Benar Sekali, PEMILU HANYA MENIPU RAKYAT.
Sedangkan DPR = Dewan Penipu Rakyat, kenapa taktau.




________________________________
From: Sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, April 4, 2009 8:28:43 PM
Subject: «PPDi» PRESS RELEASE


 
AKSI BERSAMA 
SERENTAK NASIONAL
GSPB, PRMJ, LMND PRM, PPRM, JNPM, SPI PATAS 
Jl. Manggarai Utara I, Blok H, No 6 A, Jakarta Selatan 
No fax/telp: 
0218297332


PRESS RELEASE 

TOLAK PEMILU ELIT 
2009 dan KAPITALISME
BANGUN KEKUASAAN RAKYAT 
DENGAN MOBILISASI PERSATUAN 
RAKYAT DAN KAUM GERAKAN

Menjelang diselenggarakannya Pemilu 
Legislatif 9 april 2009, aksi-aksi perlawanan terhadap pemilu makin sering 
terjadi dan dilakukan dengan beragam cara, dari pembakaran atribut partai, aksi 
rally hingga rapat akbar atau hanya sebatas mimbar bebas. Sebagaimana yang 
dilakukan oleh sebagian kelompok aktivis yang tergabung dalam Komite Penyatuan 
Gerakan Rakyat (KPGR) Jawa Timur, yang melakukan aksi pembakaran simbol kotak 
suara dan kertas pemilih. Hal yang sama juga dilakukan oleh SMI (Serikat 
Mahasiswa Indonesia) yang menggelar aksi –aksi penolakann diberbagai daerah. 
Alasan yang dikemukakanpun hampir sama, yakni Pemilu 2009 bukanlah Pemilu 
rakyat 
karena tidak akan menyelesaikan problem rakyat. Sementara di Samarinda puluhan 
mahasiswa yang tergabung dalam Embrio Mahasiswa Sosialis/LMND- PRM 
beramai-ramai 
membakar atribut kampanye partai-partai politik dengan alasan kampus harus 
terbebas dari kampanye Pemilu, selain Pemilu sendiri bukanlah solusi bagi 
rakyat. Demikian pula dengan yang dilakukan oleh para santri di Cirebon yang 
menolak Pemilu dengan alasan Pemilu hanya menipu rakyat. 

Wajar saja 
perlawanan terhadap pemilu 2009 ini makin meluas, karena pemilu 2009 ini secara 
obyektif tidak bisa diharapkan mampu menghasilkan pemerintahan pro rakyat, 
sebab 
peserta-pesertanya adalah para pemain lama, yakni sisa Orde Baru (GOLKAR dan 
Militer) serta Reformis Gadungan (diluar sisa Orde Baru, semuanya adalah Partai 
Reformis Gadungan, yang mengkalaim bersih dari Orde Baru, namun sejatinya tidak 
berbeda dengan kekuatan politik sisa-sisa Orde Baru). Semua kekuatan politik 
ini 
adalah kekuatan politik yang berkuasa dari tahun 1999-2009 ini, dan telah 
menunjukan karakter sejatinya sebagai boneka kaum modal/boneka kaum kapitalis, 
dengan membiarkan seluruh kekayaan alam kita dijarah(Minyak, Gas Bumi, 
Batubara, 
Hutan, Laut dll) BUMN diobral, pengisapan lebih dalam terhadap kaum buruh 
Indonesia dengan kebijakan upah murah, sistem kerja kontrak dan outsoucing dan 
penyempitan lapangan pekerjaan (agar upah bisa tetap murah, karena kaum buruh 
harus bersaing untuk mendapatkan pekerjaan). Demikian juga kaum tani harus 
menanggung derita yang hebat, karena tidak mampu membeli bibit dan pupuk dengan 
harga murah (akibat kontrol harga dari kaum pemodal), tidak mampu menjual 
produksinya dengan harga layak(karena distribusi dan hargapun dikontrol oleh 
kaum pemodal). Derita kaum buruh, tani dan rakyat miskin Indonesia masih harus 
ditambah lagi dengan beban hutang luar negeri yang menumpuk, sebagai 
konsukuensi 
dari ketergantungan kaum borjuis Indonesia terhadap Modal 
Internasional.

