Aku rasa bukan aceh saja yang terkena Tsunami, Thailand pun gak kurang juga 
kerusakannya tapi udah siap rekon dari dulu-dulu lagi.... dalam rapat DPRA 
kemaren masih lagi membicarakan rehab dan rekon, anehnya kok gak siap-sipa ya 
rehab rekon di Aceh..masak harus di tanya sama rumput yang bergoyang, kenapa 
Aceh gak siap-siap rehab dan rekonnya....Alahai Aceh, ureung gasinpih ka djeut 
keue bisnih
 
Makmor
Wakil World Aceh Association di Scandinavia


 
www.lauttawar.com
http://kenmahara.multiply.com/

http://www.myspace.com/lingegroup
http://www.youtube.com/user/wintakengen


--- On Wed, 11/26/08, vande charba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: vande charba <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [IACSF] Re: soal foto akmal, gimana?
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, November 26, 2008, 8:29 PM








Analisa yang tajam dan bernas dari Nawa,
 
Kalo aja Akmal benar2 pernah tidur dengan perempuan lain sebelum menjadi 
bupati, dan sekarang setalah jadi bupati Abdya, dia mampu mengurus urusan 
rakyat Abdya secara baik, melawan corporat2 sawit yang merusak tanah dan 
kampung2 rakyat. Harusnya mahasiswa mendukungnya, dan melawan kubu pengusaha 
jakarta asal Abdya yang sedang merongrong pemerintahan Akmal, karena mereka 
tidak mendapat proyek2 besar di sana. 




From: [EMAIL PROTECTED] [mailto: [EMAIL PROTECTED] ] On Behalf Of semesta nawa
Sent: Thursday, November 27, 2008 11:17 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [IACSF] Re: soal foto akmal, gimana?
 



Menurut riset yang dilakukan Komisi Penyiaran, secara keseluruhan jumlah jam 
tayang acara infotainment seluruh stasiun TV dalam negeri adalah 14 JAM/HARI! 
bayangkan, lebih dari separuh hari masyarakat dicekoki oleh tayangan2 yang 
mendapat rating dari mengekspos urusan pribadi orang laen, komentar dan vonis 
ditambahkan sebagai bumbu penyedap untuk mengikat pemirsa.

Kayaknya soal foto Bupati Abdya ini bisa jadi contoh dari dampak teror 
infotainment terhadap pola pikir dan pola reaksi masyrakat.
trus untuk mahasiswa abdya, sudahlah..kayak gak ada soal laen aja untuk 
diurus....

-nawa-

2008/11/27 jaka <[EMAIL PROTECTED] com>





soal pelebelan itu sangat memprihatikan warga abdya

selain kepada bupatinya disebut fitnah besar, dan lebel sebagai wilayah cabul

dua pekan lalu seorang mahasiswa fakultas sospol bertemu saya di kedai solong

dia baru semester 1, dan dia tidak mengerti soal abdya baik politik dan 
seterusnya

hanya saja di minta agar diajarkan cara menulis

ini karena satu kali dosennya memintanya untuk menuliskan rangkungam kasus foto 
mesra bupati

sepekan tugas itu tidak selesai di buat, namun setelah ada berita yang muncul 
di tabloit modus barulah tulisan rangkuman

diserahkan kedosennya

panjangnya tulisan itu satu folio.

karena saya bukan guru maka saya rekomendasikan bawi dan temannya kesekolah 
dokarim.

saya tanya bawi mengapa dosennya memberi tugas itu.

kata bawi sebelum tugas diberikan, saat masuk kelas dosen nya bertanya

siapa diantara kalian yang berasal dari abdya

Hanya Bawi tunjuk tangan

Hanya dia pula yang mendapat tugas itu.

di ujung pertemuan bawi minta saran saya,

"bang dimana ngurus plat honda dari plat C ke Plat Banda?"

Ngapain di mutasi kata saya, kan pajaknya buat daerah bawi

lama terdiam, "malu bang," kata Bawi

 


 

Pada 26 November 2008 20:40, farabi gustafa <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:


 






disini dpedebatkan bukan masalah photo mesra pak bupati abdya tapi respon 
masyarakat terhadap kehadiran photo tersebut, karena pada tingkat masyarakat 
Abdya telah terjadi dua kubu dalam melihat siapa yang sebenarnya wanita yang 
ada dalam photo tersebut. karena masalah photo tersebut menurut saya telah 
terjadinya kondisi politik di abdya tidak stabil...... ..

nah untuk semua elemen masyarakat abdya harus dilakukan kebenaran siapa 
sebenarnya wanita tersebut. karena masalah itu disamping telah terjadi 
penglebelan negatif terhadap pemimpin dan daerah abdya. 

salam 

Damee
 
 
 
 


      

Kirim email ke