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk
panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak
bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim..,"(Surat Al-Hudjarat 49:
11).
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan
orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang..,"(Surat
Al-Hudjarat 49: 12).
Manusia diciptakan berbagai bangsa untuk kenal mengenal.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya
kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu
di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal..,"(Surat Al-Hudjarat 49: 13).
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak
keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu
bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu
kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin
menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau
enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa
yang kamu kerjaan.(Suart An-Nisa’4: 135).
"Hai ureuëng-ureuëng njang meu-iman, tameudong beukong bak keu-adélan dan ta-ék
saksi ateuëh nan Allah bahthatpih keunong ateuëh droë-teuh, atawa ateuëhma-ku
teuh atawa ateuëh keurabeuëk2 teuh. Bôh kaja atawa gasiën, Allah leubèh toë
deungon sipulan njan nibak deungon gata. Djadi bèk sagai2 taturôt hawa nafsu
seuhingga gata hana tameusikap adé, dan meunjo gata tapaléng - han ta-ék saksi
ateuëh kebenaran - maka beuta-ingat bahwa Allah neuteupeuë bandum buët gata
njan." (Suart An-Nisa' 4: 135).
"Handjeuët han gata, tapeubeuna buët njang beuna dan tapeusalah peuë njang
salah, bahthatpih awak ku’èh2 hana galak djih." (Surat AL-Anfal 8:8)
agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik)
walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.(Surat
AL-Anfal 8:8)
Wassalamuàlaikum wr wb
Hamba Allah.
_________________________________________________________
Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og
notisblokk. http://no.mail.yahoo.com