Dear Miss./Mrs: Nancy Youwe;

 

  Saya sungguh sangat sayangkan engkau Nancy karena engkau

  bercerita palsu serta tambah-tambah dan campur-aduk dengan

  sejarah Perjuangan OPM (Organisasi Papua Merdeka); kalau tidak

  tahu sejarah perjuangan OPM yang sebenarnya lebih baik jangan

  ceritera issu-issu kosong seperti itu di Email-Internet; tetapi, se-

  jarah perjuangan OPM yang asli/original/tulen adalah demikian:

 

  1. Sdr. Nicolas Youwe tidakpernah dipilih sebagai "Anggota New Raad" melainkan

      Nicolas Youwe di tunjuk secara khusus oleh Pemerintah Kerajaan Belanda 
dalam

      hal ini oleh Dr.Platteel Gubernur Dutch/Netherlands New Guinea; karena 
diwaktu

      saya masih mencapai umur 18 tahun dan bekerja di Bank NHM Hollandia (De 
Ned-

      erlandche Handels Maatschapij) Cabang Dutch/Netherllands dan 
Boss/Directornya

      bernama: Jan Seegers; dan sayalah yang megikutinya dengan teliti 
pemilihan umum

      Anggota-Anggota Dewan Newa Guinea; diwaktu itu yg sangat populer dan 
menang

      pemilihan untuk Daerah Hollandia adalah Bapa M.S.Suwae mewakili  
Genyem/nimbor-

      an termasuk Bapa Jacob Musendi Alm; dllnya.Jadi, Nicolas Youwe bukan OPM 
Pemim-

      pin OPM;melainkan Pemimpin NLCWP (The National Liberation Council of West 
Papua);

      dan NicolasYouwelah yang saran/usulkan kepada Prai-Rumkorem di 
MARVIC-Hollandia 

      supaya rubah nama: F/KPPB-A'69 (Front/Kommando Pembebasan Nasional 
PB-Angkat-

      an 1969); dan sayalah SEKJENnya F/KPPB-A'69 berbicara dengan 
sdr.S.J.Rumkorem

      menerima usul Nic.Youwe dan establishkan NLC Pusat di MARVIC; strukturnya 
demiki-

      an: S.J. Ketua, Prai J.H tetap post SEKJEN NLC Pusat MARVIC; Hollandia/PB.

 

 

  2. OPM (Organisasi Papua Merdeka); atas saran/usul Bapa M.W.Kaisiepo Alm; di 
Holland

      kepada rekan Ferry Permenas Awom - pangkat Sergeant II PVK di Daerah 
Manokwari

      membentuk OPM pada bulan Juli 1965; dan dialah Pemimpin OPM yang pertama 
(I);

      dan sesudah selesai PEPERA (Act of Free Choice 1969" dimenangkan RI yang 
dibaringi

      oleh kekuatan sangkur senjata; maka sdr. Ferry Permenas Awom (FPA) Alm; 
Presiden

      RI yang kedua (II) yaitu;Jenderal Suharto memberikan "Amnesty President" 
kepadanya;

      lalu ia yakin dan percaya bahwa; keamanannya peribadinya pasti akan 
dijamin baik oleh

      TNI/ABRI di Daerah Manokwari; dan bawa diri menyerah ketangan TNI/ABRI, 
dimasukan

      di dlm penjara/bui setelah satu-dua ia menghilang untuk selama-lamanya 
dari penjara/

      bui di Manokwari dengan tanpa jejak hingga kini. Selama beliau jadi 
Pemimpin OPM tetapi

      belum disahkan dengan resmi soal pemakaian nama: OPM (Organisasi Papua 
Mmerdeka)

      jadi nama OPM hanya dipakai secara kertas/diatas kertas saja sehingga....:

 

  3. Persoalan satu-dua diatas ini menjadi alasan; sehingga Prai-Rumkorem 
bersama 30 Anggo-

      ta Dewan PB di MARVIC Pimpinan Prai-Rumkorem  meresmikan/mensahkan 
pemakaian nama 

      OPM pada tanggal 15 Juli 1971 dan berpusat di MARVIC; Strukturnya OPM 
adalah demikian:

      S. J. Rumkorem - Ketua, Prai J.H - SEKJEN OPM/NLC; Nic.Youwe Pimpinan NLC 
Cabang Hol-

      land; ya ada banyak lagi tetapi cukup dengan contoh ini untuk 
Miss./Mrs.Nancy Youw.

