Pelakunya kemungkinan besar orang suruhan penguasa Indonesia semacam 
milisi.made in TNI.  Nah ini barusaja gejala kemenangan PA, dalam pilkapa yang 
akan datang sudah mulai teror-teroran, apalagi setelah menang nanti. Katakanlah 
prediksi saya itu salah. Katakanlah orang tak dikenal (OTK), kan penguasa 
Indonesia juga yang bertanggung - jawab?  Mengapa tidak ada jaminan keamanan?  
Salahkah kalau saya katakan Acheh sekarang berada dalam keamanan dipasung? Bung 
Imanuddin Abdul Rahman eks Masyumi mengatakan: " Saya lebih baik hidup liar 
saja daripada berada dalam keamanan dipasung". Itu juga yang saya terima ketika 
menyaksikan keamanan dipasung diberlakukan di Acheh sekarang ini.  
(alasytar, Acheh - Sumatra)




________________________________
From: Sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, January 16, 2009 12:32:00 AM
Subject: «PPDi» Kantor Partai Aceh Digranat


http://www.suarapem baruan.com/ index.php? modul=news&detail=true&id=3800
 
2009-01-14 
Kantor Partai Aceh 
Digranat

[BANDA 
ACEH] Suhu politik menjelang pemilu di Provinsi Aceh sedikit memanas, menyusul 
aksi teror terhadap Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh (PA) yang 
berlokasi di Jalan Sultan Mahmudsyah, Banda Aceh, Selasa (13/1) pukul 02.30 WIB 
dilempar granat oleh orang tidak dikenal (OTK). Bangunan berlantai tiga itu 
pintu depannya hancur dan semua kaca pecah. Tidak ada korban jiwa.

Kepala 
Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Banda Aceh, Kombes Pol Syamsul Bahri, di Banda 
Aceh, Selasa membenarkan insiden tersebut. Namun, dia belum bisa memberikan 
keterangan lebih lanjut mengenai jenis dan bentuk granat tersebut, sebab kasus 
itu masih dalam penyelidikan. Diperlukan hasil riset dari laboratorium untuk 
mengetahui jenis dari bahan peledak tersebut.

Petugas keamanan Partai 
Aceh Abdul Gani mengaku sedang tidur saat granat meledak. Dia bersama tiga 
rekannya, yakni Amri, Fauzi, dan Syuib tidur di lantai tiga gedung tersebut. 
Saat mengetahui ada suara ledakan, mereka turun ke lantai satu, tetapi tidak 
melihat pelakunya, yang terlihat hanya kaca depan dan pintu gedung tersebut 
sudah rusak dan kaca depan hancur berantakan.

Selain merusakkan kaca 
depan kantor itu, sebuah mobil boks yang diparkir di samping kantor tersebut 
juga mengalami pecah ban akibat terkena serpihan granat. Kasus teror terhadap 
Partai Aceh juga pernah terjadi pada tahun 2008. Kantor Pusat Komite Peralihan 
Aceh (KPA) Banda Aceh dan rumah Ketua Umum PA, mantan Panglima GAM juga 
digranat.

Juru Bicara Partai Aceh Adnan Beuransyah meminta aparat 
keamanan untuk mengusut pelaku. Meski mendapat teror, berbagai program tetap 
dilanjutkan. [147]
    


      

Kirim email ke