Pertama sekali salam sejahtra semoga rahmat Allah melimpah untukmu bung Ismail. 
 Idemu bagus sekali tapi ada satuhal yang membuat aku beristighfar, ketika 
membaca:"segera gelar kongres ke III untuk kita memerdekakan diri sendiri tanpa 
berharap uluran tangan-bantuan uluran tangan iblis atau Tuhan! Karena Tuhan 
atau Iblis sekalipun tidak perduli atas nasib bangsa kita Papua Barat".Anda 
secara tidak sadar telah masuk perangkap sekuler dan bahkan Atheis. Dalam 
perjuangan apapun bagi orang yang benar imannya harus yakin bahwa kita manusia 
hanya berusaha, sedangkan yang menentukan adalah Tuhan (baca Allah swt)  Justru 
itu ketika kita berjuang kita harus yakin bahwa akan adanya hari pembalasan 
atau hari Akhurat atau kehidupan paska kiamat Dunia, dimana bagi orang yang 
benar perjuangannya (baca ikhlas karena Allah) akan dimasukkan dalam kehidupan 
Surga yang kekal selama-lamanya sementara yang berjuang tanpa meyakini bahwa 
Allahlah yang menentukan merdeka
 tidaknya, adalah calon penghuni Neraka (nauzubillahi min zalik). 
Saudaraku. . . . ,
Tidakkah anda renungkan ayat Allah ketika para Malaikat menanyakan kepadaNya 
kenapa Dia menjadikan Adam (baca manusia) yang akan membuat kerusakan dan 
pertumpahan darah di muka Bumi?. Allah menjawab bahwa Dia mengetahui apa yang 
tidak diketahui para Malaikat. Dalam negosiasinya antara Malaikat dan Adam, 
ternyata Adam unggul diatas para Malaikat. Malaikatpun mengaku bahwa dia tidak 
mengetahui selain apa yang telah diajarkan Allah. Ketika Allah memerintahkan 
kepada seluruh Malaikat agar sujud kepada Adam, semua Malaikat hatta yang 
mukarrabin sujud kepada Adam kecuali Iblis.

Pelajaran yang dapat kita petik disini bahwa memang benar bahwa manusia 
melakukan pertumpahan darah dan kerusakan di Bumi. Hal ini dapat kita saksikan 
sejak Qabil bin Adam membunuh saudaranya sendiri yang bernama Habil. Lalu 
sepakterjang Qabil yang egois itu diteruskan oleh kebanyakan manusia kutup 
Qabil yang lain seperti Namrut, Fir'aun, Samiri, Abu Sofyan, Muawiyah, Yazid, 
Syah redha Palevi, Saddam Irak, Marcos Pilipina, Suharto, Gusdur, Megawati dan 
Yudoyono - Kalla sekarang ini. 

Mereka yang saya sebutkan diatas adalah ujian bagi kita yang beriman. Justru 
itu kalau yang bathil senantiasa mengalahkan yang haq tidak lain adalah ujian 
Allah kepada yang haq apakah merenungi sejarah Qabil dan Habil atau tenggelam 
kepada qutub Qabil sendiri hingga menafikan peran Tuhan yang pasti benar.

Renungkanpula ayat berikut ini:
"Waiza saalaka 'ibadi anni, fainni qarib. Ujibud dakwatadda i, iza da''ani. 
Falyastajibuli wal yukminuni. Laallahum yarshudun" Terjemahan bebasnya: 
"Apabila hambaKu bertanya padamu (hai Muhammad) maka sesungguhnya aku dekat 
(dengan hambaku) Aku akan mengabulkan setiap doa (hambaku) apabila mereka 
berdoa padaKu. (Tapi). Hendaklah mereka memenuhi seruanku dan benar-benar 
beriman kepadaku. Mudahmudahan mereka akan mendapat kemenangan (Al Quran)

Andaikata kita tidak merdeka, kita harus ytakin bahwa ada seruannya yang tidak 
kita gubris. Andaikata mayoritas kita benar - benar beriman dan melaksanakan 
seruan Allah, pasti kita akan merdeka. 

Satuhal yang kita lupa bahwa tujuang perjuangan yang benar bukan hanya merdeka 
tapi utamanya adalah redha Allah. Apa artinya kalau kita merdeka sementara 
nanti kita mabuk kesenangan hingga tiba sakratul maut ternyata kita masuk 
Neraka akhirnya. Kita tidak mampu menerima ujian kesenangan, hingga lupa 
daratan. Bukankah Indonesia pura-pura telah merdeka dari Belanda tapi setelah 
Belanda pergi mereka orang Indonesia menjadi Neo Belanda. Kendatipun mereka 
tidak pernah mengakui telah menjajah kita.

Barakallah li walakum
(al qubra, Acheh - Sumatra)




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 9, 2009 5:25:24 AM
Subject:KOMUNITAS  PAPUA Ada artikel bagus di http://www.niccoplamoniakadir.com





Hallo, Berikut ini ada artikel yang bagus untuk dibaca, 
Artikel dengan judul : , silahkan klik aja http://www.niccopla moniakadir. 
com/?pilih= news&mod=yes&aksi=lihat&id=82. 

Pesan Lama 

Terima kasih. 
   


      

Kirim email ke