Media Indonesia Senin, 23 Februari 2009 15:35 WIB Presiden Resmikan 13 Proyek di NAD
RUMGAPRES/ABROR RIZKI
JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (23/2) meresmikan 13
proyek di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam senilai Rp700 miliar yang
dikerjakan BRR NAD -Nias, Departemen PU, Pemda NAD, Pemerintah Banda Aceh dan
lembaga mitra.
Di lokasi Blang Padang, Presiden menandatangani prasasti Taman Internasinal
'Aceh Thanks The World', Museum Tsunami Aceh, Pelabuhan Penyeberangan Ulee
Lheue, Politeknik Aceh, Bendungan Keuliling, Kapal Motor Penyeberangan (KMP)
BRR.
Kemudian, jembatan Krueng Keureuto di Aceh Utara, Jembatan Cunda di
Lhokseumawe, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Aceh Tenggara, SPAM Aceh
Selatan, Terminal Penumpang tipe A Banda Aceh, Stasiun Damri beserta 28 bus
Damri, dan kantor Badan SAR Nasional di Aceh.
Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto di Banda Aceh, Senin
mengatakan, Presiden hadir untuk meresmikan dan meninjau proyek-proyek penting
yang menjadi monumen kerja sama berbagai pihak yang telah bahu-membahu
membangun wilayah ini.
"Dari ke-13 proyek senilai Rp715,3 miliar diantaranya terdapat delapan proyek
rehabilitasi dan rekonstruksi hasil kerja BRR, Pemerintah Provinsi NAD,
Pemerintah Kota Banda Aceh beserta para mitranya dan lima proyek Departemen PU,
katanya.
Dalam kurun waktu empat tahun, menurut Kuntoro, rehabilitasi dan rekonstruksi
yang dikoordinasi dan dilaksanakan BRR Nad Nias telah membangun 134 ribu rumah
permanen, 3.600 kilometer jalan baru.
Selain itu, 12 lapangan terbang, 20 pelabuhan, 39.000 guru yang mengikuti
pelatihan, 1.000 fasilitas kesehatan, 987 bangunan pemerintah, dukungan bagi
195 ribu unit UKM dan 70.000 hektar lahan pertanian yang kembali berproduksi.
Sebelumnya, Gubernur NAD, Irwandi Yusuf mengatakan, pemerintah daerah dan
rakyat Aceh siap melangkah maju ke perjalanan selanjutnya. "Saya ingin
meyakinkan anda bahwa dengan dukungan anda, kita akan dapat memasuki era
pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Karena itu, lanjut dia pemerintah Provinsi Aceh telah melakukan berbagai
langkah antara lain program fasilitas investasi di ACeh melalui Investor
Outreach Offices (I00).
Selain itu pihaknya telah mempersiapkan fasilitas pendukung koordinasi bagi LSM
dengan dinas terkait, khususnya untuk melaksanakan proyek pembangunan dan
peningkatan ekonomi daerah, ucapnya.
"Kebaikan dunia yang telah diberikan untuk memulihkan Aceh dan Nias harus
ditindaklanjuti dengan merawat dan memeliharanya. Tidak ada yang lebih
membahagiakan bagi para pelaku rehabilitasi dan rekonstruksi untuk melihat
bahwa ini hasil keringat dan kerja keras sehingga memberikan manfaat yang
maksimal demi kehidupan masyarakat Aceh dan Nias," tuturnya.
Presiden secara simbolis menyerahkan bantuan PNPM Mandiri senilai Rp222,88
miliar untuk 30 kabupaten/kota kepada Gubernur NAD dan juga menyerahkan bantuan
3000 paket sembako untuk masyarakat tidak mampu.
Peresmian proyek itu dihadiri para menteri kabinet antara lain Menko Polhukam
Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Mesesneg Hatta Rajasa,
Sekretariat Kabinet Sudi Silalahi, dan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto. (Ant/OL<<20090223_065001_aceh.jpg>>
