DIKTATOR HASAN TIRO CIKALON LEMPAP MALIK MAHMUD TENGOH PIDATO DIKEU BUE JAWA DAN BUE DARI ACEH PIH TEUKA KENAN http://www.liputan6.com/video/?program=news&id=167123 Cetak Artikel 25/10/2008 12:44 WIB Wapres Bertemu Hasan Tiro * Saat Transit, Tetap di Pesawat [ rubrik: Serambi | topik: Pemerintahan ] JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla tadi malam bertemu dengan mantan pucuk pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Dr Hasan Tiro (83) di kediaman Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta. Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, Hasan Tiro didampingi Malik Mahmud dan dr Zaini Abdullah. Hasan Tiro mau kembali ke Swedia. Nah, sebelum kembali ingin bertemu saya. Jadi, sebelum pulang saya undang ke rumah, kata Wapres Jusuf Kalla seusai shalat Jumat di Jakarta, kemarin siang. Tadi malam, Wapres Jusuf Kalla yang mengenakan baju batik menyalami dan memegang lengan kanan Hasan Tiro yang tetap berjas dan berdasi. Mereka juga berfoto bareng dengan senyum yang mengembang di bibir. Dalam rombongan, terlihat juga Dr Hamid Awaluddin (mantan Ketua Juru Runding RI), dan Juha Cristensen dari Interpeace. Menurut Wapres, tidak ada agenda khusus yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Hasan Tiro, melainkan hanya merupakan pertemuan silaturahmi biasa. Apalagi perdamaian di Aceh, masih ciamik (tenang dan kondusif). Kita jelas posisinya menjaga perdamaian. Beliau juga pidato agar menjaga perdamaian. Jadi, itu hanya silaturahmi biasa saja. Saya belum pernah ketemu dan beliau ingin ketemu saya, tukasnya. Wapres juga menjelaskan bahwa antara dia dengan Hasan Tiro meski belum pernah bertemu fisik, namun memiliki keinginan yang sama terhadap perdamaian di Tanah Rencong, Aceh. Karena itu, tambah Wapres, ia menghargai tekad kuat dari pemimpin tertinggi GAM tersebut untuk berdamai. Seperti diketahui, pendiri GAM yang telah 30 tahun hidup di luar negeri dan menjadi warga negara Swedia itu pulang ke kampung halamannya untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Aceh dan bertemu dengan keluarganya di Kabupaten Pidie. Sebelum ke Pidie, Hasan Tiro juga mendatangi Masjid Raya Baiturrahman bersilaturahmi dengan masyarakat Aceh. Selama tiga hari di Banda Aceh, Hasan Tiro sempat berziarah ke sejumlah makam pahlawan nasional, seperti Sultan Iskandar Muda dan Tgk Chik Ditiro. Kemudian, Hasan Tiro bergerak ke Pidie, seterusnya ke Lhokseumawe, dan Aceh Timur, lalu mampir di Pidie dalam perjalanan pulang ke Banda Aceh dan melanjutkan perjalananya ke Meulaboh, Aceh Barat dan kembali lagi ke Banda Aceh. Kemarin pagi, Hasan Tiro dan rombongan terbang meninggalkan Banda Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, menumpang pesawat Garuda menuju Cengkareng, Jakarta. Tetap di pesawat Deklarator GAM itu memilih tetap berada di dalam pesawat ketika transit selama 30 menit di Bandara Polonia Medan sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Informasi yang dihimpun di Bandara Polonia, menyebutkan, Hasan Tiro dan rombongan tiba di Medan pukul 11.20 WIB dengan menumpang pesawat Garuda nomor penerbangan GIA 141 dari Bandara Sultan Iskandar Muda. Tepat pukul 12.00 WIB, dengan pesawat yang sama, tokoh GAM berkewarganegaraan Swedia itu bersama sepuluh anggota rombongan bertolak menuju Jakarta dengan agenda utama bertemu Wapres Jusuf Kalla. Berdasarkan manifes Garuda, Hasan Tiro dan rombongan duduk di kelas eksekutif. Anggota rombongannya masing-masing Zaini Abdullah, Khila BM, Muzakkir Manaf, Zakaria Saman, Abu Bakar K, Darwis, Muad Y, Syamsudin Ilyas, Syarifudin B, dan Usman G. Pihak Garuda Indonesia menyatakan turun atau tidaknya seorang penumpang saat pesawat melakukan transit merupakan pilihan bebas yang diberikan kepada penumpang dari maskapai. Boleh-boleh saja penumpang bertahan di dalam pesawat, asalkan dia berangkat ke bandara tujuan dengan pesawat yang sama dari bandara asal, ujar staf di boarding gate Garuda Indonesia, Joko. Tidak ada pengamanan khusus, baik pada sisi udara maupun darat saat pesawat yang membawa Hasan Tiro transit di Bandara Polonia.(persda network/ade/ant)