Dan saat ini, kapitalis yang sedang krisis (dengan 
berbagai macam kedok globalisasi dan liberalisasi) semakin terbukti gagal dalam 
mensejahteraakan mayoritas rakyat. Penghisapan yang semakin dalam oleh kaum 
pemodal terhadap klas pekerja dunia-karena kepemilikan pribadi terhadap 
alat-alat produksi- membuat kaum pekerja semakin tidak mampu membeli barang dan 
jasa yang mereka produksi sendiri, akibatnya terjadi kelebihan produksi. 
Situasi 
ini menyebabkan, kaum pemodal mengalihkan sebagian besar dananya ke pasar 
saham, 
melakukan perdagangan”fiktif” yang akibatnya justru meningkatkan harga-harga 
komuditas penting, seperti energi dan perumahan. Harga perumahan yang sudah 
sangat tinggi (terutama di AS), inilah yang memicu krisis semakin dalam. Satu 
persatu perusahaan Internasional bertumbangan, yang menjalar ke semua negara di 
seluruh dunia (kecuali beberapa negara di Amerika Latin yang tidak menerapkan 
sistem ekonomi-politik kapitalis; Seperti Venezuela, Kuba, Bolivia dll). 
Dampaknya dengan cepat dirasakan kaum pekerja di seluruh dunia, berupa PHK-PHK 
massal, termasuk di Indonesia. Sampai hari ini, hanya untuk Jabotabek saja, 
sudah 300 ribu lebih kaum buruh yang di PHK, dan hingga juni 2009, direncanakan 
akan ada 3 juta kaum buruh yang kehilangan pekerjaan di seluruh Indonesia, dan 
bagi yang masih bekerja terjadi penurunan pendapatan akibat kebijakan SKB 4 
Menteri dan atau terjadi perubahan status kerja, menjadi buruh 
kontrak.

Berangkat dari situasi di atas, berbagai organisasi pergerakan 
menginisiatifi sebuah gerakan nasional untuk melawan pemilu elit 2009 dan 
melawan kapitalisme dengan melakukan panyatuan-penyatuan mobilisasi, yang akan 
dimulai pada tanggal 5 april 2009, di lanjutkan pada tanggal 1 mei 2009 dan 
seterusnya. Di Sumatera Utara, aksi dilakukan di kota Medan dan Labuan Batu. Di 
Jabotabek, beberapa organisasi diantaranya GSPB, PRMJ, JNPM, PPRM, LMND PRM dan 
PATAS-SPI, akan melakukan rapat akbar di jalan depan Indosat dengan jumlah 
massa 
200 orang, di Jogjakarta rapat akbar di Plaza FIB UGM akan diikuti oleh 120 
massa, dengan melibatkan organisasi LMND PRM, PPRM, SMI, AMP, IMM, Pakar, PRP, 
SPI. Di Jawa Timur, Rapat Akbar akan dilakukan di Surabaya dengan jumlah massa 
sekitar 350 orang yang merupakan gabungan dari beberapa organ diantaranya 
FNPBI-Independen, KASBI, SMI, PPRM, SPI, SGMS,  BEM UNIMAS,KOPI SBY,KOPI 
JOMBANG,KGM, FAM UNITOMO. Di Samarinda, rencana aksi 5 april diundur, karena 
beberapa partai peserta pemilu mengerahkan preman untuk menyerang organ-organ 
gerakan yang akan melakukan aksi penolakan pemilu, dan saat ini sedang 
melakukan 
konsolidasi untuk melakukan aksi-aksi terbuka di waktu lainnya. Di Kupang, aksi 
akan dilakukan pada tanggal 4 april, karena tanggal 5 april telah memasuki 
suasana peringatan paska. Di Sulawesi Tengah, aksi akan dilakukan di tiga kota, 
yakni : Palu, Banggai dan Donggala. Sementera di Sulawesi Selatan, aksi akan 
dipusatkan di Makassar dan di Sulawsi Utara, aksi dilakukan dalam bentuk 
panggung kebudayaan di Tomohon.


