Kalau bukan orang Jawa berbicara tentang perlakuan tidak adil didaerah,  
langsung dicap oleh kalian  sebagi separatis, RMS, Kristen dsb.  Apa boleh 
buat, taik kambing bulat-bulat, karena begitulah begundal-begundal 
neo-Mojopahit mengfitnah.

Tak ada jalan selain : Jayalah perjuangan  pembebasan  dari penjajahan kolonial 
neo-Mojopahit yang membodohkan dan memiskinkan rakyat! Viva! 



  ----- Original Message ----- 
  From: T Chandra 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Wednesday, November 12, 2008 5:54 PM
  Subject: [nasional-list] Re: [HKSIS] Re: Politikus PDIP Kecam Penokohan 
Soeharto


        Wow, mudah saja goblok-goblokin orang. Impian separatisme susah dipake 
untuk melihat
        permasalahan di Indonesia. Pura-pura mikirin kemiskinan sambil melamun 
berdoa
        supaya ada datang reinkarnasi RMS?

        --- On Thu, 11/13/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: Re: [HKSIS] Re: Politikus PDIP Kecam Penokohan Soeharto
          To: [EMAIL PROTECTED]
          Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "Yuyun Harmono" <[EMAIL PROTECTED]>
          Date: Thursday, November 13, 2008, 12:52 PM


          Hanya  orang goblok yang beragrumentasi seperti cemikian, karena 
tidak membawa kecerdasan untuk perubahan bagi yang yang dibodohkan dan 
dimiskinkan. Supaya tidak terus goblok, hendaklakh dicamkam,  bahwa di dunia 
ini  tidak ada orang akan mau berpisah atau memisahkan diri dari hal-hal baik, 
terkecuali orang sinting.

          PDIP bukan pembawa obor pembebasan dari kemiskinan, pembodohan serta 
penipuan hal ini terbukti selama kekuasaan Megawati dan PDIP. Sebagai panglima 
tertinggi membiarkan dikirimnya Laskar Jahat ke Indoensia Timur.  Korban yang 
diderita rakyat. Tahukah berapa banyak rakyat yang menderita. Tambah lagi 
masalah Tanker Pertamina, belakangan ini terbongkar perjanjian penjualan gas. 
Jadi jelas bila  PDIPberkuasa berarti kesulitan masyarakat, terutama lapisan 
bahwa akan terus diperpanjang untuk waktu tak terhingga.

          Amin

            ----- Original Message ----- 
            From: T Chandra 
            To: [EMAIL PROTECTED] 
            Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; Yuyun Harmono 
            Sent: Wednesday, November 12, 2008 11:47 AM
            Subject: Re: [HKSIS] Re: Politikus PDIP Kecam Penokohan Soeharto


                  Susah memang menilai politik disini dari Eropa apa lagi 
sambil mengunyah keju dan minum wodka! Apa lagi kalau memang berjiwa separatis. 
Kalau moderen dan jujur harusnya mendukung PDI-P supaya bisa menjadi versi 
Indonesia dari gerak rakyat di Amerika Latin dong. Hanya PDI-P kan yang bisa 
menyelamatkan Indonesia yang pluralis.
                  Caci-maki PDIP sama dengan mendorong NKRI ke jurang Wahabi 
Talibani.
                  Nasionalisasi semua aset tambang kita! Viva Chavez!


                  --- On Wed, 11/12/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED] se> wrote:

                    From: Sunny <[EMAIL PROTECTED] se>
                    Subject: Re: [HKSIS] Re: Politikus PDIP Kecam Penokohan 
Soeharto
                    To: [EMAIL PROTECTED] com
                    Date: Wednesday, November 12, 2008, 9:44 PM


                    Melihat gerak gerik PDIP selama ini tidak menunjukkan 
perbedaan  dengan Golkar dsb. Jadi bagi rakyat lapisan bawah yang ingin 
memperbaiki kehidupan harus sadar bahwa PDIP adalah partai politik untuk 
kepentingan golongan tertentu dengan Nyonya Kemas sebagai lambang.



                      ----- Original Message ----- 
                      From: iwamardi 
                      To: [EMAIL PROTECTED] com 
                      Sent: Tuesday, November 11, 2008 8:18 PM
                      Subject: [HKSIS] Re: Politikus PDIP Kecam Penokohan 
Soeharto




                      Kita dukung pernyataan Budiman Sudjatmiko , pernyataan 
yang positif dan berani.

                      Persoalannya:  mengapa PDIP masih mau berusaha 
berkoalisi, baik dengan golkar maupun PKS ?
                      Dan adakah pernyataan yang tegas seperti itu oleh tokoh 
tokoh lain PDIP ?  Sangat ditunggu kedatangannya pernyataan itu, sebab para 
pemilih akan bingung, karena satu tangan menolak penokohan Suharto dari PKS dan 
Golkar, tangan lainnya berusaha merangkul keduanya , lah bagaimana ini ?
                      Mudah mudahan ada sikap yang tegas menyusul .




----------------------------------------------------------
                      From: Abdul Rohim <peduli_klaten@ yahoo.com>
                      Sent: Tuesday, November 11, 2008 7:15:20 PM
                      Subject: #sastra-pembebasan# Politikus PDIP Kecam 
Penokohan Soeharto



                      Politikus PDIP Kecam Penokohan Soeharto  
                       
                      TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Aktivis 1998 Budiman 
Sudjatmiko mengecam keras penayangan mantan Presiden Soeharto sebagai salah 
seorang guru bangsa dalam iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Soeharto 
tidak layak menjadi guru bangsa," katanya ketika dihubungi, Senin (10/11). 

                      Menurut politikus  PDI Perjuangan ini, atas dasar 
tindakan korupsi yang dilakukan hingga ke kroni-kroni dan berbagai tindak 
kekerasan, Soeharto tak pantas menyandang gelar guru bangsa  apalagi pahlawan 
nasional. 

                      Dia menilai, PKS  telah beralih rupa menjadi partai 
nonreformis. "Ini membuktikan PKS tidak peka atas korban kemanusiaan dan 
kemiskinan akibat korupsi," katanya. Bahkan, dia mempertanyakan sikap PKS yang 
kembali memunculkan sosok Soeharto. "Apakah hanya demi kekuasaan, ideologinya 
pudar," katanya. 

                      Jika hal itu dilakukan PKS, Budiman mengancam akan 
mengkampanyekan PKS bukan partai reformis ke publik. "PKS sudah bertentangan 
dengan semangat reformasi." 

                      Pendapat berbeda dinyatakan mantan aktivis 1998 yang kini 
merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah. Dia menyatakan semua 
mantan presiden ini layak menjadi guru bangsa. "Dia (Soeharto) pernah 
mempengaruhi hidup kita," katanya. 

                      Fahri mengakui, setiap manusia pasti memiliki kekuarangan 
dan kesalahan. "Nilai nigatif pasti ada, tapi yang harus jadi contoh nilai yang 
positif," katanya. 

                      Tindakan korupsi dan berbagai pelanggaran hak asasi 
manusia terjadi di masa orde baru, "Itu harus kita tinggalkan. Kita tengok masa 
depan untuk pembangunan bangsa," kata Fahri. 
                       

                      http://tempointerak tif.com/hg/ fokus/2008/ 11/10/fks, 
20081110- 278,id.html

                         Salam
                      Abdul Rohim
                      http://groups. google.com/ group/peduli- jateng?hl= id

                      [Non-text portions of this message have been removed]





                 

       



   

Kirim email ke