 

  4. Soal Otonimi Paksaaan Pemerintah RI kepada rakyat PB; pernaytaan politik 
resmi kemudian

      tunggu dan lihat hasil perjalan Nic.Youwe ke Indonesia dan PB.

 

 

  Salam!

 

 

  OPM-OIIO Malmö.

 

     

 

 

  

  


To: [email protected]; [email protected]
From: [email protected]
Date: Thu, 19 Mar 2009 06:07:31 +0000
Subject: KOMUNITAS PAPUA Nicolaas Jouwe, Pemimpin Papua Bertemu SBY






 




Komunitas Papua,

Kelihatannya semua komentar tentang Jouwe terlalu menghakimi beliau apalagi 
kita semua belum tahu secara persis tentang tujuan beliau datang ke Indonesia 
atau mungkin ke Papua. Apakah dia datang atas inisiatif sendiri karena dia juga 
punya HAK untuk pulang kampung setelah sekian lama, atau karena dibujuk oleh 
Albert & Nick Messet, atau ada motif lain? Kita semua belum tahu.
Kalau misalnya dia pulang karena memang dia ingin melihat kampung halamannya 
setelah sekian lama hidup di negeri orang yang tidak selalu bersahabat terhapa 
orang asing, maka tentu kita tidak bisa melarang HAK dia.
Kalau misalnya dia pulang karena ada bujukan dari Albert Joku & Nick Messet, 
maka barulah kita boleh bertanya-tanya. Namun pada tahap ini, saya pikir kita 
juga belum boleh menghakimi dia sebelum kita dengar langsung dari beliau 
tentang alasan apa dia dibujuk? Apabila setelah dia menjelaskan bahwa dia 
pulang karena kemenangan diplomasi dari Joku & Messet barulah kita cap dia 
sebagai pejuang tidak konsisten.
Tapi apabila dia tetap pada pendirian semula dan tidak termakan dengan bujukan 
dan rayuan mereka, maka kita pun harus dengan bangga menaruh hormat kepada 
belia.
 
Saya kirim berita terkait dibawah ini.
 
Salam, 
Redaksi Suara Papua
 
 
Sumber: Radio Nederland
 
http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/kabar_papua051117/jouwe_pemimpin_papua20090316
 
  
Pemimpin Papua Bertemu SBY
Radio Nederland Wereldomroep
16-03-2009
Nicolaas Jouwe, Pemimpin Papua Bertemu SBY 
 
 
 Rabu besok, pemimpin Papua Nicolaas Jouwe, 85 tahun, yang bertempat tinggal di 
Belanda akan mengunjungi Indonesia dan rencananya bertemu dengan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan didampingi dua anaknya, Nancy dan Nico Jouwe. 
Kunjungan ke Indonesia dilakukan atas undangan SBY sendiri. Siapa sebenarnya 
Nicolaas Jouwe dan apa isi agenda pembicaraan? Rangkuman wawancara Radio 
Nederland dengan Nancy, putri Nicolaas Jouwe. 
 
Nicolaas Jouwe adalah salah satu pelopor pengembangan kepemimpinan Papua dan 
kesadaran nasional rakyat Papua. Ia juga terpilih sebagai salah satu anggota 
Dewan Nieuw Guinea, lembaga parlementer pertama Papua yang didirikan tahun 
1961. 
 
