aceh843ja(hsndwsp) Kita heran cara pikir orang-orang yang bersatupadu dalam 
system Indonesia yang hipokrit atau munafieq itu senantiasa mengatasnamakan 
rakyat sebagaimana kampag nye mereka dalam setiap 5 tahun sekali, dimana 
tepatnya mereka senaantiasa menipu rakyat.  Rakyat kebanyakanpun macam 
takpernah sadar, senantiasa dapat mereka tipu. Disinilah benarnya kata DR Ali 
Syari'ati bahwa ada 4 giolongan manusia yang disimbolisasikan sebagai Anjing, 
Serigala Tikus dan Domba.  Anjing melambangkan pemimpin yang serakah dan tamak. 
Serigala melambangkan 
kakitangan pemimpin yang dhalim (baca tentara dan polisi), secara bergerombolan 
menganianya dan membunuh 
orang-orang yang berani mengkritisi kebijakan pemerintah dhalim. 
Tikus melambang kan koruptor-koruptor, pencuri berdasi dan berwibawa sekali 
ditengah-tengah rakyat jelata dan yang terakhir yang membuat kita seperti tak 
percaya. Domba, bagaimana dia bisa disalahkan? Domba melambangkan rakyat pada 
umumnya atau kaum dhu'afa 
yang bersedia bekerja sama dengan pemerintah dhalim. (ada pepatah Acheh 
berbunyi: "Sipeh badjoe, simat taloe dan siduek keudroe saban desja)


Masih menurut Ali Syari'ati, bahwa penindas adalah Palu Godam, sedangkan 
orang-orang yang mau ditindas adalah Lempengan Besi. Pada saat palu godam 
beraksi yang bersedia menahannya adalahlempengan besi. Andaikata lempengan besi 
tak bersedia menahannya proses penindasan/penjajahan takan ada existensinya, 
tak 
akan pernah terjadi. Makanya penindasan tak pernah terjadi di udara, palu godam 
akan berputar terus menerus diudara tanpa lempengan besi yang bersedia 
menahannya. Andaikata tak seo rangpun dari bangsa Acheh dan West Papua yang 
memihak kepada 
sontoloyo-sonto loyo Jawa, sudah dulu Acheh - Sumatra dan West Papua meraih 
kemerdekaannya. Disitulah di uji mana yang 
Emas mana yang Tembaga, mana orang-orang yang benar Iman, Ideologinya dan mana 
orang-orang yang disimbolisasikan dengan domba-domba tadi.

Penguasa dhalim mendapat sokongan kuat dari Ulama palsu (baca MUI) dan setiap 
lembaga Ulama Palsu non pemerintah. Justru itulah saya katakan bahwa ketua 
Muhammaddiah, Hidayatullah, Hizbuttahir dan bermacam lembaga agama atu 
oraganisasinya, tidak termasuk orang yang beriman. Mereka melalui kebijakan 
organisasinya mendekati penguasa dhalim demi mendapat angin segar, mengekang 
diri untuk tidak membantu kaum dhuafa, malah ikut meninabobokkan rakyat jelata 
hingga mereka kabur sampai tidak tau lagi mana musuhnya yang sebenarnya.

Yang bersatupadu dalam kedhaliman juga termasuk para dewan "terhormat", DPR 
(baca Dewan Penipu Rakyat). Sepertinya sangat sedikit yang mampu memahami apa 
yang saya dakwah ini adalah haq. Kenapa itu bisa tewrjadi?  Jawabannya adalah 
disebabkan terlalu banyak ulama palsu yang membuat bukan saja tingkat rakyat 
jelata bisa kabur pikirannya tapi juga para guru yang mendapat pendidikan 
tinggi dan berbagai tipe masyarakat lainnya.

Andaikata parar ulama palsu, DPR dan berbagai lembaga yang terlibat dalam 
kutukan tulisan saya ini membacanya, mereka marah sampai muntah darah barang 
kali. Padahal sesungguhnya saya menyampaikan yang haq agar mereka mengundurkan 
diri dari bersekongkolnya dengan penguasa Indonesia dhalim (bertaubat nashuha)  


Demikianlah dakwah ini kita alamatkan buat orang-orang yang masih memiliki daya 
pikir yang lumayan, hingga terlepas dari siksaan Allah kelak di alam kubur dan 
alam Akhirat yang kekal selama lamanya.  Baraqallahu li walakum fil Qur-anil 
karim, wanaf'ani waiyyakum bima fihi minal aayati wazikril hakim, wataqabbala 
minni wamingkum tilawatahu innahu huassamiul 'alim. Walazikrullahi akbar.