Gerakan Nasional melawan Pemilu 2009 
merupakan bagian dari perlawanan rakyat terhadap kekuatam politik musuh rakyat 
( 
yaitu: Imperialisme; Agen-agen imperialis: Sisa Orde Baru dan Reformis 
Gadungan, 
ini artinya semua kekuatan Politik Elit/Klas Borjuis Indonesia) dan akan terus 
dijalankan sampai berhasil didirikan Pemerintahan Persatuan Rakyat Miskin 
dengan 
program Pembangunan Industri Nasional dan pembiayaannya. Dalam membangun 
industri nasional, dibutuhkan pembiayaan yang berasal dari: (a) Menghentikan 
penarikan dan pembayaran Utang Luar Negeri, disertai penarikan kembali obligasi 
rekapitalisasi perbankan; (b) Nasionalisasi Industri Energi dan Pertambangan 
Asing di bawah kontrol rakyat; (c) Nasionalisasi Industri Perbankan di bawah 
kontrol rakyat; (d) Tangkap, Adili dan Sita Harta Koruptor; (e) Pajak Progresif 
untuk individu-individu berpenghasilan tinggi; (f) Pengenaan pajak dan royalti 
untuk transaksi-transaksi spekulatif. 


Guna mewujudkan Pemerintahan 
Persatuan Rakyat Miskin dibutuhkan sebuah alat perjuangan yang mampu 
mempersatukan berjuta juta rakyat Indonesia di berbagai sektor yang kini sedang 
resah akan masa depannya, dan salah satunya adalah dengan mendirikan 
posko-posko 
persatuan perjuangan rakyat di semua wilayah Indonesia. Beberapa posko yang 
telah terbangun-dan akan terus diperluas-diantaran ya ada di Kampus UGM 
Yogyakarta, di pemukiman buruh Cikarang Barat Bekasi, di Pemukiman Buruh 
Sumedang, di antara Kaum Tani di Sumedang, di perkampungan buruh Kenanten 
Mojokerto, di Kampus Universitas Mulawarman Samarinda, di Perkampungan Miskin 
Gang Musyawarah Samarinda, di Kampus Unika Kupang, di Kampus Untad Palu, di 
Perkampungan Miskin Biroboli Utara Palu, di Kampus Universitas 45 Makassar dan 
di beberapa tempat lainnya yang belum terdata


Posko-posko ini akan 
berfungsi untuk mewadahi keresahan massa rakyat, sebagai pusat-pusat 
konsolidasi 
massa rakyat dalam memperjuangkan segala tuntutan ekonomi maupun politik, 
sekaligus sebagai alat untuk mempersatukan perjuangan rakyat Indonesia secara 
nasional.


Untuk mengetahui perkembangan masing-masing daerah 
berkaitan dengan rencana aksi serentak nasional 5 april dan pembangunan 
posko-posko persatuan perjuangan rakyat, berikut ini adalah kontak person 
masing-masing daerah :


Medan ; Kawan Johan :    
 0813 7527 0071
Labuan Batu; Kawan Mangiring : 0812 6354 
4401
Jakarta ; Kawan Benny: 0813 8477 4003
Bekasi; Kawan Ata :   
0858 1331 0479
Sumedang ; Kawan Ponta:   0813 9512 8022
Yogya ; 
Kawan Ika : 0  852 2510 7952
Semarang; Kawan Xave  :0856 8808 
183
Surabaya; Kawan Khatap : 0817 9616 313
Mojokerto; Kawan Afik :  
 0856  4895 3932
Kupang; Kawan Ojhon :   0852 5318 
0822
Samarinda ; Kawan Wendy :   0856 5220 8434
Makassar; Kawan 
Indri :   0813 4375 4362
Palu; Kawan Rizal :   0812 2625 
4504
Luwuk; Kawan Aswat :   0857 5659 4800
Tomohon : Kawan Andre :   0858 2030 
0613
Nasional; Kawan Budi Wardoyo: 0813 1551 6511, Kawan Surya : 0815 7430 
4391, Kawan Sulamen : 0812 1928 435, Kawan Vivi Widyawati : 0815 8946 
404

HUMAS AKSI 


Dian Trisnanti 
(081804095097)


PEMILU 2009 BUKAN JALAN KELUAR RAKYAT 
MISKIN!
PEMILU 2009 HANYA PEMILU BAGI PARTAI POLITIK KAUM MODAL/PARTAI PRO 
NEOLIBERALISME!
PEMILU 2009 AKAN MENGHASILKAN PEMERINTAHAN BARU PRO 
NEOLIBALISME!
AYO BERSATU, BANGUN KEKUATAN, LAWAN KAUM MODAL DAN 
ANTEK-ANTEKNYA!
BERSATU, GULINGKAN PEMERINTAHAN KAUM MODAL, GAGALKAN PEMILU, 
BENTUK PEMERINTAHAN RAKYAT MISKIN!


   


      

Kirim email ke