Bersama beberapa pemimpin Papua lain, di antaranya Marcus Kaisiepo, Nicolaas 
berperan penting dalam proses pembentukan lembaga parlementer itu. Juga setelah 
jelas Belanda harus mengembalikan tanah jajahannya kepada Indonesia dan Papua 
diberi hak otonomi, Nicolaas memainkan peranan penting. 
 
Nicolaas Jouwe juga perancang bendera Papua, Bintang Kejora yang sampai 
sekarang masih dikibarkan. Dengan demikian bisa dikatakan, tokoh ini menjadi 
semacam lambang nasionalisme Papua dan hak menentukan nasib sendiri. 
 
Peran Nicolaas Jouwe 
Nicolaas adalah satu-satunya generasi tua pemimpin Papua yang masih hidup. 
Melihat latar belakangnya itu, ia diharapkan bisa memainkan peranan penghubung. 
 
Rombongan delegasi Papua di Belanda tiba Rabu besok di Indonesia. Tidak lama 
kemudian mereka dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 
Pada kesempatan itu juga dibuat janji tentang pertemuan selanjutnya. 
 
Kira-kira apa isi agenda pembicaraan? 
 
Butir pembicaraan belum ditetapkan. Tapi menurut Nancy, ayahnya pasti ingin 
membahas masa depan Papua dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki masa 
depan itu. 
 
Setelah diberlakukannya otonomi khusus tahun 2001, penerapan undang undang 
otonomi khusus di Papua tidak berjalan lancar. Sejak itu, bagi warga Papua, hak 
menentukan nasib sendiri tetap menjadi butir agenda penting. 
 
Diperkirakan, Nicolaas Jouwe juga akan menyampaikan pesan itu dalam pertemuan 
dengan SBY, melalui dialog tapi juga dengan musyawarah dengan para pemimpin 
Papua di Papua sendiri. 
 
Apakah pertemuan dengan Presiden RI juga mendapat restu dari kelompok yang 
menginginkan kemerdekaan Papua? 
 
"Kami memang tidak tahu apakah ia mendapat restu. Persiapan kunjungan ke 
Indonesia tidak diumumkan kepada mereka, terkait pekanya misi ini" ujar Nancy. 
Sekarang, setelah pertemuan dengan SBY sudah umum diketahui, orang mulai 
mempertanyakan manfaat dari kunjungan ini. 
 
Nancy Jouwe menambahkan, ia sudah mendapat restu dari sejumlah tokoh Papua di 
Belanda mengenai pertemuan dengan Presiden RI. Namun ia juga tahu pasti ada 
orang-orang yang tidak begitu menyukainya. 
 
~~~~~~
 
http://www.detiknews.com/read/2009/03/19/082847/1101697/10/gembong-opm-pulang-ke-indonesia
 
Kamis, 19/03/2009 08:28 WIB
Gembong OPM Pulang ke Indonesia
Hery Winarno - detikNews


Jakarta - Pimpinan Organisasi Papua Merdeka, Nicolas Jouwe, hari ini datang ke 
Indonesia. Selama ini Nicolas berada di Belanda.

"Ya memang benar yang bersangkutan datang ke Indonesia," ujar juru bicara 
Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom melalui telepon, 
Kamis (19/3/2009).

Teuku mengatakan jika kedatangan Nicolas ini hanya sebatas rindu kampung 
halaman saja. Dirinya sendiri tidak mengetahui akan bertemu dengan siapa saja 
selama Nicolas di Indonesia, termasuk apakah akan bertemu pejabat negara.

"Tidak tahu berencana bertemu dengan siapa dan diagendakan dengan siapa, toh 
dia sudah tua (86 tahun) jadi mungkin agak terbatas," pungkas Teuku.

(her/nrl)

 

 



Share your beautiful moments with Photo Gallery. Windows Live Photo Gallery 










Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. 
Windows Live 



_________________________________________________________________
More than messages–check out the rest of the Windows Live™.
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/

Kirim email ke