Penyelenggaraan Pemilu pada umumnya di tanah Papua gagal total. Dari 2 juta
jiwa kurang penduduk Asli Papua tidak memberikan hak suara mereka pada pemilu
kali ini. Demikian hasil pemantauan saya dari dekat.
Selama masa kampanye misalnya, yang ramai berkampanye hanya dikalangan penduduk
non asli Papua, sementara penduduk pribumi tidak kelihatan ikut ramai saat
kampanye berlangsung. Hal demikian terjadi umum di sejumlah tempat dan kota di
Papua.
Bahkan berita kilat ini kami turunkan dan itu terjadi saat-saat ini di sejumlah
tempat di Pegunungan Tengah Papua banyak terjadi transasksi jual-beli suara
oleh oknum caleg pendatang (amber).
Ada pelajaran kurang baik di torehkan umumnya caleg non Papua yakni dengan
membeli suara dengan oknum desa PPD dan Camat. Suasana di kota Wamena misalnya
di sejumlah hotel penuh dengan pertemuan tingkat kelompok masyarakat ini dalam
rangka transaksi atau jual-beli suara antara caleg non Papua dengan para
petugas pelaksana pemilu di tingkat Desa sampai Camat bahkan Bupati terlihat
ikut terlibat sibuk menjual belikan suara rakyat Papua secara tidak sah.
Demikian fenomena tadi malam dan malam ini ramai terjadi di Kota Wamena.
Ismail Asso