http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=27492&ses=
06 Mei 2009 00:30:01 Bintang Kejora Berkibar di Serui JAYAPURA-Bendera Bintang Kejora yang selama ini dikenal merupakan simbol separatis TPN/OPM dilaporkan berkibar di dua tempat terpisah di Seriui, Kabupaten Kepulauan Yapen Waropen, Senin (4/5). Kejadian pertama, dilaporkan oleh anggota KP3 Laut Polres Yapen Waropen, Brigadir Yakob Buare bahwa ada pengibaran bendera Bintang Kejora di Bukit Orai, Kampung Wanakombi, Distrik Angkaisera, Kepulauan Yapen Waropen. Kapolres Yapen Waropen, AKBP Imam Setyawan langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengecek langsung ke TKP sekitar pukul 10.30 WIT dan mengamankan barang bukti berupa bendera Bintang Kejora ukuran 157 Cm x 87 Cm. Hampir bersamaan, Polres Yapen Waropen juga mendapatkan informasi dari warga bahwa ada pengibaran bendera Bintang Kejora sekitar pukul 10.30 WIT di Tanjung Batu, Waibauretu, anggota Polres Yapen Waropen langsung mendatangi TKP untuk mengecek kebenaran informasi. Hanya saja, lokasi kedua ini agak jauh dan ditempuh dengan menggunakan speed boat di kepulauan tersebut, sehingga baru bisa diturunkan oleh petugas Polres Yapen Waropen Selasa (5/5) setelah polisi berkoordinasi dengan aparat desa tersebut. Kapolda Papua, Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto ketika dikonfirmasi di Mapolda Papua, Selasa (5/5), membenarkan adanya pengibaran bendera tersebut. "Memang ada pengibaran di sana, sehingga Polres Yapen Waropen langsung ke TKP dan menurunkan bendera tersebut, satunya diturunkan masyarakat dan anggota kami," kata Kapolda di sela-sela acara HUT ke-29 Yayasan Kemala Bhayangkari. Soal kelompok mana yang mengibarkan bendera tersebut? Kapolda mengatakan bahwa saat ini Polres Yapen Waropen masih melakukan penyelidikan secara intensif terkait hal tersebut. "Memang ada orang lama di daerah tersebut. Hanya saja kami belum tahu motifnya apa? Karena mereka mengibarkan langsung kabur. Yang jelas, sudah lewat 1 Mei, tahu-tahu sudah di atas pohon,"ujarnya. Kapolda menegaskan, pihaknya tetap melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut. Hal ini juga dibenarkan oleh Kapolres Yapen Waropen AKBP Imam Setyawan ketika dihubungi Cenderawasih Pos via telepon selulernya. Dijelaskan, jarak lokasi pengibaran dengan Kota Yapen Waropen cukup jauh yakni kurang lebih 2 jam perjalan jika menggunakan speed boat, serta 1,5 jam jika menggunakan jalan darat. (bat) ++++ http://www.antara.co.id/arc/2009/5/6/jalur-kota-jayapura-sentani-masih-lumpuh/ 06/05/09 14:30 Jalur Kota Jayapura-Sentani Masih Lumpuh Jayapura (ANTARA News) - Jalur jalan yang menghubungkan Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura dengan Kota Jayapura hingga Rabu (6/5) siang pukul 14.25 WIT masih lumpuh karena diblokir massa di Kampung Harapan, Sentani menyusul kematian seorang warga akibat tembakan polisi. Warga menuntut agar orang yang mengakibatkan kematian Agus Ohe, warga Kampung Harapan bertanggung jawab. Mereka memblokir jalan mulai dari Kampung Harapan hingga Jembatan II (perbatasan Kota Jayapura dengan Sentani), dengan menebang pohon dan membakar ban bekas. Massa menebang pohon-pohon di pinggir jalan lalu menjadikannya sebagai barikade hingga mengakibatkan kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas. Akibatnya, warga dari Kota Jayapura yang hendak ke Sentani atau sebaliknya terpaksa balik atau menunggu hingga akses jalan dibuka. Ratusan mobil berhenti di sepanjang jalan baik truk, mobil maupun kendaraan umum. Para calon penumpang pesawat yang hendak ke Bandara Sentani terhalang oleh blokade jalan itu sebab jalan raya itu merupakan satu-satunya akses menuju bandara. Sebagian warga istirahat di warung-warung tepi jalan, di rumah warga dan ada juga yang istirahat di masjid. Kasus ini terjadi setelah Agus Ohe tewas akibat luka tembakan dari seorang polisi, Rabu pagi. Kendati polisi itu telah diamankan di Polres Jayapura , massa tetap menuntut ganti rugi kasus itu. Warga Kampung Harapan juga memasang tenda di tengah jalan untuk memblokir jalan. Dua truk polisi siaga di jembatan menjelang Kampung Harapan untuk menjaga situasi agar tidak merembet ke tempat lain. Hingga kini belum ada tindakan dari kepolisian untuk membuka jalan kendati telah diblokir warga sejak pukul 09:00 WIT. (*)