Billahi fi sabililhaq
(alasytar, Acheh - Sumatra




________________________________
From: Pembebasan Papua <[EMAIL PROTECTED]>
To: Pembebasan Papua <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, November 1, 2008 2:48:19 AM
Subject: [PEMBEBASAN PAPUA] Fw: Pemekaran Daerah untuk Kesejahteraan Rakyat


--- On Fri, 10/31/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED] se> wrote:

From: Sunny <[EMAIL PROTECTED] se>
Subject: Pemekaran Daerah untuk Kesejahteraan Rakyat
To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
Date: Friday, October 31, 2008, 8:06 AM


Refleksi: Apakah 
pemekaran selama ini telah ada bukti  nyata bahwa rakyat sejahtera atau 
sebaliknya?
 
http://www.lampungp ost.com/cetak/ berita.php? id=2008103001305 411
 
Kamis, 30 Oktober 2008
 
Pemekaran Daerah untuk Kesejahteraan 
Rakyat 
 
JAKARTA (Lampost): Rapat paripurna DPR, Rabu  (29-10), menyetujui pemekaran 12 
wilayah, tiga di antaranya di Lampung.  Pembentukan wilayah baru ini diharapkan 
tidak dijadikan ajang pesta  kelompok tertentu, tetapi dapat dinikmati seluruh 
masyarakatnya.
Tiga daerah pemekaran baru di Provinsi  Lampung, yaitu kabupaten Pringsewu 
dengan daerah induk Kabupaten  Tanggamus, serta kabupaten Mesuji dan kabupaten 
Tulangbawang Barat dengan  daerah induk Kabupaten Tulangbawang. (selengkapnya 
lihat  tabel)
Rapat yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono  di Gedung DPR/MPR Jakarta dihadiri 
Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dan  Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta. 
Rapat juga dihadiri Bupati  Tulangbawang Abdurrachman Sarbini, Wakil Ketua DPRD 
Tulangbawang Herman  Artha, Asisten I Pemkab Kirnali M. Yus, Kadis Kominfo, A. 
Suharyo, Kepala  Sekretariat Penghubung Tulangbawang di Jakarta, Hapidi, juga 
Panitia  Pemekaran Tulangbawang Barat dan Mesuji. "Pemekaran daerah diperlukan  
untuk mendorong akuntabilitas dan mempercepat pembangunan daerah," kata  Wakil 
Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Eka  Santosa.
Eka menambahkan pembentukan calon daerah  otonom baru ini hendaknya dapat 
menjadi solusi dan momentum strategis bagi  masyarakat dan pemda untuk 
memperpendek rentang kendali. "Tujuan pemekaran  juga mempercepat pelayanan 
kepada masyarakat," kata Eka.
Sebelumnya, melalui Surat Presiden Nomor  R.01/Pres/01/ 2007 tanggal 2 Januari 
2007 dan Surat Presiden Nomor  R.04/Pres/02/ 2008 tanggal 1 Februari 2008 yang 
ditujukan ke DPR, Presiden  menugaskan Mendagri dan Menkum-HAM membahas 17 RUU 
tentang Pembentukan  Provinsi/Kabupaten/ Kota yang merupakan usulan DPR.
Sedangkan terhadap 3 RUU, yakni RUU Kabupaten  Meranti di Provinsi Riau, 
Kabupaten Maibrat di Provinsi Papua Tengah, dan  Provinsi Tapanuli di Sumatera 
Utara, DPR menyepakati akan dibahas pada  masa persidangan II tahun 2008--2009. 
"Kabupaten Meranti dan Provinsi  Tapanuli masih harus melengkapi persyaratan 
administrasi. Sedangkan untuk  kabupaten Maibrat, disepakati meminta bupati 
Sorong Selatan segera  mengambil keputusan melepaskan wilayahnya yang akan 
menjadi bagian dari  calon kabupaten Maibrat," tutur Eka.
Sementara itu, untuk pembentukan calon  kabupaten Brastagi di Provinsi Sumatera 
Utara dan kabupaten Mandau di  Provinsi Riau, DPR menyepakati agar provinsi dan 
kabupaten induk  melengkapi persyaratan administrasi serta syarat teknis yang 
berkaitan  dengan cakupan wilayah sesuai dengan perundangan.
Ketersediaan Anggaran
Mendagri Mardiyanto berharap pembentukan 12  daerah baru itu mampu mempercepat 
laju perekonomian daerah melalui  pengelolaan sumber daya alam dan potensi 
daerah masing-masing. Dengan  disahkannya 12 daerah otonom baru tersebut, 
hingga kini di Indonesia  terdapat 33 provinsi dan 486 kabupaten/kota.
"Ke depan pemerintah dan DPR diharapkan perlu  mencermati dan berhati-hati 
menyerap aspirasi pemekaran wilayah. Sebab,  pembentukan daerah otonom baru 
berimplikasi pada pengelolaan dan  ketersediaan keuangan di pusat dan daerah," 
urai Mardiyanto.
Ditemui usai rapat paripurna DPR, Bupati  Tulangbawang Abdurrachman Sarbini 
menyatakan puas atas keputusan tersebut.  "Jarang terjadi satu kabupaten 
berhasil memekarkan dua wilayah sekaligus.  Sebagian orang mengatakan ini hanya 
mimpi, tetapi dengan niat yang tulus  terbukti berhasil," ujar dia.
Bupati mengatakan Pemkab Tulangbawang segera  menyiapkan semua yang diperlukan, 
termasuk aparatur birokrasi dalam waktu  enam bulan. "Kami juga mengalokasikan 
anggaran Rp5 miliar selama tiga  tahun, termasuk anggaran rutin," ujarnya.
Anggota DPRD Lampung asal Tulangbawang,  Khamamik, menambahkan Gubernur Lampung 
harus segera menunjuk pelaksana  tugas (plt.) bupati paling lambat enam bulan 
setelah pengesahan.  "Penunjukan plt. untuk jangka waktu satu tahun harus dari 
unsur  PNS."
Secara terpisah, Bupati Tanggamus Bambang  Kurniawan juga menyambut gembira 
pemekaran kabupaten Pringsewu dari  wilayahnya. Ia juga tetap berkomitmen 
memberi bantuan kepada kabupaten  Pringsewu, terutama dalam hal pendanaan.
Namun, Bambang mengingatkan mulai sekarang  perlu disusun rencana pembangunan 
Pringsewu ke depan dengan melihat dari  aspek geografis dan demografis. "Letak 
Pringsewu yang dekat dengan Bandar  Lampung harus menjadi perhatian dan 
pemikiran yang matang, akan seperti  apa nantinya Pringsewu ini."
Ia menambahkan jika Pringsewu akan  dikembangkan sebagai sentra jasa dan 
perdagangan harus dikaji pula  skalanya karena harus bersaing dengan Bandar 
Lampung. "Demikian pula  apakah akan dijadikan kota pendidikan jika arah 
pemikirannya hendak  dijadikan wilayah agraris," kata dia. n UAN/ONO/WID/ 
KIS/U-1
12 Daerah Pemekaran Baru
1. Kabupaten Pringsewu (Lampung)
2. Kabupaten Mesuji (Lampung)
3. Kabupaten Tulangbawang Barat  (Lampung)
4. Kabupaten Nias Utara (Sumut)
5. Kabupaten Nias Barat (Sumut)
6. Kota Gunung Sitoli (Sumut)
7. Kota Tengerang Selatan (Banten)
8. Kabupaten Sabu Raijua (NTT)
9. Kabupaten Intan Jaya (Papua)
10. Kabupaten Deiyai (Papua)
11. Kabupaten Tambrauw (Papua)
12. Kabupaten Morotai (Maluku)
Kabupaten Pringsewu (8 kecamatan, 123  pekon/kelurahan)
Kecamatan: Gading Rejo, Pringsewu, Sukoharjo,  Banyumas, Ambarawa,
Adiluwih, Pagelaran, dan Pardasuka
Luas wilayah: 501,15  km®MDSU¯2
Jumlah penduduk: 320.514 jiwa
Calon ibu kota: Kecamatan 
Pringsewu
Kabupaten Tulangbawang Barat (8 kecamatan, 71  kampung)
Kecamatan: Tulangbawang Tengah, Tulangbawang  Udik, Gunung Agung,
Gunung Terang, Lambu Kibang, Way Kenanga,  Tumijajar, Pagar
Dewa
Luas wilayah: 112,175  km®MDSU¯2
Jumlah penduduk: 232.018 jiwa
Calon ibu kota: Kampung Panaragan, Kecamatan  Tulangbawang Tengah
Kabupaten Mesuji (7 kecamatan, 69  kampung)
Kecamatan: Mesuji, Mesuji Timur, Simpang  Pematang, Tanjung Raya, Way
Serdang, Rawajitu Utara, dan Panca  Jaya
Luas wilayah: 432,603  km®MDSU¯2
Jumlah penduduk: 178.463 Jiwa
Calon ibu kota: Kecamatan  Mesuj  
    


      

Kirim email ke